
Oke, sesuai judul, disini othor akan mempersingkat alur di part ini supaya nggak bosen juga hihii.. karna ini awal gays.. alur masih panjang, oke trimakasih, jangan lupa dukungan nya yaaa....🥰
Hari ke hari, bulan ke bulan tahun berganti tahun, seminggu setelah hari kelulusan SMA dimana tempat Tami Cs menimba ilmu selama tiga tahun kemarin selesai mengadakan acara kelulusan, begitu juga dengan Yoga kekeasih Tami Aulia, saat ini mereka semua sedang berkumpul di rumah Yoga. Ya, Ibu Yoga sengaja meminta Yoga untuk mengundang dan sahabat dari putra nya ikut berkumpul hitung hitung acara perpisahan dengan anak anak katanya.
Tentu saja kedekatan Yoga dan juga sahabat sahabat nya yang lambat laun ahir nya membuat para orang tua nya juga ikut merasakan kedekatan dengan mereka, suasa na nya sangat hangat mereka semua bercanda tertawa membahas masa masa kecil mereka hingga saat ini, meski terselip banyak sekali beban dan rasa enggan untuk berpisah, namun inilah kenyataan menuju dewasa.
Di teras belakang rumah ada sepasang remaja sedang duduk berdampingan di bangku yang yang berhadapan dengan taman kecil yang di tumbuhi beraneka macam bunga.
Sepuluh menit berlalu semenjak mereka datang ke teras belakang, kedua nya sama sama terdiam, tak ada obrolan yang menecah keheningan selain suara tawa yang berasal dari ruang tengah, hingga akhir nya Yoga megalihkan tatapan nya pada sang kekasih.
"Tam, aku mohon ubah keputusan kamu, kita bisa kan tetap menjalin hubungan meski harus jauh"
"Ga, aku mungkin percaya sama kamu tapi aku nggak percaya sama diri aku sendiri, bukan aku bermaksud untuk mendua atau yang lain nya, tapi aku hanya nggak mau suatu saat di antara kita ada kebencian hanya karna hubungan kita sekarang, aku mohon kamu ngerti." Tami berbicara sambil menahan tangis ia tak lagi mampu untuk menatap wajah sang kekasih Yoga.
" Tami, berapa kali aku bilang sama kamu, jangan dulu gegabah mengambil keputusan, kamu ngerasa in sendiri kan,selama ini hubungan kita juga baik baik aja kan? Walaupun kita beda sekolah bahkan ada saat dimana kita di sibukan dengan kegiatan masing masing, tapi kamu lihat kita bisa ngelewatin itu tam. Aku mohon kita jangan putus, kita bisa berhubungan jarak jauh Tam, aku percaya sama kamu, kita saling cinta kan? Kita saling percaya kan?" Yoga verbicara sambil terduduk di lantai menggenggam kedua tangan kekasih nya sambil menatap sendu, berharap sang kekasih mau merubah keputusan nya dan masih mau melanjutkan hubungan mereka meski mereka akan dipisahkan dengan waktu jarak yang cukup jauh.
__ADS_1
#flashback
Dua hari yang lalu, Tami sengaja menghubungi kekasih nya dan mengajak nya berbicara di Taman tempat biasa mereka menghabiskan waktu sesekali saat "Sayang, kenapa ko'tumben banget kamu ngajak aku ketemu disini sore sore, kamu lagi kangen ya sama aku " yoga yang baru saja datang kemudian duduk di samping kekasih nya yang sudah datang lebih dulu
"Ih apaan sih yang Pd banget deh kamu, eh tapi iya juga sih" Tami sedikit menampilkan senyum manis nya pada yoga, Yoga yang tak tahan melihat senyum manis kekasih nya itu, mencubit genas hidung Tami hingga sedikit kemerahan
"Aaaahhh ayang apaan sih, sakit tau!" Tami sedikit mengerucutkan bibirnya merasa kesal
"Iya iya yang maaf, abis aku tuh kalau deket deket kamu suka greget gitu, pengen nya nyubit itu pipi kamu sampai merah"
"Iih ayang apaan sih, belum jadi istri juga udah suka KDRT kamu ya hmmmhhh" Tami sengaja membuang muka nya ke samping terlihat sedikit gurat merah di pipi putih mulus nya karna ulah Yoga yang dengan sengaja malah mencubit pelan kedua pupi Tami
"Ya udah maafin aku yang, abis nya kamu kenapa sih cantik nya pake banget, nge gemesin lagi"
"Gombal ya kamu"
__ADS_1
"Enggak yang, beneran!"
" tapi yang, kamu ada apa sih sebener nya, tumben banget ngajak aku kesini "
"Iya ya, kan biasa nya juga kamu yang ngajak aku kesini, tapi seber nya, aku ada yang mau di omongin sama kamu yang, habis, kalau kita ngobrol nya di telfon kaya nya gimana gitu"
"Apaan sih yang udah cepetan ngomong nya ah, aku penasaran banget nih sama alesan kamu saat ini m, nunggu apalagi? Ayo lanjutin lagi cerita nya, pinta Yoga, kini ia sedang terduduk kembali di kursi, namun tatapan nya tak sedikit pun kepas dari Wajah Tami.
"Emm, sebener nya, .."
"Seber nya apa yang, kamu kalau ngomong yang jelas dong "
"Sebener nya, aku berencana untuk ikut mba Eva yang, kemarin dia dateng ke rumah dan bilang di butik tempat nya bekerja di kota sedang membutuhkan beberapa karyawan wanita "
Yoga terdiam sambil menatap dalam pada kedua mata kekasih nya sambil terdiam.
__ADS_1