
"a,apa mau kamu" tanya rara takut,tapi dia berusaha untuk tetap tenang.
" kamu" bisik rey di telinga rara, yang membuat bulu kuduk rara berdiri.rara tertegun
apa maksud nya?
cup
rey mengecup bibir rara sekilas,yang membuat rara tersadar.
rara mendorong tubuh rey sekuat tenaga,membuat rey mundur beberapa langkah
.
" dasar gila,aku benci sama kamu,aku, harap kita gak akan pernah bertemu lagi.!!" marah rara dengan air mata yang berlinang.
rey tersenyum miring ,menatap kepergian rara.
sayang nya itu gak akan pernah terjadi naura" batin rey,
rara berlari ke luar ruangan dengan air mata yang sudah meluncur bebas.
dylan yang melihat rara menangis hanya mengernyit bingung.
*****
dylan masuk ke ruangan rey setelah rara pergi.
" apa yang terjadi? apa yang udah loe lakuin sama gadis itu?"
" gak ada!" ucap rey singkat,dengan ibu jari nya mengusap bibir nya,dan tersenyum miring.
" besok lusa karyawan kita yang kita tugas kan di luar kota akan kerja lagi di sini.kinerja dia sangat memuaskan,perusahaan kita butuh orang seperti dia" tutur dylan.
" loe atur aja,kalau perlu kita kasih dia bonus,kasih dia mobil baru,agar dia lebih bersemangat lagi"
" ok,,gue akan atur semua nya."kata dylan dan setelah itu dia pergi dari ruangan rey.
__ADS_1
****
" sebal,,,sebal,,aku benci sama dia,tuhan,,aku minta tolong jangan biarkan aku bertemu orang itu lagi" kesal rara,saat dia baru sampai di depan kontrakan nya.
" lho,,kok pintu nya ke buka sih? perasaan tadi pagi aku kunci deh,jangan jangan ada maling?"
" heran nya saat melihat pintu kontrakan nya sedikit terbuka.
rara mengambil sapu yang ada di teras,pelan pelan dia mendorong pintu,dengan tangan nya yang sudah bersiap untuk memukul,rara melangakah dengan pelan dan hati hati.
saat dia masuk dia menemukan seseorang yang tengah berada di depan kompor,
" maling,,,,,!!!" teriak rara dan memukul punggung orang itu dengan sapu
buk,,buk
" dasar maling,mati aja loe!!!" rasain nih" umpat rara dengan tangan nya yang masih memukul orang itu.
prang,,,
seketika rara melempar sapu itu,dia melongo kaget, mulut nya terbuka dan di tutup telapak tangan nya.saat melihat orang yang dia pukuli.
"ha ,kevin?" gumam nya .gak percaya.
" kevin,,,!!" teriak nya senang dan langsung berhambur memeluk nya erat.
rara melepas pelukan nya " maaf yah,aku pikir maling,mana yang sakit? tanya rara khawatir. dengan memutar tubuh kevin melihat punggung nya yang terkena pukulan nya.
" sayang,,,aku gak papa? ucap kevin tersenyum.melihat tingkah calon istrinya ini.
kevin kembali memeluk rara,melepas rasa rindu yang memuncak,karna sudah lama tidak bertemu.
__ADS_1
" aku kangen banget sama kamu" ucap kevin lembut. tangannya mengusap usap punggung rara
" aku juga,,"rara membalas pelukan kevin tak kalah erat
****
" kamu kok gak bilang mau pulang hari ini?" tanya rara sedikit kesal. saat mereka tengah duduk di sofa sambil nonton tv
" aku harus ngasih tahu pake apa,bukan nya ponsel kamu rusak" ucap kevin nyubit pipi rara gemas.
" oh ,,iya aku lupa,," ucap nya pelan,mengingat ponsel nya rusak,rara jadi keingat kejadian tadi siang, saat rey mencium nya,itu membuat dia sangat kesal plus marah.
jadi jangan ingatkan.rara pada ponsel nya ok!
cup
kevin mencium pipi rara karna dia melihat rara melamun.yang membuat rara menoleh ke arah nya
kevin membelai rambut rara sayang,
" jangan sedih,besok kita pergi jalan jalan plus beli ponsel untuk kamu yah, kamu mau?"
rara tersenyum senang" bener??"
" iya,,sayang,,besok seharian kita jalan, sekalian kita nyari cincin dan juga gaun
untuk pernikahan kita, ,karna besok lusa aku harus mulai kerja lagi."
" nyari cincin?"
" iya, sayang,, aku udah bicara sama ayah dan ibu,kita akan menikah dua bulan lagi."
" beneran?" tanya rara senang dengan mata yang berbinar.
kevin mengangguk " iya sayang"
rara langsung. memeluk kevin,dia sangat bahagia, karna akhirnya dia akan secepatnya menikah dengan kevin,lelaki yang begitu di cintai nya.
__ADS_1