
setelah berkutat di dapur akhirnya naura dan cristine selesai memasak,semua makanan sudah tersaji di atas meja makan.
" ra,,kamu tolong panggilin rey yah di kamarnya, ,ajak dia makan" perintah cristine.
naura mengedarkan pandangan nya ke segala arah.
" tante,kamar nya rey di mana yah,aku gak tahu soal nya?" tanya rara ragu.
gimana mungkin aku tahu yang mana kamar nya,masa aku harus cek satu satu pintu nya.
" oh, iya,!!' cristine menepuk kening nya' " kamu naik aja ke atas, kamar nya pintu ke dua dari tangga" tutur cristine
rara mengetuk pintu yang di yakini nya adalah kamar rey,seperti yang di bilang cristine.
tok,,tok,,
setelah beberapa menit menunggu akhirnya
rey membuka pintu,dia menatap rara tajam.
"makanan nya udah siap,tante nyuruh kamu untuk makan malam" ucap rara sedikit gugup,
seketika rey menarik pinggang rara,untuk mendekat ke arah nya,
"apa yang_
rara berontak,dia mencoba melepaskan tangan rey tapi tidak bisa.pandangan mereka bertemu .yang membuat rara terpaku.saat menatap mata rey.kini jantungnya sudah berdetak gak karuan
rey mendekat kan wajah nya,ke wajah rara,sampai rara bisa merasakan hembusan nafas nya.tangan rey terangkat,dia mengusap sudut bibir naura denga ibu jari nya.pandangan nya terfokus pada bibit naura.
bibir yang membuat nya kecanduan,ingin sekali dia melahap habis bibir mungil itu,
rey semakin mendekatkan bibir nya ke bibir naura,entah kenapa naura seakan tidak bisa menolak apa yang di lakukan rey saat ini.
__ADS_1
naura memejamkan mata nya,mulut nya sedikit terbuka untuk mempersilahkan rey untuk mencium bibir nya
rey tersenyum tipis saat dia melihat reaksi naura,
cup
rey mengalih kan ciuman nya ke kening naura.yang langsung membuat naura membuka matanya, manik mata nya menatap rey.
" kenapa? ngarep banget yah aku cium"
ledek rey menahan tawanya.
seketika pipi naura merah bagaikan kepiting rebus,dia membalikan badan nya,membelakangi rey,
malu banget,ntar rey kira naura cewe gampangan lagi,rara,,,ingat kevin ra,,,,ingat,,,,
naura langsung pergi kebawah meninggalkan rey, dia malu banget,, ingin rasa nya dia masuk ke dalam lubang biar gak bertemu rey lagi.
'" gimana makanan nya rey, enak gak? ini rara lho yang masak" tanya cristine memecah keheningan
" enak mom" jawab rey tapi pandangan nya gak lepas dari rara.
" beruntung yah,yang akan jadi suami nya rara,,eh ngomong ngomong rara udah punya pacar?"
kening rey mengerut bingung,kenapa momy nya nanya seperti itu,? tapi dia juga penasaran akan jawaban naura.
rara mengangguk pelan,satu bulan lagi aku mau menikah tante" jawab rara pelan
rara gak berani menatap rey,entah kenapa dia merasa gak enak untuk memberi tahukan nya.
sementara rey? bagaikan tersambar petir di siang bolong. tangan nya mengepal dengan kuat, seketika dada nya terasa begitu sesak,seakan ada batu besar yang menghimpit nya,dia merasa marah,dia kecewa.
__ADS_1
dia pikir naura sudah membuka hati nya untuk rey,tapi ternyata?? naura seakan menerbang kan nya jauh ke atas,tapi langsung di jatuh kan nya dengan keras,rasa nya begitu sakit.
begitupun dengan cristine,dia merasa kecewa mendengar jawaban naura, dia sudah menyukai naura dia berharap naura bisa menjadi istri nya reyhan.
dan cristine tahu kalau anak semata wayang nya ini menyukai naura.
cristine melirik rey yang diam membeku dengan.tatapan gelap yang di penuhi amarah
" oh,,yah,,kamu mau menikah satu bulan lagi?" tanya cristine memastikan,mungkin dia salah dengar. yang di angguki naura.
" memang kalian sudah pacaran berapa lama?"
" udah lama sih tan,sekitar lima atau enam tahun"
rey beranjak dari kursi,dia pergi meninggalkan rara dan cristine,dia sudah sangat marah,saat ini dia hanya ingin melampiaskan amarah nya,kecewa nya dan sakit hati nya.
__ADS_1