
Hari ini adalah hari pertama Arya masuk kuliah di kampus favorit. Arya dan dua sahabatnya kebetulan masuk kedalam satu kelas yang sama dengan jurusan yang sama juga.
"Ibu aku berangkat dulu ya." ucap Arya setelah selesai sarapan.
"Apa nanti kau sudah mulai tidur di apartemen milikmu?" tanya Titi.
"Benar." jawab Arya.
"Baguslah kalau begitu." ucap Titi kembali ke dapur.
Arya berangkat kuliah dengan mengendarai motor sport miliknya karena mobil yang dia bawa sebelumnya sudah di berikan pada ayahnya untuk kendaraan sehari hari.
Di kampus Arya menjadi sorotan karena mereka melihat motor yang di kendarai Arya terlihat sangat mahal dan suaranya sangat gahar.
Setelah memarkirkan motornya di tempat parkir khusus Arya langsung pergi ke kelas yang sudah di infokan di grup WA.
Saat sampai di kelas Arya melihat mahasiswa/i memakai pakaian bermerek yang harganya bisa sampai jutaan.
"Arya sini!" ucap Doni yang membuyarkan lamunan Arya.
Arya langsung mendatangi tempat duduk Doni dan Rizal untuk menaruh tas di kursi pojok dekat jendela.
"Gimana ya anggotamu sekarang?" tanya Rizal sedikit berbisik.
"Rata rata udah sampai tingkat master." jawab Arya santai.
"Jangan boong!" ucap Doni menekan suaranya.
"Kalau gak percaya tanya sama Keny." ucap Arya.
Untuk memastikan omongan Arya, Rizal mengirim pesan pada Keny langsung. Dan alangkah terkejutnya dia ketika Keny membalas jika semua omongan Arya adalah kebenaran. Bahkan kata Keny ada anggota yang sudah berada di tingkat master level 4.
"Gimana?" tanya Doni.
Rizal hanya bisa menggunakan kepalanya dengan pasrah.
"Anggotaku aja rata rata di tingkat murid dan paling tinggi ada di tingkat guru." ucap Doni.
Arya hanya tersenyum dan kembali bermain ponsel hingga datang seorang pria yang tidak terlalu tampan.
"Ada apa?" tanya Doni dengan ramah.
"Boleh aku duduk di sini?" tanya pria itu.
"Silahkan tidak ada yang melarangnya juga." ucap Rizal.
"Perkenalkan namaku Faris Aditama dari keluarga Aditama." ucapnya.
"Aku Doni kalau yang ini Rizal dan yang itu Arya, salam kenal." ucap Doni.
Mereka terus berbincang-bincang hingga dosen datang untuk mengajar di hari pertama.
.
.
Hingga akhirnya sampai pada waktu istirahat.
"Kantin?" tanya Doni.
"Gass!" jawab Arya.
Mereka bertiga berjalan ke kantin di barengi dengan canda tawa selama perjalanan. Sesampainya di kantin Arya langsung mencari meja yang kosong dan langsung duduk di tempat kosong itu.
"Titip Don mie ayam bakso sama es teh." ucap Arya memberikan uang 50.000.
"Woke!" jawab Doni.
Selama menunggu Arya hanya melihat ponsel karena dia sedang trading untuk menambah uang jajan. Hingga datanglah dua perempuan di SMA yang sama dengan Arya.
"Arya dimana Doni dan Rizal?" tanya Rosa.
"Oh Rosa dan Stella, Doni dan Rizal sedang beli makan." jawab Arya.
"Kau bermain trading?" tanya Stella.
"Iya kenapa? dengan uang dari sini aku bisa beli motor sport." jawab Arya
"Kenapa tidak bermain saham sekalian?" tanya Stella.
"Aku mau beli makan kamu mau titip tidak Ste?" tanya Rosa memotong pembicaraan Arya dan Stella.
"Batagor sama es jeruk." jawab Stella memberikan uang.
Setelah Rosa pergi Stella kembali melanjutkan obrolan bersama Arya.
__ADS_1
"Aku belum berminat kearah saham dan belum berpengalaman juga untuk bermain saham." ucap Arya.
"Jika kau sudah berminat bilang saja padaku biar aku ajari bermain saham." ucap Stella.
"Kau punya berapa persen saham?" tanya Arya.
"Aku punya 5% saham di perusahaan makanan ringan dan 10% saham di perusahaan minuman bersoda." jawab Stella.
"Lumayan juga ya? berapa harga 1% saham di perusahaan minuman bersoda itu?" tanya Arya.
"1% nya bernilai 10M bahkan bisa lebih jika harga pasar sedang tinggi." jawab Stella.
Arya hanya mengangguk paham hingga Doni, Rizal dan Rosa datang membawa makanan yang mereka beli.
"Ini bos mie ayam nya." ucap Doni.
"Kembaliannya ambil saja." ucap Arya cengengesan.
"Wihh dah punya uang banyak nih!" ucap Rizal.
"Iya dong trading!" jawab Arya bangga.
"Berapa saldomu disitu?" tanya Doni.
"Lihat sendiri aja." jawab Arya menyodorkan ponsel nya.
Doni dan Rizal melihat saldo yang dimiliki Arya sudah mencapai 5,5M sangat terkejut hingga terbatuk-batuk karena tersedak minuman.
"Berapa saldonya Don?" tanya Rosa penasaran.
"5,5M." jawab Doni yang masih syok.
"Uangmu lebih banyak dari Joni yak!" ucap Rosa terkejut.
"Itu sisa kemarin habis beli mobil sama apartemen di Mawar Group." jawab Arya santai.
"Wiss padahal apartemen disana mahal loh! aku denger harga untuk kamar VVIP 4,5M!" ucap Stella.
"Kamu beli mobil apa yak?" tanya Rosa.
"Ferrari 488 pista sama BMW M5." jawab Arya.
"Bisa dong kita balapan kapan kapan?" tanya Rizal.
"Gass lah kapan kapan." jawab Arya.
Arya sedari tadi mengamati Rosa dan Stella yang sepertinya menyukai Doni dan Rizal. Namun dia tidak mau membahasnya didepan kedua perempuan itu karena tidak enak hati.
Saat di kelas Arya baru membahas tentang gerak gerik Rosa dan Stella yang menunjukkan gejala suka pada kedua sahabatnya itu.
"Don kau tau tidak sebenarnya ada yang suka denganmu loh." ucap Arya.
"Siapa?" tanya Doni antusias.
"Kalau enggak Stella ya Rosa." jawab Arya.
"Rosa tidak mungkin karena dia tidak suka dengan orang yang bodoh dan mudah dibohongi. Jadi kemungkinan besar Stella yang suka dengan Doni." ucap Rizal yang mengungkapkan pendapatnya.
"Tapi emang ada ya perempuan yang suka sama titid kadal?" tanya Arya yang di barengi dengan tertawanya Rizal.
"Anj*** titid kadal dong!" ucap Rizal tertawa terbahak-bahak.
"Bisakah kalian mensuport aku? aku ini sedang bahagia loh kenapa kalian membuatku merasa patah." ucap Doni dengan muka sedihnya.
"Kau lihat zal? mukanya semakin sedih semakin mirip!" ucap Arya kembali tertawa.
"Ahahahahah! tapi demi membuktikan omongan Arya coba kau tanya langsung pada Stella nanti saat pulang kuliah." ucap Rizal cengengesan.
"Nah bener omongan Rizal." ucap Arya.
Doni kembali bersemangat dan tidak sabar untuk menanyakan pada Stella.
.
.
.
Waktu pulang sekolah pun datang, para mahasiswa/i keluar dari kelas dengan semangat karena sudah suntuk dengan mata kuliah hari ini.
Arya dan Rizal langsung ke parkiran karena berencana untuk menginap di apartemen Arya bersama Doni.
"Dimana Doni?" tanya Arya.
"Menemui Stella katanya, tapi coba kau temui Rosa Zal." jawab Arya.
__ADS_1
"Buat apa?" tanya Rizal panik.
"Melihat dari gelagatmu aku tidak akan meleset jika kau menyukai Rosa!" jawab Arya menunjuk wajah Rizal.
Rizal menjadi panik dan salah tingkah saat mendengar tuduhan Arya.
"Sudah aku duga! kau memang menyukai Rosa!" ucap Arya memojokkan Rizal.
Dan kebetulan Rosa, Stella dan Doni berjalan kearah mereka berdiri.
"Mampus kau Rizal aku beberkan rahasiamu pada Rosa kalau kau sering ba**** dengan foto Rosa kalau tidak mengakui perasaanmu padanya!" ancam Arya nyengir kuda.
"Ayolah bro, katanya sahabat sejati kok umbar umbar aib orang!'' ucap Rizal.
"Bodo amat! aku tidak peduli juga!" jawab Arya.
"Tapi aku takut dia gak suka sama aku!" ucap Rizal.
"Ck kau itu pria atau wanita sih? cuma sekedar di tolak aja takut!" ucap Arya.
Rizal hanya diam tanpa menjawab ucapan Arya.
"Ya sudah kalau kau mau aibmu ku bongkar." ucap Arya saat ingin berjalan ke tempat Rosa dan Stella menunggu jemputan. Sedangkan Doni sedang berjalan ke arah Arya.
"Iya iya aku akan ucapkan!" ucap Rizal kesal karena terpojok.
Arya hanya tersenyum dan menaiki motornya untuk bersiap pulang ke apartemen.
"Kau mau kemana?" tanya Doni pada Rizal.
"Bacot kau berangkat dulu ke apartemen Arya nanti aku susul." ucap Rizal.
"Woke!" jawab Doni karena sedang bahagia.
Saat Arya ingin menghidupkan mesin motornya dia mendengar Rizal berteriak histeris entah karena apa.
Masa bodoh dengan itu yang penting pulang dan mandi pikir Arya.
Arya menghidupkan mesin sambil memaki sarung tangan untuk memanaskan mesin motor yang dari pagi hingga sore hanya bertengger di bawah pohon.
Setelah merasa cukup Arya langsung berangkat pulang dan melewati Rizal, Rosa dan Stella yang sedang bahagia.
Tin..
"Jaga nafsumu Rizal jangan sampai melakukan hubungan diluar nikah!" teriak Arya menancap gas dibarengi mobil Doni dari belakang.
'Benar aku harus menahan diri agar tidak berhubungan intim dengan Rosa sebelum menikah.' ucap Rizal dalam hati.
"Kalau begitu apa kamu mau aku antar?" tanya Rizal.
"Tidak usah terlalu memanjakan ku aku pulang bersama dengan Stella saja." jawab Rosa.
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu." ucap Rizal.
"Hati hati dijalan." ucap Rosa.
Rizal melajukan mobilnya dengan perasaan bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Rosa aku sarankan kamu agar tidak mempermainkan perasaan Rizal." ucap Stella.
"Siapa juga yang berniat seperti itu? aku ini sudah berubah ya!" ucap Rosa kesal.
"Syukurlah kalau pikiranmu sudah terbuka dan sudah berubah." ucap Stella.
"Aku sedang serius mencari pasangan hidup Ste, jadi jika Rizal ingin serius aku juga akan melakukannya. Toh aku juga masih perawan belum tersentuh sedikitpun." ucap Rosa.
"Iya iya aku percaya padamu." ucap Stella.
...****************...
Saat ini Arya dan Doni sedang memasak makanan untuk makan malam sambil menunggu Rizal yang dari tadi belum sampai.
"Ternyata memasak menyenangkan juga ya." ucap Doni puas dengan hasil masakannya.
"Kalau kau suka nanti aku beri buku resep buatanku sendiri untuk kau belajar masak di rumah." ucap Arya menyiapkan makanan diatas meja makan.
"Aku mau itu!" ucap Doni semangat karena dia juga memiliki banyak waktu luang dirumah.
Arya masuk ke kamarnya dan mencari buku resep miliknya untuk diberikan pada Doni. Tak lama Arya keluar kamar membawa sebuah buku tulis dan memberikannya pada Doni.
"Ini bawalah, didalamnya ada resep makanan berat dan ada juga makanan penutup." ucap Arya menyodorkan buku tulis itu pada Doni.
"Woke!" jawab Doni.
Hingga akhirnya Rizal datang dengan wajah penuh kegembiraan. Mereka pun langsung makan malam karena sudah sangat lapar.
__ADS_1
Setelah makan malam mereka bermain sepak bola di PS 3 hingga tengah malam Doni dan Rizal tidur di kamar tamu sedangkan Arya tidur di kamarnya sendiri.