System Tertinggi

System Tertinggi
29.


__ADS_3

Pintu diketuk dan Alex membuka pintu,dia tahu kalau orang yang datang adalah pelayan dan budak yang dia beli.


Alex memberikan uangnya kepada pelayan dan memecatnya untuk pergi,dia kemudian membawa ibu dan anak itu masuk kedalam ruangannya.


Terlihat anak itu sedikit ketakutan saat memeluk ibunya dengan tangan gemetar,ibu dari anak itu juga menahan rasa takutnya,karena dia tidak tahu apa yang akan dilakukan tuan baru mereka kepada dirinya dan anaknya.


"Siapa namamu dan anakmu?"Tanya Alex.


"Nama saya elena tuan,dan nama anak saya Emily tuan,karena kekaisaran kami sudah hancur kami sudah tidak mempunyai nama keluarga lagi"Ucap elena bersikap sesopan mungkin,karena dirinya takut menyinggung tuan barunya.


"Tuan,tolong lepaskan anak saya,saya rela melakukan apapun asalkan tuan melepaskan anak saya".Ucap elena memohon.


Alex hanya diam mengamati ibu dan anak itu,kemudian dia berjalan kearah anak itu.


Elena yang melihat Alex menghampiri anaknnya merasa ketakutan setengah mati,dia hampir meninju dirinya sendiri karena mengucapkan kata-kata bodoh sebelumnya.


"Tuan tolong,dia masih kecil dan belum melakukan dosa apapun".


Alex hanya mengabaikan elena dan mengambil Emily kegendongannya, Emily yang tiba tiba digendong langsung meras takut dan langsung menangis. "Mama".


"Cup.cup.cup,kakak tidak akan melakukan apapun pada kamu dan ibumu oke?,kakak hanya ingin menggendongmu saja, karena kamu sangat menggemaskan"Ucap Alex membersihkan air mata Emily.


"Benarkah?"Emily bertanya kepada Alex dengan mata berkaca-kaca.


"Un"Alex mengangguk mencubit pipi Emily yang sedikit tembem.


Elena menghela nafas lega karena melihat Alex hanya menggendong anaknya dan tidak melakukan apa-apa terhadap anaknya.


"Karena aku sudah membeli kalian berdua,aku akan merawat kalian berdua,tapi ibumu harus bekerja untukku nanti,aku juga tidak akan menggunakan kertas kontrak terhadap kalian berdua"Ucap Alex tersenyum mengelus rambut Emily.


"Baik tuan, aku akan bekerja dengan rajin asalkan tuan merawat Emily"Ucap elena,dia juga tahu kalau dia tidak bisa menolak Alex,lebih baik bertaruh kalau Alex merupakan orang baik dan akan merawat mereka berdua,kalau dia minta dibebaskan juga,saat dibebaskan mungkin mereka akan ditangkap lagi oleh pedagang budak dan dijual lagi kepada orang lain.


"Bagus,aku hanya menyuruhmu menjadi pelayanku untuk memasakan makanan untukku,dan membersihkan rumahku"Ucap Alex mengangguk,dan untuk Emily dia tidak bisa menyuruhnya untuk bekerja,apalagi dia masih dibawah umur,dia tidak sejahat itu untuk membiarkan emily bekerja.


John dan budaknya hanya memperhatikan insteraksi mereka dan tidak mengganggunya.

__ADS_1


"Ayo kembali"Ucap Alex masih menggendong Emily,yah dia tidak tahu mengapa dia menyukai anak anak yang lucu semenjak pindah kedunia ini.


Mereka melewati jalan yang sebelumnya mereka lewati sebelum sampai keruangan itu,dalam perjalanan Emily bertanya kepadanya dengan polos. "Kakak,apakah kakak benar tidak akan menyakiti aku dan ibu?".


"Tidak,mana mungkin aku tega menyakiti anak selucu dirimu"Jawab Alex tersenyum mengelus kepalanya.


Emily mengangguk senang saat mendengar jawaban dari Alex. "Siapa namamu kakak?".


"Kamu bisa memanggil kakak dengan sebutan kakak Alex oke?"Alex memberitahukan namanya.


"Oke kakak Alex"Emily mengangguk lucu.


"Alex bisakah aku menggendongnya?"Tanya John tiba-tiba.


"Tidak,dan jangan pernah memegangnya kapanpun kamu melihatnya dengan tangan mesummu"Ucap Alex mencibir,karena dia tahu kakaknya yang ini merupakan orang sedikit mesum.


"Kenapa kamu begitu pelit kepada kakakmu"Ucap John mengeluh.


Keluar dari sana mereka langsung berjalan ke area inti dimana istananya berada.


Tiba tiba dalam perjalanan mereka,seorang pemuda dan seorang lelaki tua menghadangnya,tapi sebelum dia bertanya apa maksud mereka,pemuda itu tiba tiba bersujud dihadapan mereka.


"Aku akan memaafkanmu kalau kamu bisa membantu warga disini selama sebulan dalam bentuk apapun"Ucap Alex,yah dia juga tidak akan menghancurkan sebuah keluarga karena alasan sepele seperti itu.


Dengan pemuda itu membantu warga disini,ayahnya tidak perlu repot mengurus area luar,dia hanya perlu mengurus area dalam dan inti dalam sebulan,dia melakukan seperti itu untuk mengurangi pekerjaan ayahnya sebagai kaisar.


"Aku berjanji,aku akan membantu warga disini selama sebulan asalkan pangeran memaafkanmu"Ucap pemuda itu memohon.


Alex mengangguk dan menjawab. "Kamu bisa melakukannya mulai besok,bantu warga yang membutuhkan,aku akan melihat kondisi mereka dari laporan didokumen ayahku nanti,dan apabila kamu tidak menepatinya aku akan melaporkan keayahku kejadian hari ini".


"Pasti,pasti saya akan melakukannya"Pemuda itu menjawab dengan cepat.


"Kamu bisa pergi,aku ingin kembali dan jangan lupakan janjimu".


Pemuda itu langsung pamit setelah mendengar ucapan alex.

__ADS_1


Alex menghela nafas melihat pemuda itu pergi.


John mengacungkan jempolnya kepada dirinya.


"Kamu tahu saja kalau ayah sedang mempunyai banyak pekerjaan,dengan begitu pekerjaan ayah kita sedikit berkurang"Ucap John.


Alex hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanan,dia juga tidak ingin meninggalkan makan malam,karena dia tahu, ibunya akan menyertnya lagi seperti sebelumnya nanti.


Diistana.


Dia bertemu ibunya saat memasuki istana,ibunya bertanya saat dia menggendong anak kecil dan membawa 2 wanita dewasa lainnya."Apakah kamu membeli budak?".


Alex mengangguk.


"Iya aku ingin dia yang mengurus kebutuhanku nanti,namanya elena,dan anak ini Emily"Ucap Alex memperkenalkan elena dan Emily.


Elena sempat takut saat menghadapi ratu dari kekaisaran ini,tapi setelah melihat ratu disini tersenyum,dia yang dulunya merupakan seorang ratu dulu tahu kalau ratu ini merupakan orang yang baik dan tegas dari wajahnya.


Elena memberi hormat kepada ibunya,yang anggukan oleh ibunya,Emily tidak menyapa ibunya dan hanya mengumpatkan wajahnya di dadanya.


Ibunya tidak marah melihat Emily seperti itu,dia malah penasaran dengan anak perempuan yang dibeli oleh Alex,karena anak itu sangat imut.


Ibunya mengambil Emily dari pelukannya secara langsung tidak meminta pendapatnya,dia hanya melepaskan Emily dan memberikan kepada ibunya.


"Jangan takut,dan panggil aku kakak,namamu Emily bukan?,nama yang cocok dengan wajah manismu"Ucap ibunya melihat Emily sedikit meronta.


Alex terdiam mendengar ibunya menyuruh Emily untuk memanggilnya kakak,apakah ibunya tidak ingat dengan umurnya?.


"Apakah kamu memikirkan sesuatu yang kasar tentang ibumu Alex?"Ibunya tiba tiba berpaling kepadanya dan menatap tajam dirinya.


Alex langsung berkeringat dingin karena insting wanita didunia ini sangat menakutkan. 'sebelumnya Erika,sekarang ibuku yang mempunyai insting yang menakutkan'.


"Tidak,aku tidak memikirkan apapun"Jawab Alex memaksakan senyum.


"Aku akan meminjam Emily sebentar,aku akan membawanya kekamarku"Ucap ibunya pergi tanpa menunggu jawaban dari mereka.

__ADS_1


Elena terlihat khawatir melihat putrinya dibawa oleh ibunya.


"Tidak perlu khawatir,ibuku tidak akan menyakitinya,mungkin dia malah akan memanjakannya karena dia tidak mempunyai anak perempuan sebelumnya"Ucap Alex meyakinkan elena.


__ADS_2