
Pukul 15.00
Kring..kring..kring..
"Hallo ada apa Ken?" tanya Arya.
"Bos ini si Darso mau diapain?" tanya Keny.
"Ck bunuh aja terus buang ke tengah laut atau apalah terserahmu mau diapain." jawab Arya.
"Oke bos." ucap Keny memutus panggilan.
Setelah menutup panggilan telepon Arya pergi ke kamar untuk mengerjakan tugas yang di berikan pak Ruben siang tadi.
Pukul 18.00
Arya baru selesai mengerjakan tugas yang diberikan pak Ruben. Setelah selesai Arya langsung mengirim hasil tugasnya pada pak Ruben melalui wa.
Setelah mengirim tugas, kemudian Arya pergi mandi supaya tubuhnya segar kembali. Selesai mandi Arya keluar kamar dengan memakai pakaian santai dan berjalan menuju dapur.
Arya di dapur sedang menyiapkan bumbu bbq resep buatannya sendiri. Dan saat itu juga Arya baru ingat jika kedua anjingnya belum di beri makan dari pagi tadi.
Buru buru setelah selesai membuat bumbu Arya langsung mengambil kunci mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen miliknya.
Arya hanya membutuhkan waktu 35 menit untuk sampai di apartemennya. Setelah memarkirkan mobilnya Arya langsung berjalan cepat menaiki lif untuk naik ke lantai dimana apartemen Arya berada.
Setelah lif terbuka Arya langsung berlari menuju pintu apartemen nya dan membukanya dengan terburu buru.
Saat masuk Arya melihat kedua anjingnya masih sehat dan aktif. Arya merasa lega karena dua anjingnya madih sehat dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Arya langsung memberi makan dua anjingnya itu dan sambil menunggu mereka selesai Arya mencari list anjing yang beberapa hari lalu baru dia beli di pet shop.
"Nah ini dia!!!" ucap Arya.
Kring..kring..kring..
"Hallo ada apa don?" tanya Arya.
"Kau dimana? aku sama Rizal dah sampai di rumahmu tapi kata ibumu kau tadi pergi terburu buru." jawab Doni.
"Tunggu sebentar, aku lagi di apartemen ambil anjingku." ucap Arya.
"Cepetan ya!" ucap Doni sedikit kesal menutup telepon.
Setelah menyimpan teleponnya Arya langsung memasang kedua list anjingnya pada Ciko dan Cici. Setelah selesai arya mengajak keduanya keluar apartemen dan masuk kedalam mobil.
Arya melajukan mobilnya demgan kecepatan penuh agar lebih cepat sampai kerumah. Dalam waktu 25 menit arya sudah sampai di rumahnya dan langsung menyuruh satpam untuk membukakan gerbang.
Setelah terbuka Arya langsung memarkirkan mobilnya di garasi. Selesai parkir Arya mengambil dua list yang mengikat Ciko dan Cici. Arya membawa keduanya masuk kedalam rumah sambil mengenalkan setiap sudut rumah pada keduanya.
"Rosa ama Stella gak ikut kah?" tanya Arya saat memasuki ruang tamu sambil membawa dua anjing.
"Katanya sih setengah sembilan datangnya." jawab Doni.
"Joni? Faris?" tanya Arya.
"Lagi beli daging mereka, katanya biar gak kurang soalnya banyak yang ikut." jawab Rizal.
"Sama pacarnya kah?" tanya Arya.
"Ya iyalah!" jawab Arif ayah Arya.
'Ih nyindir!!' batin Arya.
Arya melepaskan list yang mengikat Ciko dan Cici supaya mereka bebas bermain dimana saja karena Arya tidak pernah membawa mereka berdua keluar dari area apartemen.
"Ini anjing siapa nak?" tanya Titi ibu Arya sambil mengelus kepala Cici.
"Punya Arya lah buk, kalau bukan punya Arya punya siapa lagi." jawab Arya.
"Ibuk kirakan punya temen kamu yang dititip ke kamu gitu." ucap Titi.
__ADS_1
Arya hanya diam dan pergi mengambil camilan dan minuman' di dapur.
"Putri mana tante?" tanya Doni sambil mengambil camilan yang di bawa Arya.
"Lagi ngerjain PR, katanya PRnya banyak hari ini." jawab Titi.
"Terus Andi mana?" tanya Doni.
"Di kamarnya sama Ani gak tau lagi ngapain." jawab Titi.
Doni hanya tertawa ketika mendengar jawaban ibu Arya.
'Plak!'
"Pikirannya tolong dijaga!" ucap Rizal.
"Don don pikiranmu itu lho...." ucap Arya menggelengkan kepala.
Doni tidak menjawab dan hanya bisa nyengir kuda.
Tak lama dari situ faris dan yang lainnya datang dengan membawa dua plastik besar.
"Eh ada Desti juga to..." ucap Doni yang tidak tau jika Desti juga ikut.
"Iya dari pada di rumah sendirian." jawab Desti.
"Loh orang tuamu kemana?" tanya Rizal.
"Pergi ke jogja, katanya ada pertemuan keluarga disana." jawab Desti.
Rizal hanya bisa ber-oh ria saat mendengar jawaban Desti.
"Dimana pangganganmu?" tanya Arya pada Rizal.
"Di taman belakang deket kolam ikan." jawab Rizal.
Arya langsung berjalan ke halaman belakang mansion untuk menyiapkan bara api untuk membakar daging.
"Yang banyak sekalian buk!" jawab Arya yang sedang menata arang.
Setelah tertata Arya menghidupkan api untuk membakar arang supaya menjadi bara api.
Sambil menunggu Arya menyuruh yang lainnya untuk memarinasi daging dan yang lainnya dengan bumbu yang sudah arya siapkan.
"Don semua daging yang kamu bawa terus kau potong dadu terus rendam pakai bumbu yang ada di meja makan." ucap Arya.
"Semua?" tanya Doni.
"Ya terserah mu, mau sebagian atau semua." jawab Arya.
"Iya iya!" ucap Doni pergi mengambil daging yang ada di bagasi mobilnya.
Yang lainnya pun ikut pergi ke dapur untuk membantu memarinasi daging yang mereka bawa.
30 menit kemudian
Setelah 30 menit Arya membawa semua daging yang sedang di marinasi ke halaman belakang untuk dibakar. Sebelum membakar daging Arya menambahkan sedikit arang supaya bara api lebih banyak.
Masing masing dari mereka mempunyai tugas yang diberikan Arya. Ada yang menyusun meja dan kursi, ada yang mencuci piring baru, ada yang mencuci gelas, ada yang membantu Arya membakar daging, ayam, ikan dan lain lain.
"Kenapa ini dagingnya semua di jadikan sate?" tanya Desti yang sedari tadi sedang membuat sate.
"Memangnya semua ya?" tanya Arya.
"Iya." jawab Desti.
"Gak papa pasti habis itu nanti." ucap Arya.
"Yakin?" tanya Desti ragu.
"Liat aja nanti pasti pada rakus makan dan nambah terus." jawab Arya.
__ADS_1
Desti hanya mengangguk dan melanjutkan tugasnya menusuk daging yang ada di baskom. Setelah selesai Desti duduk di kursi yang sudah rapi bersama yang lainnya.
Disisi lain Arya juga sudah hampir selesai dengan tugasnya yang melelahkan itu. Setelah Arya menyelesaikan tugasnya, dia memanggil Doni dan Rizal untuk membantunya membawa beberapa piring berisi sate dan sebagainya ke meja makan.
"Putri tolong panggil kak Andi sama kak Ani dikamar." ucap Titi.
"Siap bos!" jawab Putri.
Putri berlari kedalam rumah dan menuju kamar Andi dan Ani. Putri mengetuk pintu kamar Andi dan Ani dengan keras supaya terdengar dari dalam.
"Ada apa putri?" tanya Andi mengantuk.
"Kakak diajak makan di halaman belakang!" jawab Putri sedikit berteriak.
"Kakak bangunkan kak ani dulu ya, nanti kakak nyusul ke halaman belakang kalau sudah siap." ucap Andi.
"Jangan menyesal kalau kehabisan lauk." ucap Putri sambil berlari keluar.
Saat Putri sampai di halaman belakang dia melihat semua orang belum menyentuh makanannya sedikit pun karena sedajg menunggu dirinya kembali.
"Kak Andi dimana putri?" tanya Arya.
"Katanya nanti menyusul kemari." jawab Putri duduk disamping Desti.
"Oh ya sudah kalau dia gak mau makan." ucap Arya.
"Kita langsung makan saja!" ucap Arif.
Mereka semua bergantian mengambil nasi yang ada di baskom besar. Ada yang banyak, ada yang sedang, ada juga yang sedikit.
"Putri mau makan apa biar kakak ambilkan." ucap Desti.
"Putri mau ayam, ikan, sama satenya tiga!" jawab Putri semangat.
Desti langsung mengambil lauk yang putri mau sekalian nasinya.
"Harus habis ya nasinya, kalau tidak habis nanti nasinya nangis loh." ucap Desti.
"Kak Desti tenang saja! Putri pasti bakal menghabiskan semua makanan yang ada di piring putri!" ucap Putri.
"Putri memang anak pintar!" ucap Desti sambil mengelus kepala Putri.
Mereka semua makan dengan nikmat dan di selingi canda tawa sudah seperti keluarga sendiri. Di sana juga ada satpam dan ART yang diajak Arya untuk makan bersama.
Saat sedang enak enak makan Andi dan Ani datang dengan wajah yang bahagia karena sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini.
"Jangan dihabiskan dong Putri!" ucap Andi.
"Salah siapa datang terlambat!" jawab Putri menggigit ayam bakar.
Semua orang tertawa terbahak bahak karena wajah Putri yang belepotan di penuhi kecap.
'Woog..wooggg...' Ciko dan Cici yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka makan mulai menggonggong karena ingin mencoba.
"Pak Eko tolong itu di kasih masing masing dua ayam." ucap Arya.
"Baik mas." jawab Pak Eko satpam mansion Arya yang memiliki sifat ramah dan baik namun memiliki kekuatan yang tidak bisa di anggap remeh.
Ciko dan Cici meloncat kesana kesini karena bahagia bisa mencoba makanan yang belum pernah mereka makan.
"Andi cepet ajak Ani makan! liat tuh dia udah kelihatan laper banget!" ucap Titi.
Andi langsung mengajak Ani duduk dan mengambilkan makanan yang dia suka. Mereka makan dengan lahap dan bahagia.
"Kalian mau nginep atau pulang?" tanya Arya.
"Nginep ajalah, lagian juga udah jam segini juga." jawab Rizal.
"Kalau gitu tidur di kamar atas aja, pisah ya! perempuan sendiri laki laki sendiri!" ucap Arya.
"Iya iya." jawab Rizal.
__ADS_1
Setelah itu mereka membereskan sampah yang tercecer di tanah. Selesai beres beres mereka pergi ke kamar yang sudah di siapkan untuk istirahat.