System Kesuksesan

System Kesuksesan
Episode 12


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobilnya di tempat biasanya Arya membuka bagasi mobil dan mengeluarkan semua barang belanjaan dibantu security yang sedang berjaga.


Setelah semua barang belanjaan sudah didalam apartemen Arya memberikan uang kepada security yang sudah membantu membawakan barang belanjaan ke apartemen nya.


Setelah security tadi pergi Arya kembali masuk untuk menata barang yang dia beli agar lebih rapi.


Kring..kring..kring..


"Hallo!" ucap Arya mengangkat telepon.


"Kau dimana Yak?" tanya Doni dalam telepon.


"Keatas aja aku dah sampai." jawab Arya.


"Okelah!" ucap Doni.


Setelah menutup teleponnya Arya kembali menata sayuran, daging dagingan, nugget dan sosis di kulkas. Tak lama bel berbunyi yang menandakan ada tamu di luar.


"Tolong bukakan pintu nya." ucap Arya.


Hani langsung membuka pintu dan terlihatlah empat orang dewasa bermesraan.


"Loh kok ada kamu disini han?" tanya Doni.


"Nanti biar Arya yang cerita, masuk dulu gak enak dilihat orang." jawab Hani mempersilakan mereka masuk.


Mereka berempat pun masuk kedalam agar dengan mimik wajah bertanya tanya.


"Mau minum apa? sirup, kopi, atau teh?" tanya Hani.


"Nanti bikin sendiri aja gak usah repot-repot." ucap Rizal.


"Kalau begitu aku bantu Arya beres beres dulu ya." ucap Hani.


"Ya ya silahkan." ucap Doni.


Hani kembali ke dapur untuk membantu Arya merapikan barang yang baru dibeli. Setelah selesai Arya menyuruh Hani mandi dulu karena sudah sore.


"Madu dulu sana dah sore." ucap Arya.


"Dimana?" tanya Hani.


"Di kamar itu." jawab Arya menunjuk kamarnya.


Hani hanya mengangguk dan mengambil baju beserta handuk untuk mandi. Sedangkan Arya berjalan ke ruang tamu untuk menemui Rizal dan yang lainnya.


"Mau ngapain disini?" tanya Arya menyalakan TV.


"Gak tau juga sih." jawab Doni.


"Lah gimana sih! tadi semangat tapi sekarang kok malah lemes." ucap Arya sambil berjalan mengambil camilan dan minuman bersoda.


"Itu Hani kok disini yak?" tanya Rosa.


"Oh itu si Hani di usir keluarganya gara gara nolak perjodohan, jadi dari pada bunuh diri mending tinggal disini sama aku." jawab Arya duduk di bawah menyalakan PS 2 dan bermain GTA SA.


"Kasihan sekali dia cuma gara-gara nolak perjodohan di usir dari keluarga." ucap Stella.


"Tapi dia masih menyembunyikan satu rahasia lagi dan itu menjadi kemungkinan besar dia diusir ayah nya." ucap Arya.


"Rahasia apa?" tanya Doni.


"Tanyain aja sendiri aku gak enak sama dia." jawab Arya.


Tak lama Hani datang dan duduk di samping Arya sambil memakan camilan yang Arya ambil.


"Mandi dulu nanti lagi mainnya." ucap Hani.


"Baru aja main kok dah suruh stop." ucap Arya.


"Terserahmu saja." ucap Hani mengambil ponsel Arya.


"Ada telpon nih dari mama mu." ucap Hani.


"Angkat aja speakernya hidupin sekalian." ucap Arya.


"Hallo Arya kamu dimana nak?" tanya Titi ibu Arya.


"Arya di apartemen memangnya kenapa?" tanya Arya.


"Ibuk biasa pinjam uang tidak?" tanya Titi.


"Ibu butuh berapa? biar Arya transfer." jawab Arya.


"Cuma 20 juta nak, nanti ibuk ganti." jawab Titi.


"Buat apa sih Bu uangnya?" tanya Arya.


"Andi tolol ini kebacok punggungnya!" jawab Titi dengan nada emosi.


"Nanti Arya kirim ke rekening ibuk." ucap Arya.


"Makasih nak besok ibuk ganti." ucap Titi.

__ADS_1


"Gak usahlah buk cuman 20 juta juga dan itu untuk kesembuhan Andi juga." ucap Arya.


"Ya sudah kalau begitu ibu tunggu ya nak." ucap Titi dengan suara serak.


"Oke!" jawab Arya.


Setelah itu Arya mengambil ponselnya dari tangan Hani dan mengirimkan uang 200 juta karena dia curiga dengan suara ibunya yang serak.


"Dah kau mau main gak Don? aku mau mandi dulu soalnya." ucap Arya menyerahkan ponselnya pada Hani.


"Bola gass!" ucap Doni semangat.


"Gass!" ucap Rizal.


Arya pergi ke kamarnya untuk mandi dan saat didalam kamar mandi Arya mencium aroma harum yang menenangkan pikiran berasal dari handuk yang dipakai Hani barusan.


"Aduhh masa harus ritual sih!" gumam Arya.


[Tuan saya sarankan untuk menyuruh anak buah tuan untuk mengawasi keluarga tuan karena takutnya terjadi hal yang sama seperti Andi]


"Itu nanti biar aku suruh Draco untuk menyerahkan anak buahnya." jawab Arya.


[Saya juga menyarankan tuan untuk menyatakan cinta pada Hani]


"Aku takut di tolak Ren!" jawab Arya.


[Ih jijik saya dengan jawaban seperti itu! pria kok takut ditolak! pria apa itu? malu saya punya tuan seperti anda]


"Anj*** nusuk bet ucapanmu Ren!" ucap Arya memegang dadanya.


[Ih ih ih cuman begitu saja sakit? coba tuan bayangkan bagaimana gelandangan diluar sana yang selalu dihina oleh mereka yang memiliki harta]


"Iya iya aku turuti kemauanmu!" ucap Arya pasrah karena malas mendengarkan sistem yang menceramahinya.


[Nah gitu dong!]


'Anj*** emang Ren ini!' batin Arya.


[Aku bisa dengar umpatanmu tuan]


"Siapa yang mengumpat? aku tidak mengumpat, kau halusinasi mungkin Ren." ucap Arya.


Sistem tidak menanggapi omongan Arya karena ujung ujungnya omongannya hanya tidak dihiraukan Arya.


Selesai mandi Arya pergi ke dapur untuk membuat makan malam.


"Kalian mau makan apa?" tanya Arya dari dapur.


"Apa saja yang penting bisa di makan." jawab Stella yang sedang bergosip bersama Hani dan Rosa.


"Kamu potong potong cabai, bawang merah dan putih." ucap Arya yang sedang menggoreng ayam dan nugget.


Hani yang ternyata juga pintar memasak karena suka membantu bantu ART nya dirumah dulu.


Setelah selesai Arya menumis semua bumbu hasil potongan Hani hingga harumnya tercium. Setelah semua selesai Arya membawanya ke meja makan untuk ditata dengan rapi.


"Makan dulu oyy!" panggil Arya.


Doni dan Rizal kebetulan baru selesai bertanding langsung mengajak Rosa dan Stella untuk ke meja makan.


"Enak banget masakan mu yak!" ucap Rosa dengan mulut penuh.


"Telen dulu kalau mau bicara nanti tersedak!" ucap Doni.


Sedangkan Arya hanya tersenyum dengan pujian Rosa. Stella dan Rizal makan dengan mesranya.


"Kenapa tidak ikut makan?" tanya Arya saat melihat piring Hani masih kosong.


"Aku tidak kuat pedas hehe." jawab Hani.


"Kan ada ayam dan nug-" ucapan Arya terpotong saat melihat piring yang berisi ayam dan nugget sudah habis tak tersisa.


"Sebentar biar aku gorengan lagi." ucap Arya.


Hani hanya mengangguk sambil tersenyum bahagia karena Arya yang perhatian padanya.


Arya menggoreng nugget dan sosis untuk lauk makan Hani. Setelah selesai Arya kembali ke meja makan dan ternyata Doni dan yang lainnya sudah berada di kamar masing-masing.


"Silahkan dimakan." ucap Arya meletakkan piring yang berisi nugget dan sosis.


Tapi Hani hanya diam saja dan takut melihatkan tangannya.


"Tanganmu kenapa? luka?" tanya Arya.


"Tadi terkena pisau hehe." jawab Hani.


"Lain kali hati hati kalau memakai pisau, biar aku suapi." ucap Arya mengambil ke piring Hani dan menyuapi Hani dengan telaten.


[Tuan memang pintar untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan! padahal hanya luka kecil tapi memaksa untuk menyuapi!]


'Hehehe.' Arya hanya tertawa dalam hati.


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Arya karena merasa Hani memperhatikan wajahnya.

__ADS_1


"Apa sifatmu seperti ini demi bisa tidur denganku?" tanya Hani tiba tiba.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Arya balik.


"Karena aifatmu saat ini berbeda dengan biasanya yang cuek pada sekitar." jawab Hani menatap mata Arya.


"Benarkah?" tanya Arya santai.


"Ya." jawab Hani singkat.


"Kenapa kamu seteliti itu padaku?" tanya Arya yang membuat Hani gelagapan.


"I..itu..a..anu...hehe." Hani hanya bisa cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jujur saja tidak apa apa." ucap Arya santai walau sebenarnya deg degan.


"Karena aku sebenarnya mencintaimu! aku sudah lama menyukaimu tapi kamu tidak peka terhadap apa yang aku lakukan!" ucap Hani lirih.


"Apa kamu sedang bercanda Hani?" tanya Arya.


"Siapa juga yang bercanda! aku itu kalau sudah berbicara tidak akan pernah aku tarik lagi!" jawab Hani menatap mata Arya.


"Aku itu sebenarnya juga suka padamu sejak kita bertemu tapi aku malas untuk membicarakan tentang cinta jadi aku memilih diam saja. Tapi karena kamu juga mencintaiku jadi kita resmi berpacaran." ucap Arya.


Hani langsung memeluk Arya dengan erat sambil menangis karena sudah tidak tahan lagi.


"Menangislah sepuasmu." ucap Arya mengelus kepala Hani.


10 menit kemudian Hani baru berhenti menangis karena tertidur pulas di pelukan Arya. Karena kasihan Arya menggendong Hani masuk ke kamarnya untuk ditidurkan.


Setalh itu Arya kembali ke meja makan untuk membereskan semua piring kotor. Setelah selesai Arya mengambil camilan dan membuat kopi untuk menonton bola.


Tak lama kemudian Doni datang karena tidak bisa tidur karena kepikiran masalahnya dengan ibunya.


"Kenapa? ada masalah dengan ibumu lagi?" tanya Arya.


"Ya begitulah." jawab Doni.


"Ada apa lagi?" tanya Arya.


"Masalah perjodohan, mamaku mau menjodohkanku dengan Martha anak bungsu Wiranto Wibowo." jawab Doni.


"Itu mah masalah gampang Don, biar aku yang bicara dengan mamamu. Kau telepon sekarang biar aku yang bicara." ucap Arya.


"Benar ya!" ucap Doni menelpon mamanya.


"Hallo Doni kamu dimana?" tanya Mama Doni.


"Ini saya Arya tante, Doni ada di apartemen saya bersama calon istrinya." jawab Arya.


"Oh Arya, Doni disana sama siapa?" tanya mama Doni.


"Rosa pacar Doni dan Rizal bersama pacarnya." jawab Arya.


"Doni sudah punya pacar? jangan bercanda kamu Arya." ucap Mama Doni.


"Nanti Arya kirim fotonya deh tante, orangnya juga baik bahkan lebih baik dari Martha ****** itu!" ucap Arya.


"Kenapa kamu bilang begitu nak?" tanya Mama Doni.


"Nanti Arya kirim videonya ke tante tentang kebusukan keluarga Wibowo yang hanya ingin memanfaatkan kekayaan Om sama Tante." jawab Arya.


"Kirim malam ini juga! tante percaya dengan kemampuan anggotamu itu Arya!" ucap Mama Doni.


"Tenang saja tante, kalau begitu Arya tutup dulu ya tante." ucap Arya.


"Iya Arya selamat malam." ucapan Mama Doni.


"Malam tante." ucap Arya menutup teleponnya dan mengembalikan ponselnya ke Doni.


Arya mengirimkan video tentang kebusukan keluarga Wibowo dan mengirimkan foto Rosa pada Mamanya Doni.


"Beres! mulai besok sudah tidak ada masalah lagi!" ucap Arya meminum kopinya.


"Makasih Yak aku berhutang denganmu, kalau kau tidak mengirimkan video itu mungkin mamaku sudah dibodohi." ucap Doni.


"Santai aja, kita kan sahabat." ucap Arya.


Tak lama Rizal juga keluar dengan wajah yang sama dengan Doni tadi.


"Kenapa? masalah perjodohan?" tanya Arya.


"Ya begitulah mamiku." jawab Rizal menghela nafas berat.


"Kirim video ini dan kirim foto Stella untuk bukti kalau kau sudah dapat pasangan yang cocok denganmu." ucap Arya mengirimkan video pada ponsel Rizal.


"Video apa ini?" tanya Rizal.


"Itu video mesum si Karin kemarin malam." jawab Arya


"Canggih juga kau bisa dapat rekamannya!" ucap Rizal kagum.


"Itu udah aku atur, kebetulan anggotaku yang ada di bagian hacker ngasih tau kalau Karin bakalan cek in di hotel atas nama The Kings. Hari itu juga aku suruh resepsionis untuk memberikan kunci kamar yang udah aku kasih kamera tersembunyi." ucap Arya.

__ADS_1


"Keren keren!" ucap Rizal terkagum-kagum.


Setelah itu Rizal dan Doni kembali bahagia seperti sebelumnya dan mereka bertiga begadang menonton bola.


__ADS_2