System Tertinggi

System Tertinggi
24.


__ADS_3

TOK..TOK..TOK...


Alex yang sudah kembali kekamarnya di istana mendengar pintunya diketuk,dia kemudian berjalan untuk membuka pintu.


"Alex cepat, ibu sudah menunggu diruang makan"Ucap John saat pintunya baru dibuka oleh Alex.


"Baiklah,kenapa kamu harus menjemputku?,aku tahu kearah mana ruang makan"Alex bertanya,karena dia tidak perlu dijemput untuk pergi keruang makan,dia masih apal ruang makan disini melalui ingatannya,dan kalau dia kesasar dia bisa menanyakan pelayan atau penjaga yang ada di istana.


"Ibu yang menyuruhku,tidak mungkin aku membantah perintah ibu,apalagi ini cuman untuk menjemputmu doang"John menjelaskan dengan santai.


Alex mengangguk,dia menutup pintu kamarnya terlebih dahulu dan berjalan bersama John secara berdampingan.


"Apakah kakak pertama sudah kembali?,apa ayah juga akan ikut makan bersama kita?"Tanya Alex penasaran,karena sebelumnya dari informasi yang dia terima dari gagak,kakak pertamanya sedang melakukan perjalanan seminggu yang lalu,dan soal ayahnya ibunya sebelumnya bilang kepadanya kalau ayahnya sedang sibuk dengan pekerjaannya,jadi dia tidak tahu mereka akan datang atau tidak.


"Ayah doang yang akan datang,sedangkan kakak pertama masih dalam perjalan pulang kesini"Jawab John.


Alex mengangguk,dia juga merasa kalau ayahnya nanti akan banyak bertanya kepadanya,karena mereka sudah tau kalau dia merupakan anak mereka,jadi dia tidak khawatir untuk mencari alasan.


Yah dia juga tidak tahu apakah kakak-kakaknya mengetahuinya,tapi dia akan merasa nyaman apabila mereka mengetahuinya.


"Oh iya,aku mengetahui dari penjaga pribadi ibu,kalau kamu memenangkan turnamen pemuda disini?"Tanya Alex.


"Iya,lalu?"John bertanya balik.


"Apa maksud dari turnamen itu diadakan?,"Tanya Alex penasaran.


"Tidak ada maksud apapun,sebenarnya ayah yang mendirikan turnamen itu untuk mengasah kemampuan anak-anak muda yang berbakat,dan memberikan mereka hadiah,para bangsawan lain juga setuju dengan itu,tapi ayah juga membiarkan warga sipil untuk mengikuti turnamen tersebut,walaupun ada beberapa bangsawan yang tidak setuju,tapi saat ayah mengeluarkan auranya mereka mau tidak mau setuju"Ucap John menjelaskan.


"Mungkin ayah membiarkan warga sipil mengikuti turnamen,karena siapa tahu ada warga sipil yang mempunyai bakat yang bagus,dan juga kedepannya kita perlu merekrut tentara dari pemuda warga sipil bukan?"Lanjut john.


Alex mengangguk, karena menurut dirinya ayahnya lumayan pintar untuk memancing talenta dan merekrutnya,walaupun ayahnya bisa merekrut dari anak bangsawan,ayahnya pasti pernah berpikir kalau anak bangsawan itu tidak 100% setia kepada keluarga mereka.


Sedangkan dengan warga sipil,mereka diberikan manfaat yang baik,dan tempat tinggal yang baik pasti langsung setia kepada pemberinya,walaupun tidak semuanya juga seperti itu,pasti juga ada beberapa yang mempunyai pikiran untuk mengkhianati demi keuntungan pribadi.

__ADS_1


Tidak terasa selama mereka mengobrol,mereka sudah sampai diruang makan,John membuka pintu.


Sreettt...


Alex meliihat keruang makan,dia melihat ibunya,dan lelaki paruh baya yang lumayan tampan dengan rambut sedikit pirang seperti dirinya,dia juga melihat ayahnya tersenyum kepadanya.


"Selamat datang kembali nak"Ucap ayahnya tersenyum kearah Alex.


Alex tahu maksud dari selamat datang kembali,karena yang ayahnya maksud jiwanya yang kembali ketubuh aslinya.


"Terimakasih ayah"Ucap Alex menunduk.


"Duduk,duduk,makanan sedang dibuatkan oleh pelayan"Ucap ibunya.


Alex dan John duduk ditempatnya masing masing,Alex tahu itu tempat duduknya,karena ada nomer ditempat duduknya yang bernomor 3,yang merupakan dirinya anak ke-3,dia juga tidak mengerti mengapa keluarganya sampai menulis tempat duduk seperti itu.


"Apakah kamu senang berada disini Alex?"Tanya ayahnya tersenyum.


Ibunya memelototi ayahnya saat ayahnya bertanya seperti itu kepada dirinya, ayahnya langsung berkeringat dingin saat melihat ibunya seperti itu.


"Uhuk,,kamu tidak perlu menjawabnya,ayah hanya berbasa basi kepadamu"Ucap ayahnya tersenyum canggung.


Alex hanya menganggukan kepalanya,dia juga melihat ibunya menoleh kearah dirinya dan bertanya. "Apakah kamu membutuhkan sesuatu?,apakah kamu ingin mengganti kasurmu?,bantal,dll?."


"Tidak,tidak perlu biarkan tetap seperti itu,karena barang barang itu juga belum rusak untuk diganti"Jawab Alex menggelengkan kepalanya.


"Kalau kamu membutuhkan sesuatu,kamu bisa langsung menemui ibu untuk memintanya"Ucap ibunya tersenyum lembut.


Alex mengangguk dan menjawab. "Aku pasti akan menemui ibu bila aku membutuhkan sesuatu"


"Bagus".


"Ekheem,apakah kalian melupakanku disini?"Tanya John mengeluh.

__ADS_1


Alex,ibu dan ayahnya hanya mengabaikan John yang mengeluh,John yang diabaikan langsung tertunduk lesu,apakah kasih sayang diantara kita sudah tidak ada,pikirnya.


"Tuan,nyonya makanan sudah siap".


Pelayan datang dan mengumumkan,kemudian mereka menaruh makanan diatas meja,melihat makanan yang tertata rapi,dan menggunggah selera perut Alex langsung keroncongan,dia belum makan sebelumnya karena takut nanti dia makan disinia pribadinya ,disini dia tidak bisa makan lagi saat bersama keluarganya karena sudah kekenyangan.


"Mari makan"Ucap ayahnya.


Mereka mulai makan,terlihat orang yang paling makan banyak adalah John,karena dia hampir mengambil semua lauk satu persatu,sedangkan ibunya hanya makan sedikit.


Setelah selesai makan mereka bersantai sejenak untuk mencerna makanan diperut mereka.


"Bu,ayah aku besok meminta izin untuk keluar,aku ingin menjelajahi kota"Ucap Alex,dia harus menyelesaikan misinya,walaupun system tidak memberikan waktu dimisinya,lebih baik menyelesaikan secepat yang dia bisa.


"Oke,apakah kamu butuh penjaga?"Tanya ibunya,sedangkan ayahnya hanya menganggukan kepalanya,sepertinya ayahnya setuju kalau dia keluar untuk berjalan-jalan.


"Tidak perlu,aku akan berjalan sendiri tanpa penjaga"Ucap Alex menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana dengan John yang menemanimu?,lagian juga kamu sebelumnya belum pernah pergi kekota"Ucap ibunya,walaupun ibunya tahu kalau jiwa Alex mendapatkan ingatan tubuhnya tapi jiwa sebelumnya tidak pernah meninggalkan istana.


Alex berpikir sebentar dan mengangguk,dia juga tidak perlu merahasiakan kalau dia akan membeli budak.


"Apakah kalian tidak meminta pendapatku terlebih dahulu?"Ucap John,dia merasa kalau kasih sayang dikeluarga ini untuknya sangat berkurang.


"Apakah kamu akan menolak perintah ibu?"Ibunya bertanya kepada John dengan mata menyipit.


"Tidak,aku tidak berani"John berkeringat dingin ditatap seperti itu oleh ibunya,kakaknya yang tertua saja tidak berani apalagi dirinya.


"Kalau kamu membutuhkan uang,kamu temui saja aku besok dikantorku,nanti aku akan memberikanmu uangnya"Ucap ayahnya memberitahu.


Alex hanya mengangguk,sebenarnya dia masih mempunyai banyak koin emas di inventorinya,tapi dia juga tidak tahu apakah cukup untuk membeli budak nanti,karena dia tidak tahu harga pasaran budak.


Bersambung.~

__ADS_1


__ADS_2