SYAUQ

SYAUQ
Bertemu


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan seperti janji sebelumnya, mereka berdua – Syam dan Uqzy- selalu bertemu seusai waktu sekolah. Tentu saja itu membuat orang tua keduanya khawatir karena mereka pulang terlambat tidak seperti biasanya. Namun, karena keduanya selalu pulang dengan keadaan bahagia dan tidak menunjukkan tanda-tanda buruk, bagi orang tua, itu tidaklah masalah.


Lambat laun, tempat rahasia itu diketahui oleh sahabat Syam yang bernama Qalbi. Ketika waktu pulang sekolah tiba, Qalbi mendapati Syam tengah bertemu dengan gadis idaman para pemuda di sekolah itu. Wajah keduanya begitu indah di bawah senja. Mereka bermain dengan begitu bahagia seolah dunia hanya milik mereka berdua.


Disisi lain, ada seseorang yang juga mengintip sepasang kekasih itu dari balik pohon besar. Tatapannya begitu penuh amarah, mata sipit yang dibuat serta gertakan gigi yang penuh kebencian tak sengaja tertangkap oleh Qalbi. Ia pun segera lari menjauh dan langsung dikejar Qalbi karena firasat mengatakan bahwa gadis berkerudung jubah itu memiliki niat jahat terhadap sahabatnya. Tengah mengejar gadis berjubah itu, ia malah menabrak Naila, sahabat dari Uqzy.


“Guru, ada seorang pemuda yang melanggar peraturan,” teriak Naila begitu kencang yang langsung dibungkam oleh tangan Qalbi.


“Aaaa,” pekik Qalbi ketika tangannya digigit oleh gadis itu. “Sttt.” Sambil menarik Naila ke tempat dimana sahabat mereka bermain. "Jika engkau berteriak, mereka akan mendapat masalah," lanjutnya.


Sayangku, janganlah engkau pergi meninggalkanku.


Ketika aku bersamamu, aku melihat hal berbeda

__ADS_1


Kau benar-benar merubah semua rasa


Sayangku, jangan kau pergi jauh.


Syair yang terucap dari mulut Syam begitu indah di dengar. Tak mau kalah, Uqzy pun membalasnya.


Sesungguhnya rasa ini melebihi semua ucapan


Maka aku putuskan untuk diam dari bicara


“Ihhh, kan syair Syammm,” rengek Uqzy yang membuat Syam terkekeh melihat tingkah lucu


pada gadis kecilnya itu.

__ADS_1


Di sisi lain, Naila yang mengamati sedari tadi tak percaya atas apa yang tengah dilihatnya. “Ini salah,” gumannya. “Ini akan menjadi malapetaka jika kita melanggar aturan sekolah.” Iapun bergegas lari menuju sahabatnya itu. Berniat untuk mencegah Naila, Qalbi telat selangkah.


“Uqzy, ayo pergi, ayo pulang. Ini salah, kita akan dihukum,” ucap Naila sambil menarik sahabatnya itu untuk meninggalkan Syam disana.


Karena bagi Uqzy, Naila seperti kakaknya, iapun hanya pasrah sambil menatap Syam dengan wajah sendu karena berpisah dengan kekasihnya itu. Berlari begitu kencang hingga tanpa disengaja Uqzy menabrak seseorang yang memakai kerudung jubah berwarna coklat. matanya begitu tajam yang seketika membuat gadis kecil itu merasa takut. Entah aura yang begitu hitam pekat tergambar jelas di balik sosok kerudung jubah itu.


“Sakit?” tanya Naila. Uqzy pun menggeleng dan mencoba bangkit dengan bantuan uluran tangan Naila.


“Naila, kau lihat gadis tadi? Matanya setajam elang, dan itu membuatku takut.”


“Tak apa, jangan takut, ada aku. Engkau akan aman bersamaku dan aku akan melindungimu.”


“Terimakasih Naila.”

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang, kali ini dengan cara berjalan biasa sambil berbincang-bincang. Naila bertanya apa hubungan gadis itu dengan Syam, karena merasa takut, Uqzy pun berbohong bahwa tidak ada hubungan apapun diantara keduanya selain berteman. Naila pun percaya dan terus memberi nasihat serta peringatan kepada Uqzy bahwa bertemu lawan jenis akan mendapat hukuman karena melanggar peraturan sekolah.


“Sampai,” ucap Naila. “Jangan lagi engkau ulangi kesalahan tadi, karena akan menimbulkan masalah Uqzy. Bagaikan kenangan indah yang tersimpan rapi, mulai sekarang simpan saja semua itu sebagai kenangan dan janganlah engkau ceritakan siapapun. Dan jikalau dirasa ada sesuatu, segeralah katakan padaku, karena aku akan selalu berada di pihakmu,” lanjutnya.


__ADS_2