
" siapa nama mu tadi?" tanya dylan saat dia dan rara sudah berada di depan pintu besar berwarna coklat
" naura"
" kamu tunggu di sini,nanti kalau pak reyhan mau menemui kamu,nanti saya panggil kamu" perintah dylan
rara mengangguk pelan " iya pak
jadi dia pemilik perusahaan ini? pantesan aja dia begitu sombong dan angkuh.
lima belas menit sudah rara menunggu di depan pintu,tapi dylan belum juga memanggil nya.rara udah mondar mandir di depan pintu itu
ck,,,ngapain aja sih di dalam lama banget" gumam nya.
****
reyhan menyandarkan punggung nya di kursi kebesarannya, dia nampak memikirkan kan sesuatu.sesekali dia memijat pangkal hidung nya.
" apa lo udah melakukan sesuatu pada seorang gadis?" tanya dylan tiba tiba saat dia masuk ke dalam ruangan rey.
" Apa maksud lo?" tanya Rey bingung dia menatap Dilan tajam
" ada gadis yang nyariin loe di lobi,"
" siapa ?" tanya rey dingin
dylan menyandarkan bokong nya di meja,dia menghadap rey dengan menyilangkan kedua tangan nya.
" seorang gadis kecil. loe gak nidurin dia kan?,gadis itu datang ke sini bukan untuk meminta pertanggung jawaban loe kan ?" tanya Dilan curiga
selama ini rey tidak pernah menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita, dia menganggap semua wanita itu sama seperti para wanita one night stand yang di kencani nya.yang ada di pikiran mereka hanya uang uang dan uang. menurut reyhan.
__ADS_1
" ck,,sialan loe!"umpat nya ke dylan
" siapa dia? dimana dia sekarang?" tanya rey.
" nama nya naura,loe kenal sama dia?"
rey mengernyit bingung,rasanya dia gak pernah tau atau kenal sama perempuan bernama naura?
" gue gak kenal sama yang nama nya naura"
" yakin loe?" tanya dylan memastikan
" naura,silahkan masuk!!" Panggil Dilan.
rey terkejut melihat. gadis yang beberapa hari ini telah mengganggu pikiran nya ada di ruangan nya saat ini.
jadi nama nya naura? ternyata dia sama aja dengan wanita itu,setelah aku kasih dia ponsel,dia datang sendiri nemuin aku untuk meminta uang ku. batin nya.
'' ya udah gue balik kerja dulu" pamit dylan
naura melangkah mendekati rey
" silahkan duduk" kata rey saat naura sudah ada di hadapan nya.
" tidak usah,saya tidak berniat untuk berlama lama di sini" ucap rara dingin
rey bangkit dari duduk nya dan melangkah mendekati rara.dia meyandarkan bokong nya di meja
" ok,,jadi apa tujuan kamu datang ke sini?" apa kamu ke sini untuk meminta uang untuk anak kecil itu atau
rara mengernyit mendengar ucapan rey.
jadi dia pikir gue cewe matre?
" saya ke sini hanya untuk mengembalikan ini." rara melempar paperbag yang berisi ponsel itu ke dada rey, tadi nya dia mau mengembalikan nya secara baik baik tapi dia sudah terlajur kesal karna di tuduh cewe matre.
__ADS_1
" apa. maksud kamu?" ucap rey menaikan nada suara nya.
" dengar yah bapak reyhan yang terhormat,saya gak butuh barang yang anda berikan"
rey menatap rara tajam,aura wajah nya begitu dingin,rey marah, dia gak suka penolakan
" saya permisi" kata rara untuk pergi dari hadapan rey.
rey melempar paperbag itu ke tembok,dengan sangat keras,mungkin ponsel itu sudah hancur sekarang
rara begitu kaget,melihat paperbag itu tergeletak di bawah " apa yang kamu lakukan,kamu sudah gila?"
marah rara.
" buka n nya kamu tidak membutuhkan nya? dan saya juga tidak memerlukan nya"
" dasar orang gila,," umpat rara,
rara membalikan badan nya untuk pergi dari ruangan rey
tapi sebelum rara melangkah, rey menarik pinggang rara,yang membuat tubuh rara menabrak nya.
kini tubuh mereka begitu dekat,bahkan dada rara menempel di dada nya, rara bisa merasakan hembusan napas rey saking dekat nya posisi mereka. ,rara berusaha untuk melepas kan diri tapi sia sia.
" lepasin aku,atau aku akan teriak" ancam rara.
" silahkan kamu teriak,tapi percuma,gak akan ada yang mendengar nya."
" aa apa mau kamu" tanya rara sedikit takut.
" kamu,,
__ADS_1