Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?

Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?
Pulang


__ADS_3

Waktu terus berjalan tanpa terasa, akhir tahun akan segera tiba hanya tinggal dua minggu lagi. Dari jauh jauh hari Tami sudah meminta izin pada oma dan juga mba Megy, agar libur akhir tahun nanti, ia bisa pulang ke kampung halaman.


" neng, semua persiapan sudah di bereskan?!" Ucap bi Asih yang melihat Tami memasuki dapur kemudian ia mengambil air minum dan duduk di kursi


" sudah bu. oh ya, ibu jadi pulang juga kan? "


" iya, ibu jadi pulang. kemungkinan nanti izin nya agak lama, soal nya mau nemenin anak ibu lahiran di kampung, ya kepengen nya ibu bisa nemenin sampai dia pulih kembali pasca lahiran nanti, soal nya kan disana gak ada yang urus "


" suami nya memang gak ada yah bu ? "


" suaminya kan kerja neng, gak bisa nemenin dia dua puluh empat jam "


" oh iya yah, cucu pertama pasti di tungguin banget ya bu ? "


" iya neng, sampai sampai tiap ibu kepasar suka nyicil beli baju bayi satu atau dua pasang dan ternyata sekarang pas ibu kumpulin tau nya udah banyak aja tuh baju "


" hehe... kabarin Tami nanti kalau cucu ibu sudah lahir ya bu "


" pasti neng "


" oh ya, Tami masuk dulu ya bu, mau siap siap dulu, so'al nya nanti jam sepuluh Tami berangkat, sekalian mau pamit dulu sama Oma "


" iya neng sok atuh, berangkat nya nanti hati hati di jalan ya, takut nya pas neng Tami berangkat ibu juga sudah tidak di rumah "


" loh, memang nya ibu mau kemana? Bukan nya ibu pulang nya masih dua hari lagi ya ?"


" ibu mau belanja dulu ke pasar neng, hehe..."

__ADS_1


" oh, kirain berangkat nya sekarang, ya sudah, Tami masuk ya bu "


" iya neng "


Usai berkemas dan berpamitan pada oma Merlyn, Tami tak lupa pamit juga pada Mba Megy. tapi tidak dengan Devan. Sejak seminggu yang lalu, pria itu sedang mengunjungi salah satu cabang perusahaan konstruksi yang sedang ia kembangkan di kota Medan.


Pukul sepuluh ia berangkat. Sesuai pesan Oma, kali ini ia pulang di antar pak Ahmad hingga ke terminal kota.


Setibanya di kampung, semua orang begitu bahagia menyambut kepulangan Tami. Termasuk para sahabat nya, pada hari kedua sepulang nya ia nanti, ia bahkan sudah membuat janji dengan para sahabat nya, akan mengadakan acara reuni kecil kecilan, sekedar meluapkan kerinduan karena sudah lama tak bertemu dan berkumpul kembali.


Semua sahabat sahabat baik nya ia hubungi, mereka yang sudah bekerja bahkan dari jauh jauh hari sudah menga gendakan pertemuan ini.


Jangan lupakan Diki, si pria yang dulu nya sangat bucin sama Tami si gadis manis berlesung pipi. Ia begitu antusias menunggu berkumpulnya kembali dengan para sahabat nya ter utama Tami.


Wira yang saat ini sudah bekerja sebagai kasir toko, Raka yang melanjutkan kuliah sambil kerja, Wahyu yang pergi merantau ikut kerja bersama saudara. Mira yang kini sudah menjadi Santri senior di pondok, atau biasa di sebut Rois, hingga tak jarang ia ikut mengajar beberapa anak RA di sekitar pondok. Sementara Rani ia masih di Bandung. Agam si pria tengil yang suer kepo juga kini sudah bekerja di sebuah bengkel di kampung mereka, karena memang dari dulu bakat nya sudah terlihat mencintai dunia otomotif.


" Bagai mana kerja disana? Betah ?!" Tanya Mba Eva, setelah mendengar kepulangan Tami dari bisik bisik para tetangga, ia sengaja menemui gadis itu di rumah nya


" iya sama sama. Kamu masih tinggal di mess?!"


" enggak mba, seminggu Tami tinggal di mess, Mba Megy nyuruh Tami bekerja di rumah nya. hanya sesekali jika Tami di butuhkan Tami masih bisa bekerja di butik, itu pun jika Tami mau "


" hah? Maksud mu, kamu kerja di rumah sebagai pembantu begitu?!"


" bukan mba, malahan nih ya, Tami sama sekali nggak di izinin pegang sapu, pelan lantai, apalagi nyuci gosok "


" terus, kerja mu disana sebagai apa?!"

__ADS_1


" kerja ku disana cuma nemenin Oma Merlyn, ibu nya mba Megy mba. kasihan memang mba, kondisi ke dua kaki nya mengalami kelumpuhan, hingga sampai saat ini oma hanya mampu melakukan aktifitas nya di atas kursi roda "


" oh, mba faham, mungkin kamu diminta jadi suster nya begitu?!"


" kalau harus di bilang jadi suster mungkin kerjaan Tami harus nya ngurusin semua keperluan Oma kan Mba?!"


" iya lah. apalagi, kondisinya lumpuh begitu, ya mau nggak mau suster lah yang bertugas merawat dan menyiapkan semua keperluan nya "


" tapi disana Tami bahkan belum pernah memandikan apalagi menyiapkan keperluan nya mba. Sejak awal kerja, Paling kerjaan Tami cuma nemenin Oma berjemur, merajut, nemenin makan, kalo nggak jalan jalan."


" hah? Cuma itu?? Terus, dia kalau mau mandi atau yang lain nya gimana? "


" Tami sering sih mba, nawarin diri buat bantu Oma bersih bersih mandi atau yang lain nya, tapi Oma selalu nolak, katanya dia sudah nyaman dengan Bi Asih salah satu pekerja juga di rumah itu. "


" ya ampun Tamii... kamu sangat beruntung, pekerjaan kamu allah mudahkan disana. mendapat pekerjaan sekaligus keluarga. Pantesan aja, sebelum mba pulang waktu itu, mba Megy banyak nanya nanya so'al kamu, latar belakang kamu juga keseharian kamu, rupanya ini maksud nya "


" Tami justru merasa kurang nyaman mba sama perlakuan mereka, Tami ngerasa nggak pantes. masa ada pekerja yang kerjanya cuma diem aja nggak pasti apa kerjaan nya, tapi tiap bulan dapet gajih. dari bangun tidur kerjanya cuma berjemur, makan, jalan jalan gitu gitu aja terus udah kaya nyonya, di kasih kamar yang sangat kuas dan mewah, pokok nya Tami disana diperlakukan layak nya pemilik rumah, bahkan para pekerja disana pun sama memperlakukan Tami sudah seperti anak mereka sendiri. "


" kamu itu harus nya bersyukur Tam, gak semua orang bisa se mujur kamu dalam mencari kerjaan, sudah nikmati saja apa yang sudah allah kasih ke kamu, kalo kerja nya cuma gitu doang mah, mba juga rela kalo harus di suruh balik lagi kerja "


" bukan nya Tami nggak bersyukur mba, Cuma kadang Tami suka malu sendiri sama pekerja yang lain "


" ya sudah lah, selama semua nya aman dan baik baik saja, ya kamu nikmati aja lah, namanya rezeki kan gak boleh di tolak Tam "


" hehe... iya sih mba. Tapi ini ngomong ngomong maaf ya mba, Tami nggak bisa ngasih apa apa. waktu kemarin pulang juga gak sempet beli oleh oleh di jalan, maklum lah, Tami jarang banget jalan jauh gini, selama di perjalanan boro boro ke inget buat beli buah tangan, bawa badan sendiri aja rasa nya udah gak kuat mba "


" hehe gak papapa lah Tam, mba kesini cuma pengen tau keadaan kamu, bukan mau minta oleh oleh juga. lihat kamu pulang dengan selamat aja mba udah seneng, apalagi denger kamu cerita barusan, mba bersyukur kamu disana baik baik aja, bahkan dapet kerjaan sekaligus keluarga yang sangat menyayangi mu, mba turut bahagia untuk mu Tam,.... kamu mabok perjalanan kaya nya, nanti lama lama juga biasa ko "

__ADS_1


" iya mba. Sekali lagi trimakasih ya mba, walau bagaimana pun ini semua juga berkat mba yang sudah memperkenalkan Tami sama Mba Megy disana "


" iya Tami, sama sama " jawab Mba Eva dengan tersenyum manis.


__ADS_2