
2 hari kemudian.
Dia sudah sampai di dekat perbatasan kekaisaran opex tinggal beberapa km untuk sampai ketempat tersebut.
Dia juga sudah memutuskan untuk sedikit menjaga jarak dari Erika,supaya kalau Erika pergi nanti dia tidak akan merasakan apapun.
"Owen Wooden keluar dan temui teman lamamu!"
Tiba tiba sebuah suara membuat orang di kapal yang ditumpangi oleh Alex terdiam semua.
Alex juga terdiam karena ada yang memanggil ayahnya seperti itu,tidak bisakah dia tidak berteriak dan hanya mengetuk pintu layaknya tamu biasa?.
Alex keluar dari kamarnya berjalan kedek,dia juga melihat ayahnya keluar untuk bertemu dengan orang dari suara tersebut.
"Albert tidak bisakah kamu tidak berteriak?"Ucap ayahnya saat sampai di dek.
Alex melihat pria paruh baya seumuran ayahnya dikapal sebelahnya,kapal yang ditumpangi Alex sendiri memiliki warna biru,sedangkan kapal yang ditempati teman ayahnya berwarna kuning.
"Hahaha,sudah lama kita tidak bertemu,kamu juga tidak pernah mau mengunjungi kekaisaranku"Ucap Albert Tertawa,tapi dalam kata-katanya terdengar seperti keluhan karena ayahnya tidak mau mengunjungi orang itu.
"Kamu tahu aku sibuk bukan?,bukankah kamu juga seorang kaisar?,dan pasti tahu dokumen sialan yang harus ditandatangani"Ucap ayahnya mengeluh.
"Kamu kesini,kita berbicara diruanganku"Ucap Albert mengundang ayahnya.
Ayahnya terbang kearah kapal yang ditumpangi oleh Albert.
Alex dan John yang melihat itu berkedut,karena ayahnya pergi tanpa pamit kemereka terlebih dahulu,bisakah setidaknya ayahnya mengenalkan orang itu?.
"Kalian lanjutkan saja perjalanan kearah ibukota opex"Ucap Alex memerintahkan penjaga.
"Baik pangeran".
Alex hanya menunggu didek,karena dia sudah tidak berniat kembali kekamar,lagian hanya membutuhkan beberapa jam lagi rombongan sampai di ibukot opex.
Penjaga membawakan kursi untuk Alex.
"Terimakasih"Ucap Alex.
Sedangkan John,dia sebelumnya mengeluarkan kursi dari cincin penyimpananannya,mungkin penjaga itu berpikir kalau dia tidak membawa kursi dicincin penyimpananya,makanya dia membawakan untuknya.
"Merupakan tugas saya pangeran"Ucap penjaga itu langsung pergi.
"Apa kamu sudah menembus level 165?"Tanya Alex kepada John disebelahnya.
__ADS_1
"Sudah,tapi aku merasa aku masih akan kalah,jadi bisakah kamu menggantikanku?"Tanya John tersenyum.
Alex hanya mengabaikan ucapannya dan berpura-pura tidak mendengarnya.
"Cih"Decak John saat diabaikan.
"Apa kamu kenal teman ayah itu?"Ucap Alex memandang kapal disebelahnya.
"Iya,dia merupakan teman ayah dulu sewaktu muda,dia merupakan kaisar Albert Crooz dari kekaisaran croos yang merupakan kekaisaran tingkat 2 sama seperti kekaisaran kita"John menjelaskan.
Alex hanya mengangguk.
Mereka berdua hanya duduk dalam hening memandang perjalanan yang mereka lalui.
Tidak lama kemudian ayahnya kembali bersama Albert.
"Ini kedua anakku,yang itu Alex,dan yang satunya pernah bertemu denganmu John."
"Alex ini teman ayah sewaktu muda dulu,kamu bisa memanggilnya paman Albert"Ucap ayahnya memperkenalkan mereka.
Alex dan John sedikit membungkuk untuk memberikan hormat kepada paman Albert.
"Ohh,John sudah sebesar ini sekarang,padahal sebelumnya dia masih sering berteriak ayah kepadamu"Goda paman Albert kepada John.
John malu saat paman Albert membahas masa lalunya,.
Alex menerimanya dan berterimakasih kepada paman Albert. "Terimakasih paman".
Paman albert mengangguk tersenyum lalu menjelaskan kegunaan jimat. "Jimat itu bisa melindungimu satu kali dari serangan dari orang berlevel 400,aku menemukannya di reruntuhan".
Alex yang mendengar penjelasan tentang jimat menjadi senang,karena dengan itu dia mempunyai salah satu kartu dilengannya,walaupun jimat itu hanya bisa menahan serangan satu kali,tapi jimat itu berharga menurutnya.
"Untukku?"Tanya John penuh harap,dia juga menginginkan jimat seperti itu untuk menyelamatkan nyawanya bila menemukan orang dengan level tinggi.
"Sigh,aku akan meminta tagihan kepada ayahmu untuk yang ini,karena sebelumnya aku sudah memberikan hadiah pertemuan pertama kita bukan?"Ucap paman Albert memberikan jimat.
Ayahnya yang mendengar itu berkedut,tapi dia tidak mempedulikannya,palingan dia akan memberikan salah satu koleksinya kepada Albert nanti,menurutnya juga jimat itu sangat berharga untuk melindungi anaknya,daripada harta koleksinya.
"Terimakasih paman" Ucap John senang setelah menerima jimat itu,dia tidak peduli paman Albert akan menagih uang keayahnya nanti.
Paman Albert hanya mengangguk. "Sayangnya putriku tidak ingin kesini saat aku ajak,kalau tidak aku akan memperkenalkan kepadamu Alex".
"Tidak apa paman,mungkin putri paman sedang fokus melakukan sesuatu makanya dia menolak"Ucap Alex tersenyum.
__ADS_1
"Dia menolak, karena ada John disini yang membuatnya terganggu"Ucap ayahnya tiba-tiba mencibir.
".."
Alex terdiam,kemudian dia melirik John yang sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Seperti yang kuduga"Ucap Alex menatap John dengan tatapan menghina.
"Hahaha,keluargamu sangat harmonis Owen"Ucap paman Albert Tertawa kepada ayahnya saat melihat tingkah laku mereka.
"Ayo masuk,aku akan menjamu kamu dikamarku"Ucap ayahnya mengajak paman Albert,Mereka kemudian masuk kedalam kapal.
Alex yang melihat mereka masuk kedalam kemudian melirik John disebelahnya. "Apa yang kamu lakukan dengan putri dari paman Albert sampai dia tidak ingin kesini?".
"Aku saat bertemu pertama kali aku langsung jatuh cinta kepadanya,kemudian aku terus menerus mengajaknya untuk menikah saat kita sudah dewasa nanti,tapi dia selalu menolakku,aku tidak menyerah dan terus menanyakan pertanyaan yang sama selama 2 tahun,tapi selama 2 tahun tidak menyerah dia tetap menolakku,dan malah semakin membenciku"Ucap John sambil mengenang kenangan lamanya.
Alex menepuk bahu John dengan kasihan. "Pantas kamu sering kedistrik lampu merah sekarang?".
John langsung meloncat kaget saat mendengar ucapan alex. "Bagaimana kamu tahu?".
"Rahasia"Ucap Alex terkekeh.
"Tolong jangan beritahukan ke ayah/ibu,atau aku bisa dihukum oleh mereka"Ucap John memohon.
"Tenang saja,aku tidak peduli dengan urusanmu"Ucap Alex menggelengkan kepalanya.
Sigh...
"Aku hampir terkena serangan jantung saat kamu mengetahui hal itu"Ucap John menghela nafas lega.
Alex mengabaikan John karena dia sedang berpikir,bukankah dirinya sama dengan John?,tapi wanitanya adalah Erika,bukankah nanti Erika akan membencinya kalau dia terus terusan menganggunya?.
'setidaknya aku sudah membuat keputusan untuk menjaga jarak mulai sekarang'Batin John menghela nafas panjang.
"Kenapa kamu mengehela nafas sangat panjang?,"Tanya John bingung saat melihat Alex merenung dan tiba tiba menghela nafas panjang.
Alex terbangun dari lamunannya dan menjawab John. "Tidak ada,aku hanya memikirkan Emily yang berada dirumah,aku kasihan karena dia tidak mempunyai sosok ayah lagi sekarang,walaupun ayah dan ibu kita menjadi orang tua baptisnya"
John mengangguk,dia juga merasa kasihan dengan Emily yang seperti itu.
"Berapa lama lagi kita akan sampai ibukota kekaisaran opex?"Tanya Alex mengalihkan pembicaraan.
"Hmm,mungkin sekitar 2 jam lagi sebelum kita sampai di ibukota kekaisaran opex"Jawab John sambil melihat jalan disekelilingnya.
__ADS_1
"Kalau begitu aku kembali kekamar dulu,kabari aku kalau sudah mencapai ibukota"Alex berdiri dan berjalan kekamarnya.
"Apa yang kamu pikirkan saudaraku?,aku tahu kamu sedang tidak memikirkan Emily tadi"Gumam John pelan sambil melihat punggung Alex yang menghilang