System Kesuksesan

System Kesuksesan
Episode 24


__ADS_3

Keesokan harinya


Arya bangun karena mendengar teriakan teriakan saudaranya yang masih kecil di luar. Saat Arya sedang mengucek matanya dia menengok kanan kiri dan melihat teman temannya masih tidur pulas dengan bantal yang menutupi kuping.


'An**** kebo semua!' batin Arya.


Arya berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk mandi agar badannya segar. Selesai mandi Arya berjalan ke dapur untuk membuat teh manis. Setelah itu Arya membawa tehnya ke teras untuk di minum sambil menikmati pemandangan di teras.


"Gini aja lo dah nikmat, apa lagi sambil ngerokok." ucap Arya.


"Jangan sering ngerokok, jaga kesehatan paru parumu." ucap Desti muncul tiba tiba di belakang Arya.


"Kan aku ngerokok di waktu tertentu doang gak setiap hari." ucap Arya.


"Itu sama aja ndi." ucap Desti.


"Ibuk mana?" tanya Arya.


"Di dapur lagi masak." jawab Desti.


"Kamu kenapa gak bantuin?" tanya Arya.


"Gak di bolehin sama ibukmu katanya itu urusan ibuk ibuk." jawab Desti.


"Lah kamu kan juga bakalan jadi ibuk ibuk." ucap Arya.


"Iya makanya itu yang bikin aku bingung." ucap Desti.


"Paling mereka masak sambil ngerumpi jadi kamu gak boleh ikut denger biar informasi gak bocor." ucap Arya.


"Terserahmu lah ndi, mending main Hp dari pada bengong." ucap Desti masuk ke dalam rumah.


Andi diam dan mengeluarkan rokoknya lalu menyedotnya. 30 menit kemudian Titi memanggil Arya untuk sarapan. Arya langsung datang karena dia juga sudah lapar.


"Dari mana kau ndi?" tanya Doni.


"Cuman didepan sebat ama ngeteh." jawab Arya.


"Gak ajak ajak." ucap Rizal.


"Salah sendiri di bangunin malah tidur lagi." ucap Arya.


Rizal hanya diam dan melanjutkan sarapannya. Selesai sarapan Arya langsung pergi ke peternakan dengan jalan kaki bersama Desti yang ingin ikut.


Sepanjang perjalanan mereka tidak bercakap cakap dan hanya diam karena Arya sedang menikmati udara segar yang di Jakarta sudah jarang. Saat sampai di peternakan Arya melihat banyak sapi yang sedang di jemur di lapangan. Kebanyakan yang sedang di jemur adalah jenis sapi putih atau PO.


"Baru sampai bos?" tanya seorang pemuda dengan pakaian biasa.


"Dari kemarin, namamu siapa?" tanya Arya balik.


"Nama saya Bili bos." jawab Pemuda yang bernama Bili itu.


"Lancar to pekerjaan?" tanya Arya berjalan masuk ke peternakan besar itu.


"Alhamdulillah lancar bos." jawab Bili.


"Aku pingin lihat sapi yang prospek 1 ton up." ucap Arya.


"Kalai di sini insyaallah semua prospek bos, tapi menurut pengelihatan saya ada dua sapi yang bakalan tembus 1,5 bos." ucap Bili.


"Limousin atau Simental?" tanya Arya.


"Yang satu Limousin yang satu Limousin cross brahman bos jadi lebih kuat. Dan keduanya belum ada namanya ." jawab Bili.


"PO ada yang prospek gak?" tanya Arya.


"Ada dua bos, yang pertama namanya Seto bobot 900 up, yang kedua namanya Bemo bobot 1 ton kurang satu kilo." jawab Bili.

__ADS_1


"Kandang yang lain masih kosong berarti?" tanya Arya.


"Masih kosong banyak banget bos." jawab Bili.


"Mau kita isi apa?" tanya Arya.


"Sapi ekonomis aja bos yang BB nya di bawah 700 sama sapi betina buat breeding sama buat sapi unggulan yang kualitasnya bagus. Apa lagi sapi sapi punya bos inikan masih 100% asli jadi kemungkinan anak yang bakalan lahir bagus." jawab Bili.


"Kamu tawarin deh sama warga yang mau jual sapi, terserah mau yang betina, jantan atau pedet. Lebih bagus lagi dapet yang prospek." ucap Arya.


"Nanti saya tawarkan sama penduduk desa yang berminat." jawab Bili.


Mereka bertiga pun sampai di sebuah rayon yang berbentuk L yang berisi sapi merah atau sapi pedaging yang sudah jumbo jumbo.


"Ini bos dua sapi yang tadi saya bicarakan." ucap Bili mengelus elus kepala sapi merah didepannya.


"Bagus bagus mantap, kasih nama Bimo sama Karjo aja. Yang cross namanya Bimo yang murni Limousin namanya Karjo." ucap Arya.


Bili langsung menuliskan nama yang di berikan Arya pada data yang ada pada tembok tempat makan sapi tersebut. Saat Arya melihat lihat deretan sapi di sana, Arya melihat satu sapi bewarna coklat muda dengan tanduk seperti banteng namun lebih kecil. Namun Arya sangat menyayangkannya karena badannya lebih kurus di banding sapi lainnya.


"Itu sapi kena penyakit ya?" tanya Arya.


"Itu sapi sehat bos tapi gak tau kenapa jarang mau makan. Padahal sapinya ganteng dan bisa ngelbihin dua sapi ini loh." jawab Bili.


Arya menghampiri sapi bewarna coklat muda itu dan mengelus kepalanya dengan lembut sambil memberikan rumput segar. Arya membisikkan sesuatu dan tiba tiba sapi itu mau makan dengan lahap.


"Kok bisa gitu bos? biasanya gak mau di pegang loh dia." tanya Bili.


"Harus lembut jangan gegabah kalau sama sapi ini, dia itu sensian." jawab Arya.


'Mouhhhh...'


Seolah mengerti ucapan Arya barusan sapi itu mengeluarkan bunyi tanda tidak terima.


"Nah kan bener kataku." ucap Arya tersenyum.


Bili hanya mengangguk paham dan mengerti kenapa sapi itu jarang mau makan jika sering di marahi. Setelah melihat lihat sapi di peternakannya Arya langsung mengajak Desti untuk kembali ke rumah karena sudah hampir sore.


"Gak tau lihat aja besok." jawab Arya.


Desti hanya mengerucutkan bibirnya dan mengikuti Arya sampai ke rumah .


"Dari mana le? dari tadi mbah cariin kok gak ada." tanya kakek Arya.


"Dari peternakan lah dari mana lagi." jawab Arya.


"Loh kok enggak ajak mbah gimana sih." ucap kakek Arya.


"Salah siapa tadi pagi pergi." ucap Arya.


"Iya iya mbah yang salah." ucap kakek Arya.


Arya mengacungkan jempolnya dan masuk ke dalam rumah untuk mandi karena tubuhnya terasa gerah. Selesai mandi Arya bermain ponsel bersama teman temannya dan saudaranya yang barusan sampai.


"Mbah deket sini ada pasar sapi enggak e?" tanya Arya pada kakeknya.


"Ada besok mbah anter kalau mau lihat lihat." jawab kakek Arya.


"Kalau yang jual truck?" tanya Arya.


"Kalau trek kemaren mbah ada yang nawarin, treknya bagus dah di modif juga tapi harganya mahal banget le." jawab kakek Arya.


"Berapa harganya mbah?" tanya Arya.


"Katanya 600 juta le mahal banget kan." jawab kakek Arya.


"Beli aja mbah nanti Andi yang bayar, peternakan lagi butuh truck juga soalnya. Soalnya 6 bulan lagi idul adha dan peternakan belum stok sapi buat di jual." ucap Arya.

__ADS_1


"Ya udah nanti mbah kontek orangnya kalau masih ada lo trekny." ucap Kakek Arya.


"Sekarang aja besok soalnya Andi mau ke pasar sapi cari stok buat di jual sama cari bakalan." ucap Arya.


"Nih kamu kontek sendiri aja mbah gak biasa ngomong kalau transaksi gitu." jawab Kakek Arya memberikan ponselnya.


Arya langsung menghubungi nomor yang di berikan kakeknya dan langsung membeli truck yang di jual tanpa menawar.


"Mau di ambil kesini atau saya anter ke rumah mbah Adi mas?" tanya penjual truck.


"Anter kesini aja mas, saya lagi males keluar soalnya." jawab Arya.


"Ya udah mas tunggu di sana ya, saya otw sekarang juga." ucap penjual truck.


"Iya." jawab Arya mengakhiri panggilan.


Tak sampai satu jam truck yang Arya beli sudah sampai dan terparkir di halaman rumah.


"Makasih mas, ini semua surat suratnya lengkap." ucap penjual truck yang bernama Paidi


"Iya mas sama sama." jawab Arya.


"Kalau mau cari truck modif kayak gini telpon aja mas nanti saya cariin." ucap Paidi.


"Wah kebetulan tolong cariin 6 mas yang buat muat sapi, nanti saya kasih bonus." ucap Arya.


"Beneran mas?" tanya Paidi.


"Beneran, gak mungkin saya bohong. Kalau udah dapet nanti telpon saya biar saya langsung bayar." jawab Arya.


"Oke mas, nanti saya carikan yang bagus." ucap Paidi.


"Iya." jawab Arya.


"Ya udah mas saya pulang dulu nanti kalau dah ada perkembangan saya kabarin." ucap Paidi membonceng motor yang di kendarai adiknya.


"Siap, hati hati di jalan mas." jawab Arya.


Setelah Paidi pergi Arya mengecek seluruh mesin truck yang dia beli. Arya puas karena semua bagus dan sesuai perkataan Paidi saat di telepon tadi.


"Mantep nih! warna putih gini keren emang." ucap Arya mencuci truck barunya.


"Trek siapa itu nak?" tanya Titi menggendong Putri yang barusaja bangun tidur.


"Punya Arya lah, kerenkan buk." jawab Arya.


"Iya bagus, mau buat angkut apa nak?" tanya Titi.


"Khusus ini sama satu nanti yang Arya modif sendiri mau buat angkut sapi sapi jumbo. Terus yang lainnya buat angkut sapi sapi sedeng sama kalau ambil sapi di petani." jawab Arya.


"Mbah mu dari tadi bengong aja itu loh gara gara gak kamu ajak ke peternakan tadi. Sana kamu urusin dulu." ucap Titi.


"Bentar buk tanggung ini bentar lagi selesai kok." ucap Arya.


"Buruan loh ya kasian mbahmu." ucap Titi.


"Iya buk." jawab Arya.


Setelah ibunya pergi Arya membereskan perlatan nya karena sudah selesai dan memasukkan truck barunya ke garasi. Setelah itu Arya masuk dan menemui kakeknya yang sedang menonton TV.


"Mbah besok kita ke pasar ya cari sapi." ucap Arya.


"Beneran? kenapa gak sama pegawaimu yang lebih pinter milih sapi?" tanya Kakek Arya.


"Kalau gak mau ya udah, Arya pergi sama Bili aja deh." ucap Arya.


"Iya iya mbah ikut besok." ucap Kakek Arya.

__ADS_1


"Nah gitu dong." ucap Arya.


Setelah itu mereka pun makan malam bersama, selesai makan malam Arya langsung tidur agar besok bangun lebih pagi.


__ADS_2