
Keesokan harinya
Setelah olahraga dan mandi Arya langsung memasak sarapan karena dari kemarin siang hingga pagi ini tidak makan.
Setelah selesai memasak Arya langsung memakannya sampai habis tak tersisa.
"Status!" ucap Arya duduk di sofa ruang tamu sambil menonton kartun Spongebob.
Status
Nama: Arya Wiguna
Usia:18
Title: Ketua Geng The Kings
Job: -
Level: 200 (1078/100.000.000.000.000)
Beladiri:
-Karate
-Taekwondo
-Muaythai
Teknik:
-Teknik Pedang Kuno
-Teknik Tangan Kosong Kuno
Jurus:
-Pedang Naga Api
-Hujan Pedang Petir
-Tinjuan Maut
-Tusukan Pemusnah
-Dinding Pelindung
Poin Sistem: Unlimited
Kekayaan:
-Rp 51.007.001.100.000
-50% saham Corporate Group
-50% saham Zx Group
-65% saham Minuman Bersoda
Properti:
-Motor Kawasaki H2
-Motor Yamaha R1M
-Mobil Ferrari 488 Pista
-Mobil BMW M5
Inventori:
-Pedang Hitam
-Katana Merah
-Pedang Naga
-5 kotak Bronze
-2 kotak Emas
-2 kotak Platinum
-1 kotak Misteri
\=>Shop
\=>Gacha
Versi sistem 1.0
"Buka semua kotak yang aku punya." ucap Arya dengan mata berbinar.
[Membuka 5 kotak Bronze mendapatkan:
-2× tiket gacha
-10% diskon shop
-Anjing German Shepherd
-Rp 500.000.000
-500 Batang Emas
Membuka 2 kotak emas mendapatkan:
-50% saham Trimarka Group
-Rp 1.000.000.000
-Dager Kematian
-Topeng Hannya
-10× Tiket Gacha
-50% diskon shop
Membuka 2 kotak Platinum mendapatkan:
-Mobil Lamborghini Aventador
-Mansion di Jl. Mawar No.53
-Motor Kawasaki Zx 10R
-Rp 100.000.000.000
Membuka 1 kotak Misteri mendapatkan:
__ADS_1
-Upgrade sistem ke 10.0
-Rp 50.000.000.000.000
-100% saham di AW Group
-Job Assassin
-Job Master Strategi]
"Cek status!" ucap Arya.
Status
Nama: Arya Wiguna
Usia:18
Title: Ketua Geng The Kings
Job: Assassin, Master Strategi
Level:200 (1078/100.000.000.000.000)
Beladiri:
-Karate
-Taekwondo
-Muaythai
Teknik:
-Teknik Pedang Kuno
-Teknik Tangan Kosong Kuno
Jurus:
-Pedang Naga Api
-Hujan Pedang Petir
-Tinjuan Maut
-Tusukan Pemusnah
-Dinding Pelindung
Poin Sistem: Unlimited
Kekayaan:
-Rp 101.108.501.100.000
-100% AW Group
-50% saham Corporate Group
-50% saham Zx Group
-65% saham Minuman Bersoda
-50% saham Trimarka Group
-500 Batang Emas
Properti:
-Mansion di Jl. Mawar No.53
-Motor Kawasaki H2
-Motor Yamaha R1M
-Motor Kawasaki Zx 10R
-Mobil Ferrari 488 Pista
-Mobil BMW M5
-Mobil Lamborghini Aventador
Inventori:
-Pedang Hitam
-Katana Merah
-Pedang Naga
-Dager Kematian
-Topeng Hannya
-12 tiket gacha
-10% diskon shop
-50% diskon shop
\=>Shop
\=>Gacha
Versi sistem 1.0
"Uangku seratus triliun!!! hahaha aku kaya aku kaya aku kaya!!!" ucap Arya sambil berjoget-joget.
[Kaya kalau tidak pernah berbagi buat apa tuan?]
"Iya juga ya? percuma kaya kalau tidak pernah berbagi. Beri aku saran untuk berbagi sistem." ucap Arya.
[Tuan bisa bersedekah di masjid, panti asuhan, asosiasi penanggulangan bencana alam atau pada pengemis dan rakyat miskin lainnya]
"Bagus juga saranmu sistem! karena suaramu pria jadi aku beri pilihan Sadeli, Mugeni, Joko, atau Ren! pilih salah satu." ucap Arya mengelus dagunya.
[Sistem memilih nama Ren agar tidak terlalu kuno]
"Kenapa tidak Sadeli saja? nama itu bagus loh!" ucap Arya.
[Sistem sudah mengunci jawaban sistem! jadi tidak bisa di ubah]
"Oke oke, kalau begitu gunakan kartu Upgrade sistem!" ucap Arya.
[Menggunakan kartu Upgrade! waktu untuk upgrade adalah 24 jam dan tuan tidak akan bisa menggunakan sistem selama upgrade]
"Tunggu keluarkan dulu anjingku!" ucap Arya.
__ADS_1
Tiba tiba dihadapan Arya muncul seekor anjing berumur 6 bulan berjenis German Shepherd dengan warna punggung hutan dan bagian bawah coklat.
[Sampai jumpa setelah upgrade tuan]
Suara sistem lenyap begitu saja dan Arya rencananya akan pulang ke rumah orang tuanya untuk menemui kedua adiknya.
Setelah selesai bersiap siap Arya langsung berangkat mengendarai motor H2 miliknya yang belum sama sekali Arya pakai.
Saat di jalan Arya tak sengaja menggeber motornya saat di lampu merah karena belum terbiasa dengan motornya itu.
Kejadian itu membuat mobil di sebelah Arya terpancing emosi karena terganggu dengan suara keras motor Arya.
"Minggir woy!!!" teriak pemuda yang mengendarai mobil Ferrari California merah.
Arya langsung minggir dan membuka helem serta sarung tangan nya. Pemuda yang keluar dari mobil itu ternyata adalah senior di kampus Arya yang terkenal arogan dan sombong karena ayahnya adalah petinggi di sebuah geng yang cukup berkuasa di Jakarta.
"Kenapa?" tanya Arya acuh.
"Apa kau tidak pernah berfikir jika suara kenalpotmu itu sangat mengganggu?" tanya pemuda itu dengan sedikit bernada tinggi.
"Bilang saja jika suara mobilmu kalah kencang dengan motorku, benarkan?" tanya Arya balik.
Pemuda itu hanya diam tak menjawab karena omongan Arya benar adanya.
"Sialan awas saja kau besok di kampus!" ucap pemuda itu langsung masuk ke mobilnya dan pergi tanpa pesan.
"Begitulah jika anak manja yang hanya bisa berlindung di bawah kekuasaan ayahnya." gumam Arya.
Tak mau memikirkan kejadian barusan, Arya kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah orang tuanya.
Arya mampir ke ATM terlebih dahulu untuk mengambil uang sebesar 20 juta untuk pegangan.
Saat keluar dari ATM Arya melihat seorang bapak tua yang terlihat kehausan dan kelaparan. Karena tidak tega Arya menghampirinya untuk bertanya-tanya.
"Permisi bapak mengganggu." ucap Arya sopan.
"Ada apa nak?" tanya bapak itu tersenyum paksa.
"Bapak sudah makan?" tanya Arya.
"Belum nak dari pagi tadi saya belum makan, memangnya ada apa nak?" tanya bapak itu balik.
"Mau saya belikan makan? kebetulan di sebrang ada rumah makan padang." ucap Arya.
"Apa tidak merepotkan nak?" tanya Arya.
"Tidak apa apa pak, kalau bisa temannya diajak biar sekalian saya belikan." jawab Arya.
"Kalau begitu belikan saja sepuluh bungkus nanti bapak bagikan pada teman teman bapak." ucap bapak itu tersenyum bahagia.
"Baiklah kalau begitu saya belikan dulu bapak tunggu disini." ucap Arya meninggalkan bapak itu dan pergi ke rumah makan Padang di sebrang jalan untuk membeli makan.
30 menit kemudian Arya keluar dari rumah makan padang itu dengan membawa dua kresek besar yang berisi nasi padang.
"Ini pak nasi dan minuman nya, nanti dibagikan ke temen temen bapak ya. Dan ini ada rejeki sedikit buat makan beberapa hari ke depan." ucap Arya memberikan uang sebanyak lima ratus ribu.
"Terimakasih nak semoga sehat selalu dan dilimpahkan rejekinya." ucap bapak itu terharu.
"Iya pak, kalau begitu saya pergi dulu ya pak permisi." ucap Arya.
Arya kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah orang tuanya untuk mengajak dua adiknya berlibur.
Setelah sampai Arya langsung memarkirkan motornya dan berjalan ke pintu rumah dengan santai.
Brak..
Putri keluar rumah dan berlari memeluk Arya dengan menangis sejadi-jadinya karena rindu dengan Arya.
"Putri kenapa?" tanya Arya kaget..
"Kakak jangan pergi lagi ya, Putri kangen sama kakak!" ucap Putri sambil menangis.
"Kok gitu? kan setiap minggu kakak bakal kesini nemuin Putri." ucap Arya mengelus pucuk kepala Putri.
"Putri nggak boleh gitu nak, besok kamu kalau sudah besar juga bakalan seperti kakakmu. Pergi meninggalkan keluarga untuk mencapai mimpinya." ucap Titi didepan pintu.
"Udah Putri jangan nangis lagi ya, nanti kakak belikan es teh." ucap Arya menahan tawa.
"Ih kakak!!! kalau adiknya nangis harusnya beliin es krim dong!" teriak Putri.
"Hahahaha!" Arya dan Titi tertawa karena sifat Putri yang lucu menurut mereka.
"Masuk dulu nak nanti lagi bicaranya biar kakakmu makan siang dulu." ucap Titi.
Arya dan Putri masuk kedalam rumah dan makan siang karena jam sudah menunjukkan pukul 12.00 dan waktunya makan siang.
"Andi mana yah?" tanya Arya sambil mengambil lauk.
"Nginep di rumah Ruli sama Bian buat ngerjain tugas katanya." jawab Arif.
"Padahal mau Arya ajak jalan jalan lagi." ucap Arya menghela nafas panjang.
"Sama Putri dan ibukmu aja, ibukmu sudah lama tidak jalan jalan ke mall." ucap Arif.
"Ayah gak ikut?" tanya Arya.
"Boleh?" tanya Arif.
"Ikut aja gak papa itung itung liburan keluarga." jawab Arya.
"Oke!" jawab Arif senang.
Setelah makan mereka pun berangkat ke mall menggunakan mobil yang ada di rumah orang tua Arya.
Ibu dan ayah Arya membeli beberapa pasang baju santai dan baju untuk berpergian. Namun untuk Putri dia hanya ingin makanan tidak mau membeli baju atau pakaian yang lainnya.
Mereka semua pulang saat adzan Maghrib berkumandang dan saat sampai di rumah mereka melihat Andi tidur di kursi teras bersama dua temannya.
"Ndi bangun makan dulu ajak dua temanmu sekalian." ucap Arya membangunkan Andi dan dua teman Andi.
"Hoamm...dari mana sih kok lama banget pulangnya?" tanya Andi.
"Jalan jalan." jawab Arya.
"Ohh bawa oleh oleh dong harusnya." ucap Andi.
"Ayah baru nurunin itu sekalian kasih temenmu itu tadi kakak beliin juga." ucap Arya duduk di sofa ruang tamu.
"Makasih kak." ucap kedua teman Andi.
"Santai aja lah." ucap Arya menghidupkan TV dan melihat film.
Karena bosan Arya pamit pada orang tuanya untuk pulang ke apartemen.
"Ayah aku pulang dulu ya, tadi aku udah transfer uang ke rekening ayah buat bikin usaha kecil." ucap Arya.
"Oh ya udah kalau begitu ayah usahakan biar uangmu bermanfaat dan hati hati dijalan ya." ucap Arif.
"Okelah kalau begitu aku pulang dulu." ucap Arya berlalu pergi meninggalkan rumah orang tuanya.
__ADS_1