
Setelah permintaan Mba Megi kemarin,dan Tami menyanggupi nya, hari ini, Tami sudah mengemas kembali beberapa barang bawaan nya untuk pindah dan tinggal di rumah utama keluarga Mba Megi, lebih tepat nya kini gadis itu akan merangkap profesi nya selain pekerja butik, juga apa yaa.. ? Bisa dikatakan asisten mungkin ya, jika kerjaan nya hanya menemani saja, tanpa harus ikut andil dalam melakukan berbagai pekerjaan rumah
" Non Tami ya?!" Seorang bapak terlihat sudah berumur namun masih terlihat kuat dan gagah, karna posturbtubuh nya yang tinggi tegap, memakai pakaian serba hitam, mengahampiri Tami dan bertanya, Tami yang sedang menunggu di depan butik celingukan Menoleh kanan dan kiri, takut nya bapak ini sedang menanyakan Tami yang lain, karna yang ada di pendengaran nya tadi si bapak ini memanggil dengan kata depan nya Non,
" bapak bicara dengan saya?! (Tanya nya belum yakin takut nya si bapak salah orang, meski keadaan nya disana sedang tidak ada siapa siapa selain diri nya,)
Si bapak hanya celingukan, takut nya dia juga salah orang.
bapak siapa ya?!" Dia kembali bertanya . fikir nya darimana bapak tua ini mengenal nya, selain datang ke pabrik , rumah produksi dan butik selama dia datang ke kota,bahkan dirinya belum pernah pergi kemana pun,
" saya supir dari rumah utama, disuruh Non Megy menjemput Non Tami kemari "
" oh, i-iya pak, maaf, saya tidak tau "
" oh, iya non tidak apa apa, mari saya bawakan tas nya non "
" jangan panggil Non pak, saya kan bukan majikan bapak, panggil Tami aja "
" Ah ga enak saya Non, Non kan tamu nya Majikan saya "
"saya bukan tamu pak, saya juga kerja ko' disana sama seperti bapak "
" ah kalau begitu saya panggil Neng aja gimana, kelihatan nya juga masih remaja hampir seusia mungkin dengan anak saya di kampung, "
Mereka pun memasuki mobil dan masih melanjutkan sesi cerita cerita nya
" iya pak, usia saya juga belum dua puluh tahun, pegang Ktp juga masih baru "
" hehe iya neng kelihatan ko' masih remaja "
__ADS_1
"Oh ya pak, bapak sudah lama ya, kerja dengan keluarga nya Mba Megy?!"
" sudah lama neng, sudah hampir dua puluh tahun, "
" wah, lama banget ya pak, betah ya kerja sama Mba Megy? "
" ya alhamdulillah, sampai sekarang betah betah aja neng, malahan bersyukur meski kerja jadi supir juga kalau dapet nya majikan yang baik mah, mereka selalu menganggap saya keluarga neng, sampai sampai dulu, waktu anak saya masih kecil, saat libur sekolah pasti suka diminta suruh bawa kesini, di ajak liburan gitu sama Non Megy, benar benar baik mereka,"
" Iya ya pak, saya fikir orang orang kaya tuh, pada angkuh, sombong gitu, tapi ternyata tidak semua begitu "
" ya nggak lah neng, tidak semua orang kaya punya sifat seperti itu, ya bukti nya keluarga majikan bapak ini, kita sudah sampai neng,"
Mereka pun memasuki halaman rumah utama, Tami turun dari mobil, di teras rumah sudah ada mba Megy bersama seorang Wanita paruh baya yang sedang duduk di sebuah kursi roda,.
" makasih ya pak !"
"Sama sama neng, "
" Assalamua'laikum Mba, Nyonya, "Tami mencium kedua punggung tangan ke dua perempuan dewasa yang ada di depan nya
" jangan panggil nyonya, panggil saja Oma , kamu sangat manis terlihat masih remaja, dan senyuman kamu, Oma suka "
" terimakasih nyonya, eh maaf, Oma "
" ini ibu saya Tami, jadi maaf sebelum nya, seperti perbincangan kita kemarin, saya minta kamu untuk selalu menemani Ibu, saya percaya kan ini sama kamu, saya sudah menganggap kamu sebagai adik saya sendiri, jadi kamu jangan sungkan ya, "
" iya mba, Trimakasih, saya pasti menjaga amanat mba dengan baik "
" kamu sangat baik nak, Megi memang benar, siapapun yang melihat kamu pertama kali, mereka pasti akan langsung jaguh hati sama kamu "
__ADS_1
" Oma terlalu berlebihan, kebaikan tidak akan selalu menyertai saya oma, kadang kadang saya juga sering melakukan kesalahan "
" tidak apa apa sayang, itu sifat manusiawi, oh ya, saya sudah tau semua cerita tentang kamu dari Megi, jadi jangan pernah berkecil hati, anggap lah kami ini sebagai keluarga mu sendiri, bukan orang lain "
Tami yang sedari tadi menundukan pandangan nya,tanpa terasa air mata nya menetes deras begitu saja, rasa haru dan bersyukur tak henti ia panjatkan pada sang kuasa di lubuk hati nya, ia bersyukur telah allah pertemukan dengan orang orang baik seperti ini, mereka orang lain, bahkan baru pertama kali saling mengenal, tapi mereka sudah menganggap Tami sebagai keluarga mereka sendiri.
Oma Merlyn ibu nya Megy yang melihat itu, merentangan kedua tangan nya, menyuruh Tami untuk masuk kedalam dekapan nya, tentu saja tangis Tami pecah begitu saja mendapat perlakuan itu, hatinya begitu tersentuh pilu, ia menangis menumpahkan air mata bahagia nya dipertemukan dengan orang orang baik seperti mereka, Megi yang menyaksikan itu pun ikut merasa haru, ia seperti mendapat harapan untuk bahagia kembali, melihat sang Ibu yang bisa begitu saja menerima kehadiran orang baru disisi nya berharap, semoga ia dapat kembali melihat tawa bahagia dari ibu nya,
menikmati hari hari tua nya dengan senyum bahagia yang selama ini bahkan hanya berdiam diri. jangan kan untuk tertawa, meski senyum sedikit saja dari ibu nya ini bahkan jsudah jarang sekali dilihat nya.
" sudah, jangan menangis lagi, ayo kita masuk kedalam, mulai hari ini ini lah tempat mu pulang, disini lah rumah mu " Oma merlyn kembali menegaskan, sambil melepaskan pelukan nya, mengelus lembut punggung Tami yang masih belum menghentikan tangis nya
Tami menekuk lutut nya di lantai mensejajarkan tinggi nya dengan Oma, mengelus punggung tangan yang sudah mulai mengeriput itu,
"Trimakasih Oma, Mba ( menatap sekilas ke arah mba Megi, yang ditatap hanya menampilkan senyum nya dan mengangguk ) Trimakasih sudah mau menerima Tami dengan baik disini, Tami akan berusaha dengan baik, menjaga amanah kalian "
" sudah sudah, jangan trimakasih terus, ayo kita masuk kedalam, oma akan tunjukan kamar kamu , ayo, "
Mereka pun masuk kedalam rumah, Ternyata Oma Merlyn sudah meminta RT mereka untuk menyiapkan kamar khusus untuk Tami disamping kamar nya.
Tami menatap takjub ruang kamar itu, ruangan nya luas dan terdapat kamar mandi juga di dalam nya ini sudah seperti kamar hotel katanya, membuat Oma dan Mba Megy sedikit terkekeh di buat nya melihat tingkah Tami yang Lucu menurut mereka,
" Semoga kamu betah ya Tam, tinggal disini "
" Iya mba, Tami pasti betah disini, bukan hanya karna kamar nya yang bagus dan luas, tapi itu karna disini Tami tinggal bersama orang orang baik seperti Oma dan Mba, makasih ya Mba " Tami menghambur ke pelukan mba Megi, Mba Negi menyambut nya, menyambut Tami yang sudah ia anggap sebagai adik nya , mengelus punggung gadis itu, yang kembali meneteskan air mata bahagia nya " terimakasih Mba, Terimakasihh banyak "
" sudah di bilangin dari kemarin ih, jangan Trimakasih terus " mba megi melepaskan pelukan nya, menatap wajah Tami dan tersenyum
" Mulai sekarang, bahagiakan lah diri mu "
__ADS_1
Tami menganggukan kepala nya dengan senyum, Oma Merlyn yang sedari tadi menyaksikan juga ikut tersenyum, hati nya menghangat menerima kedatangan gadis manis ini.
" Semoga setelah ini, akan ada fase kehidupan baru yang nembawa bahagia untuk kita semua gumam Oma Merlyn dalam hati nya.