System Tertinggi

System Tertinggi
25.


__ADS_3

"Jadi kita mau kemana"Tanya John.


Sudah sehari sekali setelah dia tinggal diistana,sekarang Alex sedang berjalan bersama John dikota,sesekali ada anak bangsawan yang datang untuk menjilat pantat John,Alex sedikit risih dengan kelakuan anak bangsawan tersebut.


"Dimana toko budak rusa berada,aku ingin membeli budak"Jawab Alex,dia langsung pada tujuannya,karena dia tidak mau berlama-lama diluar,apalagi saat melihat anak bangsawan seperti itu,tidak bisakah mereka tidak menjadi penjilat.pikirnya.


"Untuk apa kamu membeli budak?,kalau kamu membutuhkan pelayan,kamu tinggal memilih dari pelayan diistana,kenapa harus repot repot membeli"Tanya John heran,karena dia biasanya juga seperti itu, memilih pelayan pribadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.


"Aku ingin pelayanku sendiri,dan aku lebih yakin dengan seorang budak,mungkin sebelumnya orang yang menculikku mendapatkan informasi dari salah satu pelayan diistana"Ucap Alex beralasan,dia tidak mungkin bilang kalau dia hanya ingin menyelesaikan misi dari systemnya bukan?.


"Masuk akal,sebaiknya nanti aku bilang keibu untuk mengetes kesetiaan para pelayan yang diistana"John merenung mendengar ucapan alex,dia akan memberitahu ibunya nanti tentang ucapannya.


Alex terdiam,tapi dia tidak peduli,siapa tau apa yang dia omongkan merupakan kenyataan,karena siapa yang tidak ingin mendapatkan keuntungan pribadi,siapa tau pelayan yang membocorkan informasi kalau tidak ada penjaga yang menjaga dirinya dikamar sebelumnya saat dia diculik.


"Diarea luar,toko budak rusa yang kamu sebutkan berada di area luar kota ini"Ucap John memberitahu letak toko budak,John kemudian memimpin jalan untuk pergi ke area luar.


Kota sendiri dibagi menjadi, area luar untuk warga sipil,area dalam untuk bangsawan yang ingin tinggal dikota ini,karena para bangsawan memiliki kota sendiri untuk dikelola,tapi saat dipanggil untuk menghadap ayahnya,tidak mungkin mereka menginap di hotel,dan area inti merupakan tempat anggota keluarga kekaisaran keluarganya berada.


"Kurasa aku juga akan mencari budak untuk melayaniku nanti,siapa tau pelayanku sekarang mungkin adalah mata-mata"Ucap John sambil berjalan.


Alex terdiam. "Berapa lama pelayan pribadimu melayanimu?".


"7 tahun kurasa"Ucap John mengingat.


"Umur berapa dia sekarang?"Alex.


"35 tahun"John.


"Apa dia sudah menikah?,apa dia sudah mempunyai anak?"Tanya Alex.

__ADS_1


"Dia sudah menjadi janda 2 tahun yang lalu,dia mempunyai anak laki-laki berumur 14 tahun yang masih bersekolah di akademi"Jawab John.


"Kenapa kamu menanyakan semua itu?"John aneh.


"Tidak ada,kamu tidak perlu mengusirnya dan menyuruhnya melakukan tugas lain,karena dia tidak mungkin mata-mata"Ucap Alex.


"Bagaimana kamu tahu,?"John bingung tidak mengerti.


"Yah pokonya kamu jangan sampai mengusirnya,dan menjadikan pelayan biasa,kalau tidak aku akan bilang keibu kalau kamu ingin membeli budak ***,apa kamu paham?"Ucap Alex,karena dia merasa tidak enak,karena tidak mungkin semua pelayan merupakan mata-mata,apalagi pelayan John sudah lama bersama dirinya,dan pelayan tersebut mempunyai anak yang bersekolah di akademi,kalau dia diturunkan menjadi pelayan biasa,kemungkinan anaknya tidak bisa membayar anaknya yang bersekolah diakademi,tidak mungkin dia memutuskan rezeki orang karena ucapannya.


"Kenapa kamu jadi mengancamku?,apakah kamu adikku apa kakakku?,"Tanya John heran.


"Kalau kamu tidak menginginkan pelayan itu,suruh pelayan itu untuk melayaniku,nanti aku yang akan bilang kepada ibu untuk memindahkan tugasnya."Ucap Alex,dia merasa dari obrolan biasa kenapa bisa menjadi sangat rumit seperti ini.


"Bilang saja kalau kamu ingin menginginkan pelayanku,aku tahu walaupun dia sudah menjadi janda dan mempunyai anak dia masih terlihat cantik"Ucap John menggoda.


"Terserah,pokonya ingat saja kata-kataku tadi,jangan membuangnya"Alex merasa lelah,dia sudah tidak peduli kalau John salah paham dengannya.


"Baiklah aku akan mengingatnya"Ucap John mengangguk


Setelah sampai di toko tempat dijual,mereka disambut oleh resepsionis yang berada didekat pintu masuk,resepsionis juga melihat kearah pakaian mereka yang mewah,apalagi John dengan pakaiannya yang sangat mewah. "Selamat datang tuan,apakah tuan ingin membeli budak manusia,atau budak monster?".


"Manusia"Jawab Alex singkat.


"Ikuti saya tuan"Resepsionis itu kemudian berjalan kelantai dua.


Alex dan John mengikuti resepsionis itu dengan diam,dia juga melihat sekelilingnya yang seperti kantor bukan seperti tempat penjualan budak.


Menaiki lantai kedua,Alex menemukan kalau dilantai dua ada sel penjara di kiri dan kanannya,dan didalamnya terdapat manusia dari yang muda sampai yang tua.

__ADS_1


"Tuan dilantai ini merupakan budak sipil yang terlilit hutang dan akhirnya dijadikan budak,mereka tidak mempunyai kemampuan apapun dalam diri mereka,apakah tuan ingin budak seperti ini?"Tanya resepsionis tersenyum sopan.


"Apakah budak petarung ada"Tanya John,dia tahu kalau setiap pedagang budak biasanya menjual budak petarung,budak petarung sendiri didapatkan dari tentara dari kekaisaran yang jatuh.


"Untuk budak petarung ada dilantai ketiga tuan,apakah tuan ingin melihatnya terlebih dahulu?"Resepsionis.


John menganggukan kepalanya.


Alex juga tidak masalah untuk melihat budak petarung,karena budak sipil disini tidak ada yang menarik minatnya,dia juga bukan pahlawan yang akan selalu membantu mereka yang membutuhkan satu persatu,lagian budak dilantai ini juga membuat kesalahannya sendiri karena berhutang.


Resepsionis menuntun mereka kelantai tiga.


Dilantai tiga sendiri sama seperti sebelumnya,tapi disini lantainya lebih luas,dan di setiap satu sel hanya terdapat satu orang,berbeda dengan lantai dua yang satu sel mempunyai 5 orang lebih didalamnya.


"Tuan disini budak petarung,tuan bisa melihatnya,dan dipintu sel tersebut terdapat identitas dan level mereka"Ucap resepsionis itu menunjukan kertas disalah satu sel,yang menunjukan identitas,dan level yang budak petarung itu punya.


John sudah pergi terlebih dahulu kelebih dalam untuk melihat,sedangkan dirinya,dia hanya akan memulai dari awal sampai keujung,dia tidak akan melewatkan satu apapun yang berguna.


Alex berjalan dan melihat serta tulisan didepan pintu itu satu persatu,dia melihat mereka,tapi level mereka hanya berlevel 80 paling tinggi,dia juga belum melihat semuanya dan melanjutkan untuk melihat lagi.


"Eh?".


Alex melihat salah satu penculik yang menculiknya didalam sel,penculik tersebut sekarang memiliki wajah penuh bekas luka,penculik itu juga kehilangan satu mata dan tangan kirinya.


Dia juga melihat mata penculik itu kosong,seperti tidak mempunyai keinginan untuk hidup,dia tidak berniat membeli penculik itu dan menyiksanya saat melihat mata penculik itu.


Untuk apa dia menyiksa seseorang yang sudah tidak memiliki keinginan hidup,paling saat dia siksa nanti orang itu tidak akan berteriak atau meminta pengampunan terhadapnya,dimana kesenangan saat menyiksa kalau seperti itu.


Alex menggelengkan kepalanya,karena roda takdir selalu berputar,penculik itu juga melihatnya dengan tatapan kosong,tapi penculik itu seperti tidak mengenalnya dan hanya menatap kosong pada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2