System Kesuksesan

System Kesuksesan
Episode 13: Menjenguk Andi


__ADS_3

Saat pertandingan berakhir Doni dan Rizal kembali ke kamarnya karena sudah mengantuk. Namun Arya masih berada didepan TV bermain PS sendirian.


Hingga pada jam 03.00 Hani bangun karena merasakan tidak ada Arya di sampingnya. Hani keluar kamar dan mendengar Arya yang sedang bermain PS dengan asiknya.


"By tidur!" ucap Hani yang mengagetkan Arya.


"Sebentar ya by." jawab Arya spontan.


"Aku bilang tidur!" ucap Hani.


"Ini bentar lagi selesai." jawab Arya namun Hani hanya diam dan pergi mengambil minum.


Tak lama saat Hani datang Arya sudah membereskan semua sampah dan berniat tidur di sofa.


"Tidur dikamar by." ucap Hani.


"Iya iya." ucap Arya menurut dan mengikuti Hani masuk ke kamar.


Saat di kamar Arya berbaring di bagian paling pojok karena tidak enak dengan Hani.


"By peluk." ucap Hani manja.


'Gini amat ya kalau punya pacar.' batin Arya memeluk Hani hingga tidur.


Arya belum bisa tidur karena masih grogi dan joninya juga berdiri.


'Jon tenang ya, kapan kapan kamu bakalan ngerasain kok. Jadi tidur lagi ya Jon.' ucap Arya mengontrol nafsunya.


Setelah cukup santai Arya mencoba untuk tidur sambil memeluk Hani yang harum itu.


Keesokan paginya


Arya bangun pagi dan menjalan kan misi harian dari sistem tanpa hadiah karena sudah terbiasa dan kini ototnya mulai terisi walaupun tidak seperti Ade Rai.


Selesai olahraga Arya lanjut mandi, selesai mandi Arya sarapan dengan sereal dan susu karena ingin mencoba sarapan orang kaya.


Selesai sarapan Arya melanjutkan game yang semalam karena satu misi lagi tamat. Namun baru saja ingin memulainya Hani keluar kamar dan memergokinya.


"Pagi pagi jangan langsung main game." ucap Hani.


Arya tidak menghiraukannya dan melanjutkan bermain game.


"Mau minum apa by?" tanya Hani.


"Teh anget aja." jawab Arya.


Hani langsung membuatkan teh hangat untuk Arya yang sedang bermain game. Setelah selesai membuat teh Hani mengantarkan ke meja ruang tamu dan tiduran di sofa sambil memainkan ponsel Arya karena ponselnya di sita ayahnya.


"Kamu mau beli ponsel ga by?" tanya Arya.


"Terserah kamu aja." jawab Hani.


"Nanti sekalian jenguk Andi di rumah sakit." ucap Arya.


Setelah game yang dimainkan Arya tamat, Arya menggantinya dengan kartun Spongebob sambil menunggu yang lainnya bangun.


Kring..kring..kring..


"By ada telepon dari Keny." ucap Hani.


Arya mengambil ponselnya dan mengangkat telepon dari Keny.


"Hallo ada apa?" tanya Arya.


"Bos aku sudah menemukan akar permasalahan dari pengeroyokan Draco." jawab Keny.


"Bagaimana ceritanya?" tanya Arya.


"Garis besarnya adalah Draco menjalin hubungan dengan wanita yang disukai anak petinggi geng Macan Putih. Dan ayah dari anak itu mengadu ke bosnya untuk mengeroyok Draco." jawab Keny.


"Apakah wanita itu adalah pacar dari anak petinggi geng Macan Putih?" tanya Arya berbisik agar Hani tidak mendengarnya.


"Wanita itu bahkan membencinya bos dan malah menyukai si pentol korek." jawab Keny.


"Nasehati pentol korek tolol itu agar lihat lihat jika ingin mendekati wanita. Aku tidak melarangnya untuk mendekati wanita tapi aku mau dia juga waspada untuk mendekati wanita." ucap Arya.


"Emang pentol korek bisanya nyusahin orang lain!" umpat Keny.


"Oh ya aku mau kau menyuruh anak buahmu untuk menjaga keluargaku dari jauh terutama ibu dan adik perempuanku." ucap Arya.


"Siap bos aku akan menjalankannya dengan sempurna." ucap Keny.


"Baiklah kalau begitu." ucap Arya menutup teleponnya.


Arya menyodorkan ponselnya ke Hani yang duduk menonton TV.


"Ada apa by?" tanya Hani.


"Biasa masalah restoran." jawab Arya santai.

__ADS_1


Hani hanya mengangguk paham dan kembali bermain ponsel.


'Ren apa kau mempunyai rekomendasi ponsel canggih?' tanya Arya.


[Saya sudah mengirimkan ponsel paling canggih dengan baterai Unlimited, kuota tidak habis habis dan jaringan yang sangat cepat. Tuan tinggal menunggu kurir yang mengantarkan]


'Woke!' ucap Arya senang.


Ting tong..


Arya pergi membuka pintu dan dia melihat pelayan apartemen membawa sebuah paket.


"Maaf mas mengganggu ini ada paket untuk mas Arya Wiguna." ucap pelayan.


"Oh saya sendiri." jawab Arya.


"Ini paketnya silahkan." ucap pelayan.


"Terimakasih banyak mbak." ucap Arya memberikan tip.


Arya kembali masuk kedalam dan membuka paket tersebut.


"By kamu pakai ponsel itu saja ya by." ucap Arya.


"Kenapa memangnya?" tanya Hani.


"Aku baru beli ponsel soalnya, tapi kalau mau beli juga ga papa nanti sekalian." jawab Arya.


"Enggak usah beli lagi ini aja masih baru kok mau beli lagi." ucap Hani yang Minggu lalu mengantarkan Arya beli ponsel baru.


"Oh ya sudah kalau begitu." ucap Arya.


Arya langsung mendownload aplikasi yang dia butuhkan seperti WA, IG, YT dll. Tak lama Arya menerima paket Doni dan yang lainnya keluar kamar dengan pakaian santai.


"Sarapan pakai sereal ya, aku sedang malas masak." ucap Arya.


"Santai saja, kalau kau memasak sarapan malah merepotkan nanti." ucap Stella.


"Nanti aku mau menjenguk Andi sekalian liat rumahku yang baru jadi, kalian mau ikut gak?" tanya Arya.


"Ikut aku mau lihat rumahnya, kalau besar aku mau ikut tinggal disana aja." jawab Doni yang diangguki Rizal.


"Jam 10 kita berangkat ya." ucap Arya.


"Woke!" jawab Doni.


Arya kembali fokus ke ponselnya yang sedang mendownload dua games yang sedang buming beberapa tahun ini.


"Katanya sih akhir tahun ini." jawab Rizal.


"Memangnya diapain sih?" tanya Doni.


"Di remaster Don." jawab Rizal.


"Ohh." ucap Doni.


Doni dan Rizal melanjutkan sarapannya hingga habis tak tersisa.


"By hospot dong." ucap Hani pada Arya.


"Dah yang namanya C1+ password-nya pentol kadal tanpa spasi." jawab Arya.


"Makasih by." ucap Hani.


Doni dan lainnya hanya bengong saat mendengar percakapan Arya dan Hani barusan.


Pukul 10.00


Arya dan yang lainnya sudah berpakaian rapi dan sudah siap untuk berangkat.


"Sudah semua?" tanya Arya.


"Nanti mampir ke toko buah ya." jawab Rosa.


"Oke!" ucap Arya.


Mereka keluar apartemen dan menuju parkiran mobil, Arya bersama Hani, Doni bersama, Stella, dan Rizal bersama Rosa.


Mereka menggunakan mobil masing masing dan berangkat menuju rumah sakit yang merawat Andi.


Kebetulan sekali didepan ATM ada penjual buah-buahan, Arya langsung memarkirkan mobilnya di depan ATM untuk mengambil uang.


"By kamu beli buah-buahan ya, aku mau ambil uang sebentar." ucap Arya.


"Oke!" jawab Hani dengan senyum manis.


Arya masuk ke ATM untuk mengambil uang 20 juta sebagai pegangan jika dibutuhkan. Setelah selesai Arya menghampiri Hani untuk menyerahkan uangnya.


"Udah?" tanya Arya.

__ADS_1


"Uangnya mana? tinggal bayar doang." jawab Hani.


Arya mengeluarkan uang 200 ribu dan menyodorkan pada penjual buah.


"Kembaliannya buat bapak aja." ucap Arya.


"Makasih mas." jawab penjual buah.


Setelah itu Arya kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Arif ayah Arya sudah berada di warkop menunggu Arya datang.


Saat melihat mobil Arya parkir Arif langsung membayar kopinya dan menghampiri Arya di parkiran.


"Rame juga ya." ucap Arif.


"Gimana kondisi Andi yah?" tanya Arya.


"Dah membaik semalam juga baru di jahit." jawab Arif yang sejak tadi menatap Hani.


"Ayah kenalin ini Hani namanya, Hani ini ayahku." ucap Arya seolah tau tatapan Arif.


"Calon mantu ya?" tanya Arif dengan muka bahagia.


"Om bisa aja hehe." jawab Hani malu.


"Jangan panggil Om, panggil ayah oke!" ucap Arif.


"Baik yah." jawab Hani.


"Nah nah nah kan enak gitu loh." ucap Arif.


"Sudah nanti lagi kenalannya Arya mau lihat keadaan anak bodoh itu dulu." ucap Doni kesal.


"Ya benar anak bodoh itu memang harus dikasih pelajaran!" ucap Rizal sama sama kesal.


"Ayo kita pukuli anak bodoh itu!" ucap Arif berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Arya hanya menggeleng lemah karena kelakuan ketiga pria ini jika sudah bertemu. Hani, Rosa dan Stella hanya bisa tertawa dengan kelakuan ketiga pria itu.


Saat berada di ruangan Andi, Arya, Arif dan kedua sahabatnya masuk dengan muka emosi.


"Ibu tolong aku." ucap Andi ketakutan.


"Maaf nak ibu tidak bisa menolongmu kali ini, jadi bersabarlah jika tinggal lebih lama lagi di sini." ucap Titi putus asa.


"Matilah aku!" ucap Andi gelisah.


"Bagaimana kabarmu Andi?" tanya Doni menyeringai.


"T-t-tidak b-baik kak." jawab Andi gagap.


"Apa enak terluka?" tanya Arya.


"T-tidak." jawab Andi menelan ludah dengan kasar.


"Bagaimana kalau kita keluar saja anak-anak cantik." ucap Titi.


"Baik Tante." jawab Hani.


"Jangan panggil tante, panggil ibu atau mama. Ibu tau kamu pacaran dengan Arya kan? jadi jangan panggil tante kalian juga." ucap Titi.


"Baik ma." jawab ketiganya.


Setelah keempat wanita itu keluar Arya dan yang lainnya memukuli Andi hingga bonyok bonyok dan teler.


"Kalau kau berani tawuran lagi maka akan lebih dari ini." ucap Rizal.


Andi hanya mengangguk pelan karena sudah sangat pusing. Tak lama dokter datang karena panggilan Titi.


"Dokter jangan bertanya kenapa ini terjadi oke! ini terjadi karena dia sudah menyusahkan orangtuanya dan susah untuk di nasehati. Jadi ini adalah jalan satu-satunya." ucap Doni membungkam mulut dokter yang baru masuk.


"Oke oke." jawab dokter.


Selagi Andi di obati Arya dan yang lainnya keluar ruangan dengan wajah puas setelah memukuli Andi.


"Ayah sudah makan belum?" tanya Arya.


"Belum." jawab Arif.


"Ayah dan ibu pergi makan dulu biar Arya dan teman teman yang menjaga Andi." ucap Arya.


"Baiklah kalau begitu ibu titip Andi sebentar ya nak." ucap Titi.


"Mama makan siang dulu biar kami yang menjaga Andi bodoh itu!" ucap Doni.


"Mama titp Andi dulu ya Doni." ucap Titi pergi ke kantin rumah sakit bersama Arif.


Arya dan teman temannya masuk ke ruangan Andi setelah dokter selesai mengobati Andi. Hani dan dua temannya terkejut saat melihat keadaan Andi yang di penuhi perban.

__ADS_1


"Makanya kalau sudah sekali di peringati jangan malah menantang." ucap Rosa.


"Maafkan aku kak." ucap Andi menyesal.


__ADS_2