Takdir cinta rara

Takdir cinta rara
8


__ADS_3

bu mirna menyuruh rara membawa rey untuk berkeliling panti,sekarang mau gak mau naura harus bersikap baik ke rey,biar bagaimanapun karna rey adik adik nya di panti bisa hidup layak dan gak kekurangan apa pun.



setelah berkeliling rey dan rara kini betada di bangku taman di bawah pohon sambil mengamati anak anak yang tengah bermain.



"aku gak tahu kalau kamu punya kepedulian sosial yang tinggi,aku pikir orang seperti kamu cuma tahu nya berpoya poya dan membuang buang uang untuk hal yang gak penting."



rey menatap rara sekilas dan kembali melihat ke arah anak anak kecil.



"saat aku kecil kakek selalu bilang kalau kita harus peduli pada sesama,dia sering ngajak aku pergi ke panti asuhan,dia bilang kalau aku jauh lebih beruntung dari mereka,aku punya segalanya,keluarga, uang, tapi mereka?, kalau bukan kita yang peduli pada mereka trus siapa lagi? " tutur rey dengan pandangan nya yang lurus ke depan,melihat anak anak.



rara menunduk mendengar penuturan rey, mata nya sudah berkaca kaca, ucapan rey membuat hati rara sakit,rara adalah salah satu dari mereka,dia gak tahu siapa ke dua orang tua nya


dari kecil dia tinggal di sini,kalau bukan karna bu mirna yang merawat nya dia gak tahu nasib dia bagaimana.



" kamu benar,,,kamu beruntung punya keluarga lengkap, kamu bisa merasakan kasih sayang dari ke dua orang tua mu" ucap rara bergetar,menahan tangis,tapi nyatanya air mata nya lolos begitu aja



rey menoleh menatap rara,yang sudah mengeluarkan air matanya.seolah bertanya ada apa?



" sejak aku kecil aku sudah tinggal di sini,aku gak tahu siapa orang tua ku, dulu saat aku kecil aku selalu membayang kan kalau sebelum aku tidur orang tua ku membacakan dongeng untuk ku dan ,bisa di peluk mereka setiap saat.



aku selalu iri pada teman teman ku di sini yang mendapat orang tua baru yang menyayangi mereka,sementara aku_hiks,,hikss



rey merasa iba melihat rara,entah kenapa hati nya terasa nyeri melihat rara mengeluarkan air mata nya,rasa nya dia bisa merasakan kesedihan rara.



rey langsung memeluk rara, mengusap usap punggung nya,untuk menenangkannya,sementara naura? dia menangis di pelukan rey mengeluarkan semua kesedihan nya.semua rasa sakit nya.



entah kenapa dia merasa nyaman berada di dalam pelukan rey.

__ADS_1



" kak lala pacalan??"


tiba tiba seorang anak laki kaki menghampiri mereka,sontak rara langsung mendorong tubuh rey untuk menjauh.rara mengusap air mata nya,dan menampilkan senyum nya di depan anak kecil itu.



" nggak ale sayang, kakak gak pacaran"



" om,,om,,pacal nya ka lala yah?" tanya anak itu sedikit marah


rey tiba tiba menggendong anak kecil yang kurang lebih berusia empat tahun itu.dan mendudukan nya di pangkuan rey.



" memang nya kenapa?" tanya rey ramah


" kak lala itu pacal nya ale om jadi om jangan dekati kak lala" ucap anak itu cadel.


rey tergelak mendengar ucapan anak yang bernama ale itu.



ha,,ha,," jadi ka rara pacar kamu?"tanya ale dan melirik rara.



rara tersenyum melihat interaksi antara rey dan ale,dia melihat sisi lain dari rey.


seorang reyhan yang selama ini selalu bersikap dingin,dan pemarah.seolah semua itu lenyap,



rey begitu ramah bahkan dia tertawa begitu lepasnya bersama ale.



" kak lala mau kan nikah sama ale ?" tanya ale polos



" gimana yah? ucap rara terlihat berpikir.


"kalau kak lala nanti nikah sama ale nanti kak lala udah nenek nenek dong" bercanda rara yang membuat ale cemberut, yang berhasil membuat rara dan rey tertawa melihat tingkah ale.



'" kalau gitu kak lala nikah nya sama om ley aja"

__ADS_1


celetuk ale yang langsung membuat rara dan rey langsung diam


" hm,,," rara mengusap usap tengkuk nya memikirkan jawaban yang pas untuk ale,



sedangkan rey dia menatap rara,dia merasa penasaran akan jawaban rara























__ADS_1


__ADS_2