
Sudah seminggu sejak acara barbecuean di rumah Arya malam itu. Hari ini Arya sekeluarga serta Doni dan Rizal berangkat ke jogja untuk menghadiri acara keluarga yang di adakan setiap setahun sekali atau setahun dua kali.
Doni dan Rizal juga mengajak pacarnya masing masing sekaligus Desti yang juga di ajak Rosa dan juga Joni dan Faris yang di ajak Arya. Mereka memakai tiga mobil karena jika memakai dua mobil pasti tidak akan cukup.
Doni, Faris dan Joni satu mobil bersama pacarnya masing. Arif, Titi, Andi, dan Ani satu mobil paling depan. Sedangkan Arya, Rizal, Rosa, Desti dan Putri berada satu mobil di paling belakang bersama dua anjing Arya yang ikut ke jogja juga.
Mereka berangkat dari rumah Arya pukul 05.30 karena teman teman Arya sudah menginap semalam dirumah Arya agar tidak telat.
Arya juga beberapa waktu lalu sudah menyuruh kakek dan neneknya pindah ke rumah yang sudah di beli Arya yang dekat dengan peternakan milik Arya supaya bisa langsung di pantau oleh kakeknya sendiri. Dan rumah yang di beli Arya juga sangat besar jadi muat untuk keluarga yang ingin tinggal bersama demi merawat pasangan yang sudah menua itu.
Hingga setelah 8 jam perjalanan mereka semua akhirnya sampai di rumah kakek dan nenek Arya yang sangat mewah dan juga besar. Dan ternyata disana sudah berkumpul semua kerabat dekat maupun jauh dan sangat ramai.
"Wuihhh banyak banget sodaramu Ya!" ucap Rizal.
"Iyanih tumben kumpul semua." ucap Arya yang juga heran dengan suasana saat ini.
Setelah ketiga mobil yang di tumpangi keluarga Arya terparkir mereka keluar dengan wajah wajah bangun tidur.
"Wehhh cucu cucu kakek sudah datang!!!" ucap kakek Arya berlari memeluk Arya, Andi dan Putri secara bergantian.
"Anaknya sendiri loh di lupain!" gerutu Arif.
"Sini sini ibu peluk!" ucap nenek Arya yang memang paling menyayangi Arif.
"Ini siapa le?" tanya kakek Arya pada Doni dan Rizal yang memang selalu ikut Arya jika ke jogja dan sudah mengenal semua anggota keluarga Arya.
"Wah mbah kayak enggak pernah muda aja!" jawab Doni memeluk kakek Arya seperti keluarganya sendiri.
"Hahahaha..." kakek Arya hanya tertawa sambil memeluk Rizal yang berdiri di samping Doni.
"Loh ini siapa kok mbah ndak pernah liat." tanya kakek Arya dengan logat jawa.
"Kula Faris mbah rencange Arya.(saya faris temennya Arya)" jawab Faris dengan bahasa jawa halus.
"Wah pinter bahasa krama e nak Faris! kalau ini siapa namanya?" tanya kakek Arya yang senang karena rumahnya sangat ramai.
"Saya Joni mbah temennya Arya." jawab Joni mencium tangan kakek Arya.
"Ini pacar kalian berdua to?" tanya kakek Arya menunjuk dua orang wanita yang ada di samping Joni dan Faris.
"Iya mbah yang ini namanya Anggi pacar saya terus ini Anin pacarnya Faris." jawab Joni.
"Semoga langgeng ya le jangan berbuat berlebihan kalau lagi berduaan." ucap kakek Arya.
"Nggih mbah." jawab Joni dan Faris.
Arya sedari tadi hanya clingak clinguk mencari mobil saudara paling dekatnya disana.
"Kamu nyari apa to le?" tanya nenek Arya.
"Si Bimo mana mbah ti?" tanya Arya balik.
"Bimo belum dateng le kata ayahnya besok dateng." jawab nenek Arya.
"Owalah." ucap Arya.
Saat ingin masuk kedalam rumah Arya di cegah kakeknya karena masih ingin bertanya.
__ADS_1
"Mau kemana to kok buru buru?" tanya kakek Arya.
"Mau kedalem mau istirahat." jawab Arya.
"Sini dulu jawab pertanyaan mbah." ucap kakek Arya.
"Mbah mau tanya apa biar Arya jawab." ucap Arya sambil mengeluarkan dua anjingnya yang lupa dia keluarkan.
"Itu cewek yang di gandeng ibukmu siapa le?" tanya kakek Arya.
"Yang mana? yang kanan atau kiri?" tanya Arya.
"Dua duanya to! tanggung banget ngasih jawaban kok satu satu." jawab kakek Arya.
"Kalok yang kanan itu istrinya Andi yang dua bulan lalu itu loh mbah terus yang kanan itu temen kampus Arya, cantik to?" tanya Arya menaik turunkan alisnya.
"Pacarin cepetan le! mbah mau punya cucu yang pasangannya cantiknya kayak mbahmu waktu muda dulu!" ucap kakek Arya sambil menggoyang goyangkan lengan Arya.
"Sabar to mbah! cinta itu butuh waktu jadi jangan buru buru. Kemaren soalnya Arya baru putus mbah." ucap Arya.
"Mbah gak mau tau! seminggu ini kan kalian semua pada libur jadi harus nginep disini dan mbah harus denger kalok kamu dah pacaran sama dia!" ucap kakek Arya.
"Iya iya!" ucap Arya pasrah.
"Kata ibukmu kamu punya peternakan sapi le! mbah besok mau liat kesana ya!" ucap kakek Arya semangat.
"Iya sekalian Arya juga pingin cari truk buat angkut sapi sekaligus di modif biar mbois!" ucap Arya.
"Besok ya! ajak sekalian temen temenmu biar nambah pengetahuan baru." ucap kakek Arya sangat bahagia.
"Ayok masuk masuk kita makan makan dulu! kebetulan mbah ti lagi masak banyak!" ucap nenek Arya.
"Yes makan masakan nenek!" teriak Putri berlari memeluk neneknya.
"Jadi Putri udah enggak mau di masakin kakak ya?" tanya Arya.
"Bukan begitu kak Arya, Putri cuman kangen masakan nenek aja!" buru buru Putri klarifikasi tentang ucapannya barusan.
"Hahaha...." Mereka semua tertawa dengan tingkah putri yang menggemaskan itu.
Mereka pun masuk kedalam rumah mewah itu dengan wajah yang gembira karena rasa kekeluargaan yang sangat pekat disana.
Di dalam rumah ternyata sudah terbentang karpet untuk duduk dan sudah tersedia juga makanan khas jogja yaitu gudeg dan beberapa lauk lainnya juga tersedia disana. Dan disana juga sudah ada semua saudara dan saudari Arya yang duduk menunggu mereka masuk untuk makan.
"Kak Diki datang juga ya!" ucap Arif memeluk kakaknya yang sudah sangat lama tidak bertemu.
"Lama gak ketemu ya!" ucap Diki membalas pelukan Arif.
"Kakak kemana aja selama ini?" tanya Arif.
"Di kalimantan ngurusin tambak punya bapaknya Ririn yang di wariskan ke aku supaya bisa meneruskan perjuangannya katanya." jawab Diki.
"Syukur kalau masih sehat sehat aja." ucap Arif.
"Adiknya gak di gubris nih!" ucap pria setengah baya di samping Beni.
"Wih tumben dateng juga! biasanya ngurusin perusahaan di bali." ucap Arif memeluk adik paling kecilnya.
__ADS_1
"Aku dah keluar dari sana mas." ucap pria itu.
"Kenapa malah keluar?" tanya Arif.
"Aku sih rencananya mau ngurisin bapak sama ibuk disini sekalian jadi petani sesuai keinginan Nining yang pinginnya tinggal di jogja sekalian ngurusin bapak dan ibu yang kesepian." jawab pria itu.
"Memang Rasid yang dulu beda ama yang sekarang semenjak udah nikah!" ucap Diki memeluk adiknya.
"Harus lebih dewasa dong!" ucap Pria yang di panggil Rasid itu.
"Bagus tuh pakde! biar sekalian ngawasin peternakan Arya sama simbah yang kemungkinan setiap hari bakal kesana." ucap Arya tiba tiba.
"Memangnya dimana tempatnya?" tanya Rasid.
"Di samping lapangan itu loh pakde yang namanya Jaya Farm, terus kalok mau jemur sapi bisa di lapangannya soalnya udah arya beli sekaligus." ucap Arya.
"Wah Arya dah sukses ya sekarang!" ucap Nining istri Rasid.
"Itu juga hasil doa kalian selama ini dan hasilnya bisa dinikmati bersama." ucap Arya.
"Udah bicaranya nanti lagi sekarang makan dulu pasti kalian laper habis perjalanan jauh." ucap nenek Arya.
Mereka pun makan dengan nikmat di barengi pembicaraan yang mengandung tawa.
"Lek Diki itu si Gilang, Rudy sama Rendi kemana?" tanya Doni.
"Tidur katanya kecapean." jawab Diki.
"Terus si Gading sama Kolik?" tanya Doni.
"Hei nyariin ya!" terdengar suara pria dari arah dapur.
"Nah itu orangnya." ucap Rasid.
"Neni sama sarah mana lek Ben?" tanya Arya.
"Tidur juga mereka." jawab Beni.
"Makanya kok ndak ada suaranya dari tadi." ucap Arif.
Arya kembali melanjutkan makannya sambil melihat ponselnya kalau ada telepon dari Keny atau Draco.
"Neni sama Sarah itu umur berapa sih?" tanya Desti yang kebetulan duduk di samping Arya.
"Neni itu umur 7 keknya, terus kalau sarah umur 8 ya kan lek Ben?" tanya Arya.
"Neni baru kemarin umur 9 kalau Sarah masih umur 7." jawab Beni.
"Tuhkan denger sendiri dari ayahnya." ucap Arya pada Desti.
"Hemm..." Desti hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.
Selesai makan para bapak bapak semua kompak ke halaman belakang karena ingin berbincang bincang sedangkan para perempuan semua ikut mencuci piring dan untuk pria yang masih muda masih berada di tempat sekalian mengulur role kabel untuk bermain games bersama sama.
"Gass don!" ucap Arya setelah mengambil camilan di mobilnya.
"Oke!" jawab Doni.
__ADS_1