System Kesuksesan

System Kesuksesan
Episode 20


__ADS_3

Setelah merasa sudah mendingan Arya mengajak mereka untuk masuk ke ruang bawah tanah.


Saat melewati lorong yang minim penerangan mereka mendengar jeritan kesakitan yang sangat keras.


"Apa situasi disini selalu begini sayang?" tanya Stella pelan pada Doni.


"Namanya saja ruang interogasi, kamu belum saja melihat Arya yang menginterogasi." jawab Doni berbisik.


"Apa sebegitu menyeramkan?" tanya Stella pelan.


"Kamu tidak akan kuat melihatnya, jadi jangan bertanya tentang itu." jawab Doni.


Stella langsung terdiam sepanjang jalan, hingga akhirnya sampai di ruangan tempat Hani, ketua geng Cobra dan wanita satunya di interogasi.


"Bos!" ucap penjaga pintu.


"Bisa aku masuk?" tanya Arya.


"Silahkan tapi jika kedua wanita ini ingin masuk saya akan menyuruh bos Keny untuk berhenti dan membersihkan kotoran di dalam sebentar." jawab penjaga pintu dengan sopan.


"Suruh Keny membersihkan dengan cepat, aku takut kalau mereka melihat akan trauma." bisik Arya.


"Baik bos!" jawab penjaga pintu, kemudian dia masuk kedalam untuk membantu membersihkan kotoran didalam ruangan.


10 menit kemudian Keny dan penjaga pintu keluar dengan wajah santai.


"Ayo masuk semua kotoran sudah bersih dan udara juga sudah segar." ucap Keny.


Arya langsung masuk tanpa pikir panjang dan dikuti oleh kedua orang tua Doni dan dua sahabatnya bersama pacarnya masing masing. Serta Joni dan Faris yang juga ikut dibelakangnya.


Rosa dan Stella terkejut saat melihat ada Hani dan wanita disampingnya ternyata teman dekat mereka saat SMA dulu.


"Astaga Neni! kenapa kamu bisa disini?" tanya Rosa yang memang paling dekat dengan dia.


Neni hanya bisa menangis sesenggukan karena merasa bersalah pada kedua adiknya yang kini entah bagaimana nasibnya.


"Bagaimana? apa dia bersalah?" tanya Arya pada Keny di pojokan.


"Dari hasil penyelidikan ku di komputer dan disini semua sama persis, dia bergabung disini karena tidak ada pilihan lain. Adik perempuan dan adik laki lakinya di culik oleh ketua geng biadab ini untuk dijual organnya."


"Lalu?" tanya Arya.


"Karena ketua geng biadab ini tau jika kakak dua anak yang dia culik cantik, jadi dia memanfaatkan dua anak itu untuk dia jadikan jaminan jika wanita itu mau menjadi wanitanya maka dua adiknya tidak akan di jual organ dalamnya." jawab Keny.


"Apa dia masih suci?" tanya Arya.


"Tadi aku menyuruh pacarnya Draco untuk mengecek dan ternyata dia masih perawan bos. Prediksi ku dia hanya mau JB dan tidak mau tidur bersama jika diajak untuk berhubungan intim." jawab Keny.


"Ambilkan pisau dan air jeruk nipis." ucap Arya yang sudah sangat marah.


Keny langsung berlari mengambil barang yang dibutuhkan Arya.


Arya berjalan ke tempat ketua geng Cobra di rantai dengan membawa sebuah selang sepanjang 60cm.


'Plak..'


"Bangun bangun!" ucap Arya memukul punggung ketua geng Cobra dengan keras menggunakan selang.


"Arghhhh.." teriak ketua geng Cobra kesakitan.


"Namamu siapa?" tanya Arya.

__ADS_1


"Mau apa kau baj*****!" teriak ketua geng Cobra.


"Jawab dulu pertanyaan ku!" ucap Arya menyentil biji ketua geng Cobra.


"Darso! namaku Darso!" teriak Darso kesakitan karena bijinya di sentil.


"Apa kau sudah sunat?" tanya Arya.


"Sudah!" jawab Darso ketus.


"Kau mau tidak kalau aku sunat lagi?" tanya Arya.


"T-t-tidak a-aku tidak mau!!!!" ucap Darso tergagap.


Arya tidak berbicara lagi, dia sedang berfikir penyiksaan apa yang cocok untuk Darso. Namun tiba tiba Keny datang dengan membawa satu botol air jeruk dan belati yang biasa Arya gunakan untuk menyiksa musuh.


"Ini bos!" ucap Keny menyodorkan sebotol air jeruk dan belati bewarna emas pada Arya.


"Tolong buka celana nya." ucap Arya.


Draco, Joni dan Faris menahan tubuh Darso agar tidak bergerak sedangkan Keny melorotkan celana Darso.


Doni dan Rizal menutup mata pacarnya masing masing agar tidak melihat ******** Darso.


"Pakai sarung tangan dulu bodoh!" ucap Arya.


Mereka berempat langsung melepaskan pegangannya dan pergi mengambil sarung tangan.


"Pegang yang erat!" ucap Arya memegang titid Darso memakai sumpit karena jijik.


Setelah mengumpulkan tenaga Arya langsung menguliti titid Darso sampai terlihat **********. Dan itu membuat semua orang muntah terutama Arya.


"Ngilu bang***!" ucap Doni yang masih menutup mata Stella.


"Gak kebayang rasanya gimana itu!" ucap Faris.


"Kau mau coba kah?" tanya Arya.


"Tidak usah terimakasih! aku masih mau menikmati masa depanku dengan normal." ucap Faris.


"Lalu wanita ini mau diapakan bos?" tanya Draco menunjuk Hani.


Arya membisikkan pada Draco dan Keny rencananya.


"Wesss mantap!!!!! anak anak pasti senang!!!" ucap Draco tertawa.


"Sudah kau bawa kesana saja." ucap Arya.


Draco langsung menggendong Hani yang pingsan ke ruangan tempat anak buahnya berkumpul.


"Kalian silahkan keluar nanti aku akan menyusul, dan untuk laki laki ini tante serahkan saja padaku." ucap Arya.


"Tante percaya padamu Arya! tapi kalau sampai dia mengancam keluarga tante awas kamu!" ucap ibu Doni.


Setelah mereka semua keluar dan di dalam ruangan hanya tersisa Arya, Keny dan Neni.


"Jujur! ceritakan semua yang kau alami tanpa tambahan cerita!" ucap Arya tegas.


Neni yang ketakutan langsung menceritakan semua masalahnya dan asal mula dia bisa masuk ke geng Cobra dengan sejujur jujurnya.


Neni masuk ke geng Cobra karena dua adiknya yang diculik oleh komplotan Darso. Dengan iming-iming dua adiknya akan dibebaskan Neni terpaksa harus menjadi wanita penghibur Darso yang sudah paruh baya.

__ADS_1


Namun realitanya berbeda, setelah Neni menjadi wanita Darso dua adiknya tetap tidak di bebaskan. Malam dua adiknya dijadikan sebagai tawanan, jika Neni kabur maka dua adiknya akan di bunuh dan dijual organ tubuh nya.


Hingga akhirnya terjadilah peristiwa tadi dan Neni sudah putus asa dengan nasib dua adiknya.


"Aku harap kau berkata jujur tanpa di tambahi sedikitpun." ucap Arya.


"Lalu bos?" tanya Keny.


"Lepaskan saja dan bawa dia ke atas." ucap Arya berjalan keluar ruangan.


Arya berjalan menuju rumah yang biasa dia gunakan untuk santai dan merangkai rencana. Saat Arya masuk dia melihat semua orang sedang minum teh untuk menenangkan pikiran.


Arya dengan santai lewat didepan mereka dan masuk ke ruangan pribadinya untuk mengambil kunci motornya.


Arya memakai celana jeans-nya dan memakai Hoodie hitam serta sepatu Vans. Setelah siap Arya keluar ruangan dengan santai tanpa beban.


"Kau mau kemana?" tanya Rizal.


"Pulang." jawab Arya.


"Pulang kemana?" tanya Rizal.


"Ketempat ibuku lah." jawab Arya.


"Oke deh kalau begitu." ucap Rizal.


"Kalau mau nginep di lantai atas ada tiga kamar kosong atau di rumah sebelah masih kosong belum ada yang tempatin." ucap Arya sambil berjalan keluar.


"Oke bos!" jawab Doni.


Arya melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju Mansion miliknya yang ditempati keluarganya.


Sesampainya di Mansion tempat keluarga nya tinggal Arya langsung memarkirkan motornya di garasi bersama Lamborghini dan motor Zx- 10R.


Selesai parkir Arya langsung masuk ke dalam Mansion dan berjalan menuju kamarnya yang sudah di sediakan di lantai dua.


"Arya kesini dulu." panggil ibunya.


Arya berjalan ke ruang makan tempat ayah dan ibunya berbincang-bincang.


"Ada apa bu?" tanya Arya.


"Kamu udah makan belum nak?" tanya Titi ibu Arya.


"Enggak dulu deh bu, Arya lagi gak ***** makan malam ini." jawab Arya.


"Gimana kabar Hani?" tanya Arif ayah Arya.


"Dah lah yah gak usah omongin dia lagi." jawab Arya yang semakin memperburuk moodnya jika membicarakan Hani.


"Ya udah kamu istirahat sana besok baru ketemu Putri." ucap Titi lembut.


"Putri gak trauma kan?" tanya Arya.


"Dia baik baik saja malah sehat sehat saja, Ani yang kayaknya bakal trauma." jawab Titi.


"Ini suruh Ani minum pil ini biar tenang sedikit." ucap Arya mengambil satu pil di sakunya.


"Nanti ibuk kasih ke Ani." ucap Titi.


Setelah itu Arya langsung ke kamarnya dan tidur karena sudah sangat lelah.

__ADS_1


__ADS_2