
Keesokan paginya
Arya hari ini bangun pukul 10 siang dan tidak melakukan olahraga karena terlalu lelah. Setelah bangun arya langsung mandi karena merasa tubuhnya tidak enak.
Selesai mandi Arya keluar kamar dan berjalan ke meja makan untuk sarapan.
"Kamu gak kuliah nak?" tanya Titi ibu arya.
"Arya dah ijin sama pak Ruben kalau hari ini gak masuk kelas." jawab Arya sambil mengambil ayam goreng.
Titi hanya mengangguk paham saat mendengar jawaban anaknya. Arya makan dengan lahap masakan ibunya karena sangat lapar dari malam belum makan sedikit pun.
Selesai makan Arya duduk di ruang keluarga sambil main games di ponselnya. Tepat pukul11 putri datang bersama Arif ayah Arya.
"Kakak!!!" teriak Putri berlari memeluk Arya.
"Putri baik baik sajakan?" tanya Arya membalas pelukan adik tersayangnya.
"Putrikan anak hebat jadi gak kenapa kenapa!" jawab Putri bangga.
"Syukurlah kalau begitu." ucap Arya lega.
Setelah itu putri pergi kekamarnya untuk ganti baju supaya ibunya tidak marah marah karena bajunya kotor.
Kring..kring..kring..
"Hallo ada apa don?" tanya Arya mengangkat telepon Doni.
"Kenapa gak masuk?" tanya Doni yang sedang berada di kantin karena saat itu adalah waktu istirahat.
"Capek bro semalem jadi males berangkat." jawab Arya.
"Hilih ******!" ucap Doni.
"Ada apa telpon aku?" tanya Arya.
"Kau di cariin Desti!!" ucap Rosa menyambar.
Arya hanya menggelengkan kepala saat mendengar ucapan Rosa barusan.
"Ada apa sih cepetan? aku kebelet berak soalnya!" ucap Arya.
"Hari inikan malam minggu jadi mau gak barbecuean di mansionmu?" tanya Rizal menyaut ponsel Doni.
"Kalo kalian yang modal bahan mau aku." jawab Arya.
"Bumbunya?" tanya Rizal.
"Bumbunya disini ada kalian tinggal beli daging, sosis sama panggangannya." jawab Arya.
"Deal! nanti jam setengah tujuh aku kesana sekalian bawa panggangannya." ucap Rizal.
"Ajak aja sekalian keluargamu." ucap Arya.
"Nanti gampang kalo mau." jawab Rizal.
"Oks!" ucap Arya mengakhiri teleponnya.
Setelah itu Arya pergi kekamar untuk mengambil jaket.
"Kak Arya mau kemana?" tanya Andi.
"Supermarket." jawab Arya.
"Nitip dong cendol yang di depan supermarket buat Ani." ucap Andi.
"Kalo gak ada?" tanya Arya.
"Es cincau." jawab Ani dari dapur.
__ADS_1
Arya mengacungkan jempolnya dan mengambil kunci mobil bmw m5 yang dia berikan pada ayahnya. Tiba tiba Putri yang tadi berada di dapur membantu ibunya berlari menyusul Arya di parkiran karena ingin ikut.
"Kak putri boleh ikut?" tanya Putri ngosngosan.
"Masuk tapi Putri harus nurut sama kakak kalau mau ikut." jawab Arya.
"Putri janji bakal nurut sama kak Arya!" ucap Putri serius.
Setelah Putri masuk dan memakai sabuk pengaman, Arya langsung melajukan mobilnya ke supermarket dekat kosan Neni dulu.
Sesampainya di supermarket Arya langsung mengambil troli untuk tempat menaruh barang.
"Putri mau beli apa?" tanya Arya.
"Apa aja yang putri mau?" tanya Putri balik.
"Apa aja, maksimal 5 barang dan tidak boleh coklat atau permen." jawab Arya.
"Oke bos!" ucap Putri yang berjalan di samping Arya sambil menggenggam baju Arya dengan erat.
Pertama tama Arya dan Putri pergi ke bagian bumbu untuk membeli bumbu bbq sekaligus saus bbqnya. Setelah komplit Arya dan Putri pergi ke bagian camilan dan minuman berasa.
Putri disana clingak clinguk memilih camilan dan minuman yang akan dia beli. Arya memilih beberapa camilan favoritnya dan minuman teps, minuman dengan soda yang lebih kuat dari sprit dan sebagainya.
Saat itu sedang memilih beberapa minuman dan makanan lainnya Putri datang dengan 4 camilan dan 1 minuman rasa jambu di tangannya.
"Kak Arya ini belanjaan Putri." ucap Putri dengan imut.
"Sini masukkan ke troli dulu, kakak maaih belum selesai milih." ucap Arya.
Putri menaruh belanjaannya di bagian paling pojok troli supaya tidak tercampur dengan belanjaan kakaknya. Setelah selesai memilih Arya dan Putri pergi ke kasir untuk membayar belanjaan mereka.
"Totalnya 550 ribu rupiah kak." ucap kasir.
Arya mengeluarkan uang 600 ribu dan memberikan pada kasir untuk membayar belanjaannya. Setelah selesai membayar belanjaannya Arya keluar supermarket dengan menenteng dua palstik besar di tangannya dan Putri yang membawa satu kantung plastik sedang.
"Bang cendolnya 6 bungkus semua, yang satu gulanya jangan banyak banyak." ucap Arya.
"Siap!" ucap pedagang cendol.
10 menit kemudian semua cendol pesanan Arya sudah siap dan tinggal membayar saja.
"Berapa bang?" tanya Arya.
"Empat dua aja." jawab pedagang cendol.
Arya memberikan uang seratus ribu pada pedagang cendol tersebut.
"Gak ada uang pas mas?" tanya pedagang cendol.
"Kembaliannya buat abang aja." jawab Arya mengambil plastik berisi cendol.
"Yang bener nih mas?" tanya pedagang cendol.
"Ambil aja." jawab Arya.
"Makasih mas!" ucap pedagang cendol gembira.
"Saya jalan dulu yak!" ucap Arya.
"Oh ya hati hati dijalan mas!" jawab pedagang cendol.
Arya masuk kedalam mobil dan menaruh plastik berisi cendol di kursi belakang.
"Putri nanti main ponselnya jangan sering sering ya, kalau ketahuan sering main ponsel kakak ambil lagi nanti ponselnya." ucap Arya sambil menyetir mobil.
"Iya kak putri janji bakal tetep belajar dengan giat!" ucap Putri.
Arya hanya mengangguk dan kembali fokus ke jalan karena saat itu lalu lintas sedang padat padatnya. Sesampainya di mansion, Arya langsung turun dan mengambil belanjaannya di kursi belakang.
__ADS_1
Sedangkan Putri sudah lari masuk sambil menenteng plastik putih di tangannya. Sedangkan Arya berjalan masuk dengan menenteng empat kantong plastik di tangannya.
"Ndi tolong kakak!!" teriak Arya.
Andi berlari keluar kamar dan menghampiri kakaknya yang sedang kesulitan membawa belanjaan. Andi membawa dua kantung plastik yang berisi cendol sedangkan Arya membawa dua kantong plastik besar berisi camilan dan minuman untuk nanti malam.
"Taruh mana nih?" tanya Andi.
"Taruh meja makan aja, terus itu yang ada karetnya punya Ani." ucap Arya.
Andi mencari gelas cendol yang ada karetnya untuk dikasihkan Ani yang sedang membantu ibnya memasak di dapur. Setelah ketemu Andi langsung memberikannya pada Ani yang dari tadi ngebet pingin cendol.
"Buk nanti malem gak usah masak." ucap Arya pada ibunya yang sedang memotong motong bawang di meja makan.
"Kenapa?" tanya Titi ibu Arya.
"Tadi Arya di telepon Rizal, katanya dia sama temen temen yang lain mau barbecue disini jadi dari pada makanan yang ibuk masak gak kemakan mending ibuk gak usah masak deh." jawab Arya.
"Ya udah kalau begitu." ucap Titi.
"Ayah kemana buk?" tanya Arya.
"Ke rumah pamanmu katanya." jawab Titi.
"Paman Beni kah?" tanya Arya.
"Iya katanya mau bahas pertemuan saudara minggu depan di rumah mbahmu di jogja sana." jawab Titi.
"Wah sekalian Arya mau cek peternakan baru disana." ucap Arya gembira.
"Kamu punya peternakan? peternakan apa nak?" tanya Titi terkejut.
"Sapi buk, lumayankan buat dijual pas hari raya besok." jawab Arya.
"Mbahmu itu seneng banget loh sama sapi apa lagi yang bobotnya 1 ton lebih wihh sueneng banget mbahmu nak." ucap Titi yang ikut bahagia.
"Besok Arya ajak deh mbah ke sana itung itung buat cuci mata." ucap Arya.
"Harus itu." ucap Titi.
Arya hanya tersenyum bahagia karena melihat ibunya bisa sesenang ini dan sebahagia itu saat mendengar anaknya telah sukses.
Setelah berbincang bincang sebentar dengan ibunya Arya berjalan ke ruang keluarga untuk menonton tv sambil menunggu makan siang tiba.
Kring..kring..kring..
"Hallo dengan siapa ini?" tanya Arya.
"Ini saya pak Edi pemilik 75% saham Maxs Oke ingin menawarkan 75% saham milik saya pada bapak." jawab pria bernama Edi dari telepon.
"Berapa harga yang bapak tawarkan?" tanya Arya ramah.
"15 triliun pak." jawab Edi.
"Deal!!" ucap Arya tanpa pikir panjang.
"Nanti nomor rekening saya kirim lewat wa ya pak Arya." ucap Edi lega.
"Oh iya." jawab Arya.
Arya sangat senang hari ini karena sudah bisa membuat orang tuanya bangga sekaligus mendapatkan 75% saham perusahaan besar ya walaupun saat ini perusahaannya sedang sedikit turun.
Arya mengirim uang pembayaran ke rekening yang sudah dikirimkan Edi melalui wa. Selesai mengirim uang Arya kembali menonton tv sambil makan camilan yang ada di atas meja.
Saat sedang seru serunya menonton Episode spongebob malah tiba tiba berganti berita dan itu membuat Arya ingin memukul tvnya menggunakan tongkat baseball.
Namun saat sedang kesal Arya mendengar jika berita tersebut menyiarkan kepindahan kepemimpinan CEO perusahaan Maxs Oke.
Karena berita tentang kepindahan CEO perusahaan Maxs Oke tidak berhenti Arya mengganti saluran tv menjadi upin ipin. Arya menonton tv sampai dia di panggil ibunya untuk makan siang.
__ADS_1