
Satu bulan berlalu setelah kejadian di kampus waktu itu. Hani dan Arya pun semakin walau tidak sedekat yang kalian pikirkan.
The Kings juga sudah berkembang sejak berada di kepemimpinan Arya. Kini anggotanya berjumlah 10.000 orang dan itu rata rata memiliki tingkat beladiri master.
The Kings kini adalah geng terkuat di Jakarta walau semua orang menganggap The Kings adalah geng terkuat di Indonesia tapi Arya tidak mau mengklaim omongan itu karena dia belum pernah bertarung dengan ketua geng dari luar Jakarta.
The Kings juga sudah memperluas jaringan bisnisnya dengan menambahkan bisnis restoran, hotel, properti dan bisnis lainnya.
Arya juga baru membuka restoran mewah untuk menjalankan misi dari sistem yang berhadiah fantastis.
Arya juga sudah menyumbangkan uang nya ke bebrapa masjid, panti asuhan dan beberapa badan amal sebesar 20 triliun. Kegiatan itu juga mendapatkan hadiah dari sistem yang membuat Arya semakin bahagia.
"Memang kata ustadz kemarin jika 'sedekah tidak akan membuatmu miskin' benar saja aku mendapatkan balasan yang lebih besar dari yang aku berikan." gumam Arya bahagia.
"Sudah lama aku tidak cek status." ucap Arya sambil menonton TV.
Status
Nama: Arya Wiguna
Usia:18
Title: Ketua Geng The Kings, Pemilik Sistem
Job: Assassin, Master Strategi
Level:201 (19/100.060.000.000.000)
STR: 552
AGI: 440
DEF: 320
LUC: 55%
Poin Status: 350
Beladiri:
-Karate
-Taekwondo
-Muaythai
Teknik:
-Teknik Pedang Kuno
-Teknik Tangan Kosong Kuno
Jurus:
-Pedang Naga Api
-Hujan Pedang Petir
-Tinjuan Maut
-Tusukan Pemusnah
-Dinding Pelindung
Poin Sistem: Unlimited
Kekayaan:
-Rp 151.108.501.100.000
-500 Batang Emas
Inventori:
-Pedang Hitam
-Katana Merah
-Pedang Naga
-Dager Kematian
-Topeng Hannya
-12 tiket gacha
-10% diskon shop
-50% diskon shop
-5 kotak Misteri
\=>Saham
__ADS_1
\=>Properti
\=>Shop
\=>Gacha
Versi sistem 10.0
"Loh kok berubah? dan apa itu STR, AGI, DEF dan poin status?" tanya Arya.
[Saya ubah untuk menghemat ruang tuan dan untuk STR itu adalah kekuatan, AGI itu kecepatan, DEF itu pertahanan dan poin sistem itu untuk menambahkan poin di ketiga item diatas agar memperkuat tubuh tuan]
"Oke oke aku paham." jawab Arya.
Karena sudah tengah malam Arya mematikan TV dan pergi ke kamar untuk tidur.
Keesokan harinya
Setelah menjalankan misi harian dan mandi Arya langsung sarapan dengan roti tawar karena bahan makanan sudah habis dan hari ini adalah jadwal untuk belanja bulanan.
Selesai sarapan Arya segera berangkat ke kampus mengendarai mobil karena sekalian belanja bulanan pikir Arya.
Saat di jalan Arya melihat Hani yang menangis sesenggukan entah karena apa.
Tin..
"Masuk." teriak Arya dari dalam.
Hani menggeleng kan kepala dengan muka ketakutan. Arya langsung membuka jendela mobil dan memperlihatkan mukanya.
"Aku Arya, masuk saja kita bareng kekampus." ucap Arya.
Hani hanya diam dan membuka pintu mobil dan duduk tanpa berbicara sedikit pun.
"Kau kenapa menangis?" tanya Arya.
"Tidak apa apa." jawab Hani dengan suara bergetar.
"Ya sudah kalau tidak mau cerita." ucap Arya menjalankan mobilnya menuju kampus.
Namun saat di pertengahan jalan Hani kembali menangis karena tak sanggup menahan lagi.
"Ceritalah padaku dari pada kau stres karena masalahmu sendiri." ucap Arya.
"Aku tadi hampir di perkosa saat di dalam gang oleh preman preman hiks..hiks.." jawab Hani sesenggukan.
"Sudah tau perempuan berjalan sendiri beraninya masuk kedalam gang kecil aduhh." ucap Arya menepuk keningnya.
"Memang itu kesalahanku tapi masalahku bukan hanya itu." ucap Hani.
"Aku baru saja di usir keluargaku karena tidak mau menurut untuk kuliah di luar negeri dan lagi semua hartaku sudah ditarik ayahku. Dan yang paling parah adalah mereka mencoreng namaku dari kartu keluarga." ucap Hani.
"Tidak mungkin dong kalau hanya masalah tidak mau kuliah di luar negeri, pasti ada masalah besar lainnya yang kau lakukan." ucap Arya curiga.
"Aku menolak perjodohan dengan Bimo pewaris tahta keluarga Untoro." ucap Hani kembali menangis.
"Berat sekali masalahmu anak muda." ucap Arya yang hanya bisa pasrah dengan keadaan Hani saat ini.
Kring..kring..kring..
"Hallo Don ada apa?" tanya Arya.
"Hari ini libur karena para dosen sedang berlibur selama 1 minggu ke depan." jawab Doni.
"Cuma itu?" tanya Arya.
"Aku dan Rizal boleh menginap di apartemen mu tidak?" tanya Doni.
"Siapa saja?" tanya Arya dengan nada curiga.
"Biasa hehe." jawab Doni.
"Boleh saja asal tidak melanggar aturan yang aku buat." jawab Arya.
"Woke bos!" ucap Doni senang.
Arya menutup telepon dan meminggirkan mobilnya untuk mencari kertas dan menulis list belanjaan.
"Kau mau kemana setelah ini? kampus sedang libur untuk seminggu ke depan." ucap Arya.
"Tidak tau, aku mau bunuh diri saja agar tidak menyusahkan orang." ucap Hani putus asa.
"Secetek itukah pikiranmu?" tanya Arya menyipitkan mata.
"Memang harus kemana lagi? rumah tidak punya uang apa lagi." ucap Hani.
"Tinggal bersamaku saja, kebetulan apartemen ku ada tiga kamar kosong. Tapi untuk malam ini sedang penuh karena Doni dan Rizal ingin menginap. Bagaimana?" tanya Arya.
"Lalu aku tidur dimana nanti malam kalau sedang penuh?" tanya Hani.
"Kau bisa memakai kamarku dulu aku nanti berencana untuk begadang untuk menonton bola." jawab Arya.
"Baiklah jika tidak merepotkanmu." ucap Hani.
__ADS_1
"Tidak apa apa santai saja." ucap Arya melanjutkan menulis list belanjaan.
Arya menambahkan list belanjaan nya menjadi dua kali lipat karena untuk menghidupi dua orang.
"Sudah kita belanja dulu baru pulang ke apartemen." ucap Arya menjalankan mobilnya menuju supermarket besar.
"Apa kau membawa baju ganti?" tanya Arya.
Hani menggeleng malu karena dia juga tidak mempunyai pakaian dalam.
"Nanti sekalian beli saja aku yang bayar." ucap Arya.
"Terimakasih atas kebaikanmu." ucap Hani menunduk karena sedang menangis haru.
"Santai saja, anggap ini balas budi karena kau telah menyembuhkan lukaku dulu." ucap Arya.
Hani hanya diam membisu.
[Tuan ini sok polos atau polos beneran sih?]
'Memangnya kenapa?' tanya Arya sambil fokus berkendara.
[Tuan tau tidak alasan Hani menolak perjodohan ayahnya?]
'Tidak, memangnya kenapa?' tanya Arya.
[Karena Hani suka pada tuan sejak awal bertemu dan tuan sebenarnya suka kan dengan Hani? ngaku saja]
'Bagaimana kau tau Ren?' tanya Arya terkejut.
[Karena saya sudah menyatu dengan jiwa tuan jadi otomatis perasaan yang tuan rasakan saya juga akan rasakan. Kecuali saat tuan melakukan hal pribadi seperti onani, berhubungan intim, dan hal pribadi lainnya saya tidak akan bisa merasakan atau melihat]
'Tapi tidak mungkin Hani menyukaiku kan Ren?' tanya Arya.
[Tuan tidak peka saja selama ini sikap Hani pada tuan]
Arya mengingat kembali perlakuan Hani padanya yang sangat sepesial sekaligus menjadi bukti bahwa Hani menyukainya.
'Apa hanya itu Ren?' tanya Arya.
[Tuan ini memang sangat bodoh! apa tuan ini tidak merasa jika Hani saat ini sedang kecewa dengan jawaban tuan tadi? yang ada dipikiran Hani sebelum mendengar jawaban tuan adalah tuan perhatian padanya hingga susah susah menampungnya untuk tinggal di apartemen tuan]
'Setidak peka itukah aku Ren?' tanya Arya.
[Beginilah jika memiliki tuan yang bodoh, tidak peka, pemarah, dan menyusahkan! Ren beritahu jika tuan itu sangat sangat sangat tidak peka terhadap sekitar hingga sahabat sejati tuan saat memiliki masalah tuan tidak peka]
'Siapa yang memiliki masalah?' tanya Arya terkejut.
[Kedua sahabat tuan! mereka sedang ada masalah dengan keluarganya sampai mereka harus menginap di tempat tuan untuk bersenang-senang agar bisa mendapatkan inspirasi untuk menyelesaikan masalah mereka]
Arya hanya diam tidak membalas ucapan sistem karena dia merasa bersalah atas sikap cueknya pada keadaan sekitar.
'Kalau dipikir lagi memang aku ini sangat egois ya hehe.' batin Arya tertawa sinis.
Saat sampai di supermarket Arya langsung turun tanpa mengajak Hani karena dia ketiduran.
Arya berkeliling supermarket sambil membaca list belanjaan yang harus dibeli. Setelah penuh Arya mendorongnya ke samping kasir untuk menitipkan agar tidak hilang.
Arya mengambil troli belanja untuk membeli camilan dan beberapa bumbu halus. Saat sedang memilih camilan HP Arya berbunyi dan menampilkan nama Hani.
"hallo ada apa?" tanya Arya.
"Kamu dimana?" tanya Hani dengan suara bangun tidur.
"Aku sedang belanja kalau mau masuk saja aku sedang di tempat camilan sekalian ambil troli." jawab Arya.
"Tunggu sebentar aku akan masuk ke dalam." ucap Hani.
Arya langsung menutup teleponnya dan kembali memilih dua camilan ditangannya. Namun karena bingung Arya mengambil keduanya sekalian tiga tiga.
Saat berbalik Arya melihat Hani yang terlihat masih mengantuk.
"Kamu pilih baju saja aku akan melanjutkan membeli camilan dan minuman berasa." ucap Arya membaca list belanjaan.
"Berapa banyak baju yang harus aku beli?" tanya Hani.
"Yang penting jangan kurang dari sepuluh apa lagi **********." jawab Arya.
"Baiklah kalau begitu." ucap Hani berlalu pergi ke bagian baju perempuan.
Arya kembali berkeliling membeli camilan dan minuman untuk stok sebulan penuh. Setelah selesai Arya langsung membawanya ke kasir untuk dibayar.
Tak lama Hani datang dengan mendorong troli yang berisi banyak baju dan pakaian dalam.
"Sudah?" tanya Arya.
"Ini lebih dari cukup bagiku." jawab Hani.
Setelah membayar semua Arya mengangkat barang barang belanjaan di bantu satpam yang berjaga di pintu masuk.
Setelah semua selesai Arya memberi dua lembar uang seratus ribu untuk dua orang satpam yang membantunya.
"Ini pak buat beli kopi." ucap Arya.
__ADS_1
"Makasih mas." ucap satpam itu senang.
Arya masuk ke mobilnya dan melaju ke apartemen nya yang sudah ditunggu Doni dan Rizal di parkiran bersama pacarnya.