System Tertinggi

System Tertinggi
22.


__ADS_3

Ibunya menyeretnya hingga keruang tamu yang kosong dan hanya dirinya dan ibunya disini.


"Duduk"Ucap ibunya menunjuk tempat duduknya.


Alex hanya menghela nafas dan mengikuti perintah ibunya,dia duduk dan melihat ibunya juga duduk didepannya dengan tangan disilangkan.


Ibunya menatap dirinya,tapi Alex tidak berani menatap kembali mata ibunya dan hanya menundukkan kepalanya,dia juga merasa aneh karena menjadi penakut disini.


"Tatap ibu Alex"Ucap ibunya tegas.


Alex langsung mengangkat kepala dan melihat wajah ibunya,tidak langsung menatap matanya.


"Kenapa kamu harus kembali kesini dalam sebulan sebelumnya?,bukankah kamu bisa meningkatkan kekuatanmu disini,ibu juga bisa memberikan sumber daya untuk kamu gunakan"Ucap ibunya menatap tajam Alex.


Alex menggelengkan kepalanya,dia dengan cepat mencari alasan untuk menjawab ibunya. "Aku melatih teknik bertarung yang aku punya dengan melawan monster dihutan tersebut".


"Kamu tahu?,kalau saya sudah mengetahui rahasiamu"Ucap ibunya tersenyum.


Alex yang mendengar itu langsung merasa waspada,dia tidak tahu apa rahasia yang disebutkan olehnya.


"Tidak perlu waspada terhadap ibumu tahu,ibu hanya mengetahui kalau kamu merasa dilema karena menempati tubuh ini,karena kamu merasa bukan pemilik tubuh ini bukan?"Ibunya tersenyum.


Alex tercengang,dan dia merasa takut kemudian kalau ibunya sampai mengetahui hal tersebut,dia juga merasa, menjadi sia sia saat dia menanyakan tentang darahnya, kalau ibunya sudah mengetahui kalau dia bukan jiwa dari pemilik tubuh ini


"Bagaimana kamu tahu?"Ucap Alex tergagap.


"Tidak perlu takut seperti itu,kamu juga tidak perlu khawatir kalau kamu bukan anak ibu".


"Karena kamu merupakan anak ibu dari dulu".


Alex tercengang lagi,karena dia tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh ibunya.


Ibunya yang melihat anaknya tercengang,kemudian menjelaskan semuanya tentang kelahiran dia yang mempunyai jiwa kuat,dan tubuhnya tidak mampu menanganinya dan akhirnya,teman dari kakeknya membantu untuk membuat jiwanya melalui ruang waktu untuk terlahir ditempat lain terlebih dahulu,dan setelah kematiannya disana,dia akan kembali lagi ketubuh yang dia punya sekarang.


Alex terdiam karena dia tidak mengharapkan kejadian tersebut,dia tidak menyangka kalau wanita didepannya merupakan ibu aslinya,untungnya saat dia dibumi dulu dia hanya seorang yatim piatu yang diadopsi oleh panti.


'tapi mati?,perasaan aku sedang tidur diapartemen sebelumnya,apa ada yang membunuhku?,atau aku mati karena kebanyakan tertidur?'Alex berpikir.

__ADS_1


Ibunya yang melihat Alex berpikir tidak mengganggunya,dia membiarkan anaknya berpikir terlebih dahulu.


"Jadi kamu merupakan ibuku sejak dulu?"Tanya Alex.


"Iya,apakah kamu tidak ingin memeluk ibumu?,bukankah kita sudah berpisah terlalu lama?"Ucap ibunya tersenyum sambil membuka tangannya.


Alex merasa canggung,biarpun dia sudah mengetahui kalau dia anak asli wanita itu,tapi hanya jiwa dari tubuh ini sebelumnya yang merasakan kasih sayang wanita itu dan bukan dirinya.


Ibunya berjalan menghampirinya dan mulai memeluknya sambil tersenyum.


Alex terdiam,tubuhnya langsung kaku saat dipeluk ibunya,dia juga merasakan perasaan hangat saat ibunya memeluk dirinya,tapi dia tidak memeluk balik ibunya,karena dia merasa seluruh tubuhnya kaku.


Ibunya mengelus kepalanya. "Kamu tidak perlu merasa dilema lagi,karena tempat ini merupakan rumahmu sekarang,dan kamu bisa kembali kesini untuk pulang".


Alex hanya mengangguk,dia mengeluarkan air mata,dia juga tidak tahu mengapa dia mengeluarkan air mata,karena ucapan ibunya?,.Mungkin.


Saat mereka sedang berpelukan,tiba tiba pintu dibuka dengan keras,dan sebuah suara mengikutinya.


Bang...


Alex secara refleks melepaskan pelukan ibunya saat mendengar itu,dia juga menengok kearah pintu dan menemukan kalau itu adalah John.


"Tidak bisakah kamu membuka secara perlahan"Ucap ibunya tersenyum muram,apalagi saat anaknya yang ini mengganggu reuninya dengan Alex.


John langsung merasa takut melihat wajah ibunya yang muram.


"Bu,maaf aku tidak tahu kalau ada seseorang disini, karena biasanya tempat ini selalu kosong"Ucap John takut.


Kemudian dia melihat Alex yang sedang memperhatikan dirinya,dia tidak mau melewatkan kesempatan untuk tidak membuat ibunya marah.


"Yo adikku,akhirnya kamu kembali,kamu tidak tahu kalau ibu selalu mengkhawatirkan dirimu,dan ibu bahkan sampai gemukan saat mengkhawatirkan dirimu"


Pletak!.


Ibunya tiba tiba muncul didepan John dan menjitak kepalanya.


Alex juga berkedut mendengar ibunya depresi,tapi kenapa gendutan saat depresi?,bukankah seharusnya kurusan?.

__ADS_1


Alex merasa aneh,tapi dia tidak memikirkannya dan hanya melihat John dimarahi oleh ibunya,dia sudah menerima kalau wanita itu merupakan ibunya.


"Kamu antarkan adikmu untuk berkeliling,dan antarkan dia kekamarnya"Ibunya memerintahkan John.


"Baik Bu"John mengangguk sambil menggaruk kepalanya yang di jitak oleh ibunya,walaupun ibunya terlihat lemah,tapi kekuatannya tidak bisa diragukan lagi,mungkin ibunya lebih kuat dari ayah mereka.


Alex berdiri dan menghampiri John,dia juga ingin pergi kekamarnya,dia merasa perlu sendiri terlebih dahulu untuk mencerna apa yang diterima hari ini.


Ibunya memeluk Alex sebelum melepaskannya. "Jangan lupa nanti makan malam,kamu datang keruang makan,mungkin ayahmu nanti akan datang saat makan,karena sekarang dia mempunyai banyak pekerjaan yang harus dikerjakan"


Alex mengangguk mendengar ucapan ibunya,dia juga ingin melihat ayahnya didunia ini,walaupun dia pernah melihatnya dalam ingatannya,tapi berbeda dengan melihat secara langsung.


"Kalau begitu kami pergi terlebih dahulu Bu"Ucap John hormat.


Alex hanya mengangguk kearah ibunya,karena dia belum terbiasa dengan cara seperti itu.


Ibunya tidak mempermasalahkannya dan hanya mengangguk juga kearah mereka.


Berjalan di istana bersama John,sesekali John akan menanyakan pertanyaan apa yang dilakukannya di hutan,tapi dia hanya menjawab seadanya,dan hanya bilang kalau dia mengasah teknik(skill)nya.


Alex juga sesekali melihat pelayan yang berjalan bolak balik,tapi saat melihat mereka pelayan itu akan selalu berhenti sebentar memberikan hormat kepada mereka,sebelum berjalan lagi.


Alex dan John hanya mengangguk saat melihat pelayan memberikan hormat kepada mereka.


Alex juga membiasakan diri,karena dia juga akan tinggal disini dan pasti akan menemukan hal tersebut selama disini.


"Ini kamarmu sebelumnya"Ucap John menunjuk ruangan.


Alex terdiam karena dari pintunya saja sudah sangat besar,apakah dia tinggal disini sebelumnya sendirian?.


"Kamu masuk terlebih dahulu,aku juga ingin kembali kekamarku"Ucap John tersenyum.


Alex mengangguk dan membuka pintu,tapi apa yang dia lihatnya membuatnya berkedut,karena kamarnya seluas rumahnya didalam dunia pribadi.


Dia langsung menutup pintu mengabaikan salam kepada John.


John yang merasa di abaikan hanya mengangkat bahu dan berjalan kembali kekamarnya,dia juga masih mempunyai tugas yang harus dilakukan.

__ADS_1


__ADS_2