System Tertinggi

System Tertinggi
35.


__ADS_3

Didalam ruangan ayahnya.


Alex sedang duduk berhadapan dengan ayahnya.


"Apakah kamu mempunyai element sekarang?,apa element mu?"Tanya ayahnya penasaran.


Alex mengangguk dan menjawab. "Aku mempunyai element langka gravitasi".


Ayahnya tersenyum bangga mendengar Alex mempunyai element langka. "Bagus".


"Lalu,apakah teknikmu sebelumnya kamu membuatnya sendiri atau kamu menemukannya disuatu tempat?"Tanya ayahnya lagi.


"Aku membuatnya sendiri,aku hanya menggunakan imajinasiku untuk membuat teknik tersebut"Ucap Alex.


Ayahnya mengangguk kemudian merenung. "Dikekaisaran tidak ada yang mempunyai element gravitasi,jadi aku tidak bisa memberikanmu teknik yang berhubungan dengan elementmu".


"Tidak apa,aku akan meneliti dan membuatnya sendiri nanti"Ucap Alex santai.


"Baguslah kalau kamu mengerti,karena aku tidak ingin kamu menganggap kami bias karena tidak memberikanmu teknik nanti"Ucap ayahnya tersenyum..


Alex berkedut,tapi dia menjawab. "Aku tidak sepicik itu".


Ayah hanya tersenyum. "Kalau begitu kamu bisa melanjutkan urusanmu,aku hanya ingin menanyakan hal itu"


Alex mengangguk,kemudian dia pamit kepada ayahnya untuk bkembali kekamar.


Setelah sampai dikamar dia berpikir, tapi setelah berpikir dia menggelengkan kepalanya.


Dia berpikir untuk memberitahu ayahnya tentang dunia pribadi,tapi dia masih mempunyai beberapa pertimbangan setelah banyak berpikir.


Yah bukan karena dia tidak mempercayai mereka,tapi lebih kearah berhati-hati,dia percaya kepada keluarganya,tapi dia mempunyai banyak pertimbangan,apalagi mulut John yang bocor,dia takut kalau mereka tahu, John akan membual kepada temannya atau orang lain,kalau dia tidak memberitahu John dan memberitahu yang lainnya,dia juga tidak tega.


Walaupun John mempunyai sifat seperti itu,tapi dia tau kalau John merupakan orang baik,tapi dia tidak tahu apakah nanti saat berkumpul dengan temannya dan mabuk John akan membual,karena dia tahu sifat John dengan baik.


..


Didalam dunia pribadi.


Dia mengecek kondisi ketiga slimenya terlebih dahulu saat memasuki dunia pribadinya,dia mengecek hanya untuk melihat ada kelainan atau tidak saat slimenya sedang melakukan proses bervolusi.


Setelah menurutnya aman dia langsung turun kebawah menemui Erika dan Jasmine,karena orang yang tinggal disini hanya mereka berdua.

__ADS_1


"Kalian sedang memainkan apa?"Tanya Alex penasaran melihat Jasmine dan erika sedang memainkan sesuatu.


"Kami sedang bermain tebak-tebakan,apabila kakak Erika bisa menebaknya dengan benar dia akan mendapatkan makananku,begitu juga sebaliknya"Jawab Jasmine memberitahu.


Alex berkedut mendengar taruhan mereka,dia juga melihat kalau Erika memenangkan paling banyak permainan ini,yah siapa yang tidak bisa menebak apa yang dipikirkan anak kecil,apalagi Erika sudah hidup berapa lama, Hanya tuhan yang tahu.


Erika yang ditatap oleh Alex memerah karena malu,wajahnya juga panas saat Alex menatapnya,dia juga sebenarnya tidak mau bermain permainan ini dengan Jasmine,tapi karena Jasmine menawarkan makananya dia tidak sadar langsung setuju.


"Jasmine berhentilah,kamu dibodohi oleh kakak Erika"Ucap Alex memberitahu Jasmine.


Erika langsung memelotinya saat Alex berbicara seperti itu.


"Tidak apa,lagian juga nanti aku bisa minta ke kakak lagi,kakak tidak akan membiarkan aku kelaparan bukan?"Tanya Jasmine dengan wajah imut.


Alex merasa jantungnya tertancap oleh panah saat melihat Jasmine membuat wajah imut.


Dia menganggukan kepalanya dengan cepat.


"Tentu,aku tidak akan membiarkan Jasmine kelaparan,selama aku masih hidup"Jawab Alex menepuk dadanya.


Erika mendengus dingin saat Alex bertingkah seperti itu,tapi Alex hanya mengabaikannya,dan mengeluarkan camilan yang banyak untuk dia berikan kepada Jasmine.


"Ini untukmu,apabila kamu sudah kehabisan lagi,kamu bisa memberitahu kakak"Ucap Alex memberikan camilan dari inventorinya.


"Tentu kakak merupakan yang terbaik,tidak ada yang lebih baik daripada kakak"Ucap Alex bangga.


Erika memutar matanya mendengar ucapan narsis Alex. "Tidak bisakah kamu menjadi tidak narsis?".


"Kalau aku tidak narsis,bagaimana aku mendapatkan hatimu nanti"Ucap Alex menggoda.


Blussh..


Erika langsung membuang muka dengan wajah memerah,dia sangat malu mendengar ucapan alex yang tidak tahu malu.


"Hehehe"Alex terkekeh melihat erika yang malu seperti itu.


"Jadi bagaimana tawaranku sebelumnya untuk tinggal disini?"Ucap Alex.


Erika langsung berbalik dan menatap Alex dengan tatapan tegas. "Tidak,aku tetap harus pergi".


"Emang apa yang ingin kamu lakukan setelah kamu mendapatkan tubuh?"Tanya Alex,dia mulai penasaran,karena kalau dia bertanya seperti itu dia selalu menjawab dia akan pergi terus.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu tahu,karena itu bukan urusanmu"Ucap Erika kasar saat mengucap kata-kata itu.


"Baiklah,aku tahu"Jawab Alex singkat,yah dia tidak terlalu marah Erika menjawab seperti itu.


Tapi dia merasa tidak nyaman saja,karena dia sudah menandai Erika kalau dia merupakan miliknya,jadi saat Erika bilang itu bukan urusannya,ucapannya langsung membuatnya tidak nyaman.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menemui Gordon terlebih dahulu"Ucap Alex langsung pergi.


Erika yang melihat Alex pergi merasa sedih,dia sebenarnya tidak ingin mengucapkan kata-kata itu dari mulutnya,dia juga melihat gerak gerik Alex sebelumnya yang tidak nyaman dengan ucapannya.


'kamu terlalu lemah untuk mengetahui semua itu,jadi maafkan perkataanku yang kasar'Gumam Erika dalam hati.


...


Setelah sampai di tempat gordon dia membeli permainan catur dari tokonya.


"Temani aku bermain,aku akan mengajarimu caranya nanti"Ucap Alex setelah melihat Gordon.


Gordon hanya menganggukan kepalanya,dia juga melihat wajah tuannya yang tampak muram akan sesuatu,dia tidak berani bertanya apa yang terjadi,karena kalau tuannya ingin memberi tahunya,tuannya pasti akan langsung memberitahunya tanpa dirinya bertanya.


Bermain catur bersama Gordon,dia juga mengajarkan cara bermainnya kepada Gordon.


"Gordon apakah kamu mempunyai kekasih sebelumnya?"Tanya Alex sambil mengangkat kuda untuk berjalan.


"Tidak,aku sebelumnya tidak mempunyai kekasih,karena aku hanya fokus untuk meningkatkan kekuatanku"Jawab Gordon sambil menjalankan pion.


"Menurutmu aku harus menggunakan cara paksa atau cara lembut untuk mendapatkan kekasih?"Tanya Alex.


Gordon yang sedang mengangkat Benteng terdiam mendengar pertanyaan tuannya,diakemudian berpikir dan menjawab."Itu tergantung situasinya tuan kalau menurut saya".


Alex mengangguk paham dengan apa yang dimaksud Gordon.


"Apa kamu mau mencari kekasih dikehidupanmu yang sekarang?"Tanya Alex.


Gordon menggelengkan kepalanya sebelum menjawab,. "Belum ada yang membuatku jatuh cinta,mungkin kalau ada yang membuatku jatuh cinta aku akan langsung menikahinya nanti".


Alex mengangguk. "Kalau kamu menemukan cintamu,aku akan mengizinkanmu untuk menikah nanti".


"Terimakasih tuan"Ucap Gordon berterimakasih.


"Tidak perlu dipikirkan,mari kita bermain lagi"Ucap Alex,sebelumnya dia sudah memenangkan pertandingan.

__ADS_1


"Baik tuan",Ucap gordon memasang bidak caturnya yang sekarang berwarna putih,karena sebelumnya dia memainkan yang hitam.


__ADS_2