
"Alex temani aku membeli itu"Ucap Nuna menarik Alex.
".."
Alex terdiam,karena saat berjalan-jalan dikota Nuna semakin dekat dengan dirinya,dia terkadang menjadi pembawa barang yang dibelanjakan Nuna dari toko yang dijumpainya.
"Tidak bisakah kamu mengajak kakak John saja?"Ucap Alex melihat tujuan Nuna merupakan toko pakaian,dia merasa ngeri saat melihat toko itu,karena kalau wanita sudah berbelanja pakaian bisa membuat orang yang menemaninya menunggu sangat lama untuk memilih.
"Tidak,biarkan dia berbicara dengan kakak logan,aku juga inginnya kamu untuk menemaniku"Ucap Nuna.
"Kakak,tapi yang menyukaimu adalah John bukan aku"Ucap Alex mengeluh.
"Aku tahu,kamu tidak usah mempunyai pemikiran liar seperti itu,lagian juga John akan mendapatkan kesempatan nanti apabila dia memenangkannya,bukankah kamu juga membantu dirinya?"Ucap Nuna tersenyum penuh arti.
".."
Alex terdiam,kemudian dia melihat kalau obrolan mereka tadi sebelumnya sudah dipasang penghalang oleh Nuna rupanya.
"Kalau begitu,apakah kamu menyukai kakakku?,"Tanya John penasaran,karena tidak mungkin Nuna menyetujuinya dengan alasan untuk mendapatkan pedang peringkat (C) saja.
"Belum,aku hanya memberikan kesempatan kepada dirinya kali ini,aku membencinya sebelumnya karena dia mengatakan cinta kepadaku tapi menggoda wanita lainnya keesokan harinya."Ucap Nuna menggelengkan kepalanya.
Alex berekedut mendengar perkataan Nuna,karena perkataannya merupakan kebenaran tentang sifat John.
"Sepertinya kamu juga mengetahuinya?"Ucap Nuna dengan mata menyipit.
"Tidak,aku tidak,aku tidak peduli dengan urusan orang lain atau keluargaku,dan biasanya aku hanya berdiam diri dikamar"Ucap Alex menggelengkan kepalanya.
"Baiklah,sekarang kamu ikut aku untuk memilih baju"Nuna langsung menyeret tangan Alex ketoko baju didekatnya.
Alex hanya bisa pasrah saat Nuna menyeret tangannya,dan mengikuti dia berjalan kearah toko baju.
20 menit kemudian,terlihat wajah Alex yang seperti zombie karena kelelahan,didalam toko baju dia disuruh menilai Nuna apakah baju itu cocok padanya atau tidak,tapi saat dia bilang cocok Nuna mengganti bajunya kebaju lain dan seterusnya sampai membuatnya stress memikirkannya.
Untungnya Nuna tidak menyuruhnya membawakan baju yang dibelinya,dan hanya menaruh baju itu di cincin penyimpanan milik dirinya sendiri,kalau tidak mentalnya mungkin akan langsung terkuras sampai habis.
"Kenapa dengan wajahmu?"Tanya John bingung melihat wajah Alex seperti zombie.
__ADS_1
"Aku akan membuat tagihan kepadamu nanti"Ucap Alex menggertakan giginya sambil menunjuk John.
John tambah bingung dengan apa yang dimaksud Alex,kenapa dia begitu marah kepadanya?,bisakah seseorang memberitahuku?,itulah yang ada dipikiran john.
Alex kemudian melihat pria paruh baya berjualan minuman dingin,dia kemudian menghampiri paman itu dan membeli dagangannya.
"Paman aku mau satu apapun yang segar"Ucap Alex.
"1 koin tembaga"Ucap paman itu.
Alex melihat isi uangnya dan hanya menemukan koin emas,kemudian dia memberikan koin emas itu kepadanya.
"Ini paman,kamu tidak usah mengembalikan,ambil aja semuanya,sekarang mana minuman dinginku,jangan malah kaget seperti itu"Ucap Alex mengeluh yang melihat paman paruh baya itu kaget.
Kemudian paman paruh baya itu melirik kelompok Alex dan membuatkan 4 minuman dingin untuknya,paman itu memberikan minuman dingin tersebut kepada Alex.
"Ternyata kamu masih mempunyai hati paman"Ucap Alex tersenyum langsung pergi setelah mengambil minuman dingin yang dibelinya.
Alex membagikan minuman dingin itu kepada kelompoknya,dia tidak peduli apakah mereka suka dengan minuman itu atau tidak,setidaknya dia sudah memberikan kepada mereka.
"Haaahh,segar"Ucap Alex.
"Kita kemana lagi setelah ini?"Tanyanya.
"Kita pergi kerestoran saja,lagian kita juga belum makan setelah sampai kesini"Ucap Nuna menyarankan.
Logan dan John mengangguk mendengar saran dari Nuna,Alex yang melihat John dan logan mengangguk mau tidak mau ikut mengangguk juga.
Mereka mencari restoran terdekat untuk mereka makan,setelah bertanya dengan warga yang berlalu lalang mereka menemukan Restauran Tanduk Rusa,mereka memasuki restauran dan menemukan resepsionis yang berjaga didekat pintu restauran.
"Selamat siang tuan dan nyonya,apakah kalian ingin makan dilantai biasa atau lantai VIP?"Resepsionis itu bertanya dengan sopan kepada mereka,apalagi sekarang sedang ada acara turnamen antara kekaisaran, resepsionis itu tidak mau menyinggung orang-orang dari kekaisaran lain.
"Lantai VIP"Jawab John cepat.
"Kalau begitu mari ikuti saya,saya akan mengantarkan kalian keruang VIP kalian"Ucap resepsionis itu menaiki tangga.
Restauran ini sendiri mempunyai 5 lantai,dengan lantai 2 untuk warga sipil,lantai3 untuk orang mempunyai level lumayan tinggi,dan lantai 4 merupakan ruangan VIP,dimana level dan uang ditentukan,karena resepsionis itu melihat baju mereka,dia pasti berpikir kalau mereka orang kaya.
__ADS_1
"Tuan dan nyonya,ini adalah ruangan VIP kalian,kalian bisa memesan terlebih dahulu biar saya sekalian nanti saya bawakan pesanan anda kepada koki untuk dimasakan"Ucap resepsionis.
Mereka memasuki ruangan dan melihat menu dimeja dalam ruangan,Nuna menulis semua pesanan yang mereka pesan.
Alex melihat menu itu dan memilih daging rusa panggang,dia ingin mencoba memakan daging rusa disini,karena nama restoran ini Tanduk Rusa,pasti pembuatan daging rusanya seharusnya enak.
Logan mengikuti dirinya memilih daging rusa panggang,sedangkan Nuna dia memilih daging kelinci goreng,sedangkan John dia memilih makan ayam bakar,sedangkan untuk minumannya Alex hanya menyuruh Nuna memilih yang menurutnya enak.
"Mohon di tunggu hidangannya tuan dan nyonya"Resepsionis itu pergi setelah mereka selesai menulis menu dan mengasih kepadanya.
"Alex apakah kamu mempunyai kekasih?"Ucap Nuna tiba tiba.
Alex yang mendengar ucapan Nuna hampir terkena serangan jantung,karena Nuna mengucapkannya tanpa berbasa basi terlebih dahulu,tapi dia tetap menjawab pertanyaan Nuna.
John juga sedikit ingin tahu dengan adiknya,sedangkan logan dia hanya mengamati obrolan mereka.
"Tidak,tapi aku mempunyai orang yang aku suka"Jawab Alex jujur.
"Siapa?,apakah itu orang dari kekaisaran?"Tanya John penasaran.
Alex menggelengkan kepalanya dan menjawab.
"Bukan,aku menemukannya saat berada dihutan,tapi dia tampaknya tidak menyukaiku"Ucap Alex melakonis,dia memang menemukan Erika dihutan jadi dia menjawab jujur pertanyaan mereka.
"Sigh,maaf Alex"Ucap Nuna tidak menyangka kalau suasananya akan menjadi melakonis dari pertanyaan acaknya.
"Tidak apa,aku juga sedang mencari yang lain"Ucap Alex menyeringai.
"Kenapa kamu tidak menjadikan elena sebagai kekasihmu saja,lagian aku juga melihat kamu sangat menyukai Emily bukan?"Ucap John asal.
Alex yang mendengar ucapan itu ingin meninju John sekarang,bukannya dia tidak mau sama elena karena dia merupakan budak sebelumnya,tapi mereka hanya baru mengenal beberapa hari,dan juga sebelumnya elena juga sudah mempunyai suami,dia juga tidak tahu apakah elena masih suka mengingat suaminya yang sudah mati atau tidak.
"Aku akan memikirkannya nanti"Jawab Alex asal.
"Bagus,ibu juga pasti akan menyetujui hubunganmu nanti"Ucap John mengangguk.
Alex hanya mengabaikannya,sedangkan Nuna sangat ingin tahu tentan elena yang disebutkan,tapi dia tidak ingin bertanya lagi,karena takut merubah suasana ruangan ini seperti tadi,yah dia akan menanyainya nanti saat waktunya tepat.
__ADS_1