System Tertinggi

System Tertinggi
30.


__ADS_3

Ruang makan.


Alex terdiam melihat ibu dan ayahnya menyuapi Emily,dia melihat mereka dengan bersemangat saat menyuapi Emily,dan terlihat juga pipi Emily yang kembung akibat banyaknya makanan yang masuk kemulutnya.


"Kakak laki-laki,kakak perempuan,aku sudah kenyang"Ucap Emily sambil mengunyah makanan yang masih ada dimulutnya.


"Tidak bisakah kalian mengurus makanan kalian sendiri dan biarkan Emily memakan makanannya sendiri?"Ucap Alex kasihan dengan Emily.


Alex juga tidak mengajak elena ibu Emily kesini,karena dia tidak tahu kalau Emily sekarang berada disini,lagian juga dia merasa kalau dia mengajaknya,elena tidak akan mau datang kesini.


John menganggukan kepalanya setuju dengan ucapan alex.


"Jarang jarang kami mendapatkan putri selucu Emily,jadi kamu tidak usah mengganggu urusan kami"Ucap ibunya mendengus.


Alex dan John tercengang mendengar ucapan ibunya,apakah ibunya sudah menganggap Emily sebagai anaknya?, sudahkah dia meminta izin kepada ibu Emily?.


"Ekhem,ibu biarpun elena dan Emily merupakan orang yang aku ambil,tapi setidaknya ibu harus meminta pendapat kepada elena,dia juga masih merupakan ibu emily,jangan ibu menganggap Emily sebagai putri secara asal"Ucap Alex,dia tidak menggunakan kata budak,karena dia takut Emily nanti merasa berkecil hati.


"Ibu sudah meminta pendapat elena,dan dia mengizinkan ibu untuk menjadi ibu baptisnya"Ucap ibunya bangga.


'Kapan?'Itulah pertanyaan Alex didalam hatinya,karena dia tidak melihat ibunya bertemu dengan elena.


"Lupakan,kalau elena sudah mengizinkannya aku tidak mempunyai masalah dengan itu"Alex mengangguk.


"Kapan Jack akan kembali ibu?"Tanya John penasaran dengan kakaknya yang sudah lama berkeliaran.


"3 hari lagi dia akan sampai disini,dan panggil Jack dengan sebutan kakak"Ucap ibunya menatap tajam John.


"Tapi ibu tidak marah saat Alex memanggilku dengan namaku saja"Ucap John mengeluh.


Ibunya muram dan langsung menatap John dengan tatapan intens. "Bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya?,apa kepala dan pantatmu gatal untuk ibu pukul?".


John baru ingat ucapan ibunya kalau Alex baru disini dan sebelumnya hanya jiwa pengganti yang berada ditubuhnya,jadi dia berkeringat deras saat mengingat ucapan ibunya untuk memaklumi Alex.


Alex tau apa maksud dari ibunya,tapi dia tidak mempersalahkan mereka,lagian dia juga belum terbiasa untuk memanggil John dengan sebutan kakak.


"Baiklah cukup,apakah kalian tidak melihat Emily yang kebingungan?"Ucap ayahnya menyela sambil mengelus kepala Emily.


'kurasa aku tidak bisa membawa mereka pergi kedunia pribadiku sekarang'pikir Alex melihat kedekatan ibunya dengan Emily.


Dia tidak masalah dengan itu,dan akan membiarkan elena dan Emily untuk tinggal diistana, lagian dia tidak mau ibunya bertanya dimana Emily berada saat dia membawanya kedunia pribadinya.


Dia juga masih belum ingin memberitahu keluarganya sekarang untuk mengetahui dunia pribadinya,karena dia masih belum siap untuk membongkar rahasianya,kalau soal system,dia tidak akan pernah memberitahu kepada siapapun termasuk keluarganya.

__ADS_1


...


Kamarnya.


Setelah selesai makan dia langsung kembali kekamarnya,untuk Emily sendiri dia mempunyai kamar dengan elena yang dia siapkan oleh ibunya.


Dia juga tidak mengerti apakah dia membeli budak atau menemukan keluarga jauh keluarganya,karena perawatan terhadap Emily sangat mewah yang disediakan oleh ibunya.


Untuk bawahan yang dibeli oleh John,dia sendiri yang mengatur tempat tinggalnya,dan John tidak jadi memecat pelayan pribadinya,yang membuat dia lega.


"System mana hadiahku,kenapa tidak ada pemberitahuan?"Tanya Alex.


[System tidak mau mengganggu host tadi saat host sibuk]


[System sudah menaruh di inventori host hadiah yang berupa barang,untuk kenaikan level host tinggal bilang kepada system kalau host sudah siap].


"Baiklah,aku siap"Ucap Alex tenang.


Woshh..


Tiba tiba dia merasakan energi memasuki dirinya,dan tiba tiba energi tersebut seperti meledak didalam dirinya saat dia menaiki level.


BAM10X...


ledakan energi didalam tubuhnya selama sepuluh kali kenaikan levelnya,dia juga merasa aneh karena sebelumnya, saat naik level dia tidak merasakan perasaan seperti itu.


[Kenaikan level dari system membantu memperkuat pondasi energi dan tubuh fisik host yang sekarang,biarpun host tidak mempunyai tubuh fisik bawaan,kalau pondasi host kokoh,host mungkin bisa menang melawan mereka saat bertarung di level yang sama,]


Alex menganggukan kepalanya,dia juga merasakan fisiknya menjadi sedikit kuat berkat kenaikan level tadi.


Di kemudian mengambil pedang hadiah dari menyelasaikan misi,terdapat deskripsi saat dia melihat pedang itu,mungkin karena dia mendapatkannya dari system dia bisa melihat deskripsi pedang tersebut.


Pedang itu sendiri mempunyai gagang berwarna hitam dengan tubuh pedang itu yang berwarna merah,dia juga tahu nama pedang itu merupakan Pedang Darah.


Kenapa namanya seperti itu?,dari deskripsi yang dia lihat,saat dia menebaskan pedangnya keseseorang pedang itu akan menghisap darah orang tersebut untuk memperkuat dirinya saat bertarung.


Alex sedikit mengayunkan pedang itu dikamarnya.


Wosshhh....


"Lumayan"Ucap Alex.


Bila ada orang yang mendengar ucapan alex saat menilai pedang tingkat S dengan sebutan lumayan,kemungkinan orang tersebut langsung batuk darah saat mendengarnya.

__ADS_1


Itu pedang tingkat S bung,tidak bisakah kamu tidak menilainya dengan kata lumayan.


Alex menaruh kembali pedang itu di inventorinya,dia hanya mengetest pedang tersebut,lagian dia juga tidak terlalu mahir menggunakan pedang,lebih baik dia menggunakan senapan yang dia punya dan menembaki orang dari jarak jauh.


...


Dunia pribadi.


Alex masuk kedunia pribadinya setelah mengetest pedang tersebut.


Didalam rumahnya terdapat Jasmine dan Erika yang sedang bercanda.


"Hoh,aku tidak menyangka kalau kamu menyukai anak kecil"Ucap Alex menggoda Erika.


"Kakak"Ucap Jasmine melambaikan tangannya melihat Alex.


"Siapa yang tidak menyukai anak kecil?,apakah kamu pikir saya psikopat?"Ucap Erika mencibir.


"Kalau kamu menyukai anak kecil,bagaimana kalau kita membuatnya?"Alex menggoda.


"Siapa yang ingin membuat bersama bajingan sepertimu dirimu"Ucap Erika mendengus memalingkan muka,tapi terlihat wajahnya sedikit memerah.


"Tidak usah malu"Ucap Alex terkekeh.


"Jasmine apakah kamu sudah makan?,dimana ayahmu?"Tanya Alex,dia menyudahi untuk menggoda Erika untuk hari ini dan melakukannya besok lagi.


"Aku sudah makan kakak,ayahku berada dirumah yang baru dibangun olehnya,aku meminta izin kepadanya untuktinggal disini,,ayah bilang selama kakak mengizinkannya ayah tidak apa-apa aku tinggal disini,apakah boleh kakak?"Tanya Jasmine dengan tatapan memohon.


"Tentu,kamu pililah kamar sesukamu selain kamar lantai3 dan kamar Erika"Ucap Alex langsung menyetujui.


"Hore"Jasmine senang mendengar Alex menyetujui dirinya untuk tinggal disini.


"Kamu lebih baik tidur,karena sekarang sudah sangat larut,kamu bisa bermain besok lagi bersama kakak Erika"Ucap Alex menyuruh Jasmine untuk tidur.


"Baiklah,aku juga sudah mengantuk,tapi karena aku membutuhkan izin kakak untuk tinggal disini, aku menahannya untuk menunggu kakak kembali kesini"Ucap Jasmine mengangguk patuh.


Alex menggelengkan kepalanya,padahal sebelumnya didesa dia sudah bilang kepada Jasmine kalau dia bisa memasuki rumahnya.


'yah mungkin Jasmine mengira hanya untuk memasuki dan tidak tinggal disini'Gumam Alex dalam batin.


Alex tidak menyuruh Erika untuk tidur,karena dia tidak tahu apakah tubuh jiwa bisa untuk tidur atau tidak.


"Aku akan kekamarku,ini cemilan untukmu"Ucap Alex memberikan Erika cemilan lagi.

__ADS_1


"Hoaam, sungguh hari yang melelahkan"Ucap Alex menguap saat sampai dikasurnya.


"Ngomong-ngomong dimana ketiga slime itu?,tumben mereka jam segini tidak berada di kamarku,yah lupakan aku akan mencarinya besok,"


__ADS_2