
Hari ini, tak seperti biasa nya, sejak kemarin aku nunggu kabar dari Tami tapi gadis itu sama sekali nggak bales chat yang sejak kemarin aku kirim ke dia, boro boro ada balesan di buka aja enggak, tapi ku lihat lihat dia ada online sejak kemarin, gak mungkin kan dia nggak ada kuota, ini sih fiks dia emang gak buka chat dari aku, tapi kenapa? Aku nggak habis cara, aku telfon dia beberapa kali, tapi dia nggak menjawab panggilan dari ku, aku di buat pusing benar benar pusing seharian ini.
" Jawab dong Tam, aku khawatir banget sama kamu" sebelum berangkat sekolah,aku mondar mandir di depan rumah sambil berusaha menelfon dan menanyakan kabar Tami, aku hanya takut dia kenapa napa, bagaimana kalu dia sakit, atau dia celaka, atau ada yang menculik nya mungkin?! Ahh semakin kalut saja fikiran ku.
ku lihat lihat di grup chat juga tidak ada obrolan sama sekali dari gadis itu, hanya anak anak yang lagi ngebahas soal olahraga lah, artis yang lagi naik daun lah, gosipin tetangga dan, ahh ..yang paling un faedah adalah pembahasan tentang reuni, apa apaan mereka ini, baru beberapa hari taun ajaran baru di mulai udah bahas reuni dan dresscode nya segala, bener bener nggak ada pembahasan lain apa? dan lagi mereka sama sekali nggak ada yang kehilangan sosok Tami, padahal kan gadis itu suka nimbrung kalau anak anak lagi pada gibah online, aku jadi semakin panik, aku telfon Raka, aku tanya kabar Tami, dia bilang Tami baik baik aja, karna tadi pagi sebelum Raka berangkat,dia sempat melihat Tami berjalan berangkat sekolah dengan Wira, Agam dan Diki, ya rumah mereka memang berdekatan, dan jarak sekolah dari rumah juga dekat, ada jalan pintas tanpa harus melalui jalan besar supaya lebih cepat sampai sekolah. aku merasa sedikit lega, meski masih banyak yang mengganjal di fikiran ku, kenapa dua hari ini gadis itu seperti menghindari ku.
walau pun kami jarang ketemu, setidak nya beberapa hari sebelum nya dia masih bersikap bisa saja dengan membalas pesan ku.
"Yoga, kenapa kamu belum berangkat nak? Ini sudah pukul tujuh loh, belum lagi setengah jam di jalan, kamu nggak takut kesiangan apa? Sana cepet berangkat!" Ibu keluar rumah, melihat ku yang masih mondar mandir memegang handphone
"iya bu, ini Yoga juga udah mau jalan ko' Yoga pamit ya bu, assalamua'laikum!" Ku cium punggung tangan ibu ku,
"waalaikum salaam, kamu hati hati bawa motor nya" jawab ibu
"iya bu,"
Aku kemudian menggunakan helm, menghidupkan kuda besi ku dan berangkat menuju sekolah,
__ADS_1
Sepanjang jalan, fikiranku terus tertuju pada Tami, gadis itu, gadis berlesung pipi dengan senyum nya yang manis, sangat manis, benar benar sudah membuat ku kalang kabut karna kehilangan kabar nya selama beberapa hari ini.
pertama kali bertemu dengan nya dulu, saat aku baru pertama kali pindah ke desa ini, saat kelas lima Sd, ibu dan bapak mengajak ku pindah karna nenek dari ibu ku yang sudah sakit keras dan tidak ada sanak saudara yang mengurus nya, ibu kemudian memutuskan untuk pindah ke desa ini, sementara bapak bertugas dan jarang ada di rumah, dan bang Panji yang sudah dua tahun ini berkuliah di Yogya, di rumah hanya ada aku dan ibu, karna nenek meninggal dua tahun setelah kami sekeluarga pindah dan menetap disini.
Dari awal memang aku sudah menyukai Tami bahkan mungkin rasa itu tetap ada sampai sekarang, tapi dari dulu aku hanya bisa menatap nya kagum dalam,meski memang tanpa diketahui siapapun diam diam aku suka memperhatikan gadis itu, mencuri curi tatapan nya saat dia tersenyum dan tertawa,.
Bagiku Tami adalah gadis yang luar biasa, yang aku tau ibu dan bapak nya meninggal saat kami masih kecil, dan ke tiga kakak tami memang sangat menyayangi nya, menjadikan gadis itu sosok yang mandiri dan kuat, sementara aku kalau diposisi nya mungkin,ah entahlah aku sanggup atau tidak, di tinggal pergi oleh kedua orang tua disaat usia belia, ah ..tidak bisa ku bayangkan betapa terpuruk nya aku. tapi Tami? Gadis itu se olah tak pernah punya luka, dia bahkan selalu tertawa ceria, aku tau dia juga pasti punya luka yang dia sembunyikan dibalik tawa ceria nya, tapi itu lah hebat nya dia, semakin hari aku semakin dibuat kagum dengan sosok nya.gadis cantik berkulit putih dan jangan lupakan senyum nya, siapa saja yang melihat nya pasti ikut tertular senyum manis itu.
Bahkan,Selama ini tidak pernah ku dengar dia mengeluh tentang keadaan nya tentang rasa kesepian nya, tentang sakit nya ditinggal orang tersayang, tidak!! Dia bhkan tidak pernah mengeluhkan tentang itu semua, bersyukur dia di kelilingi sahabat yang begitu baik, aku termasuk orang yang suka memperhatikan apapun tentang dia, katakan lah aku si stalker atau apapun itu, bahkan sering aku memotret nya ketika dia sedang tersenyum dan tertawa, dengan cara diam diam pastinya. Hingga pernah ibu menemukan satu foto tami di laci lemari ku, ibu bilang tidak sengaja menjatuhkan nya saat membereskan lemari ku, dia berkali kali menggoda ku, mengatakan anak nya ini udah mulai kenal cinta, cinta monyet maksud nya, ibu tidak marah, dia hanya sering menjadikan ku bahan guyonan saat bapak atau kak Panji sedang menelfon, aku hanya menanggapi nya bisa saja, ya ini lah sifat ku pendiam, berbicara seperlu nya dan cuek, padahal dalam diam ku aku suka memperhatikan orang orang di sekitar ku, aku hanya tidak ingin banyak ber basa basi dan ikut campur urusan orang lain, jadi aku fikir lebih baik aku diam. dan mungkin karna sifat ku ini juga, beberapa hari ini tami bersikap se olah menjauhi ku, mungkin juga dia merasa aneh atau apalah, soal nya Raka , Wahyu, Diki dan yang lain nya juga seperti keheranan dengan sifat ku karna sering bertanya soal Tami saat mereka sedang di sekolah, pernah juga aku menyuruh Tomi untuk diam diam memotret Tami yang katanya sedang ber olahraga di lapangan, dan setelah nya, anak itu mengajukan banyak sekali pertanyaan pada ku, tapi aku menaggapi nya dengan santai.
Ternyata jam pelajaran pertama guru nya tidak hadir, kelas terasa begitu ramai dan berisik, anak anak ada yang berlarian saling kejar, pergi ke kantin, bermain game, yaaa begitu lah isi dari jam kosong pelajaran, aku memutuskan untuk keluar sebentar mencoba menghubungi raka, yang kebetulan anak itu juga sedang jam kosong, dia sedang mabar di kelas, bersama diki dan juga agam,
"Hallo.. Ka, lo bisa tolongin gue ga?" Aku menelfon nya setelah mengirim pesan menanyakan dia sedang belajar atau tidak
"Tolongin apaan Ga, jangan aneh aneh ya lo, meskipun gue ada jamkos, gue masih di area sekolah ini"
" gue cuma mau tau kabar nya Tami, dari kemaren dia nggak ada bales chat gue, di telfon juga gak di angkat sama dia, gue takut dia kenapa napa, dia nggak papa kan?"
__ADS_1
" Ya elah kirain apaan, si Tami mah baek baek aja ga, dari tadi pagi lo nanyain si Tami mulu, emang kenapa sih?"
"Ah ..gue nggak tenang ini, lo samperin sono ke kelas nya, pastiin lagi, takut nya dia sakit atau kenapa gitu"
" eh Ga, sadar dong ini masih jam pelajaran, yang jamkos kan cuma kelas gue doang, gini aja deh, ntar jam istirahat gue coba nemuin dia di kelas nya"
" nah iya bener itu, yaudah makasih ya ka, jangan lupa nanti kabarin gue lagi"
"iya iya, lagian lo aneh sih ahir ahir ini kenapa sih khawatirin Tami segitunya heran deh gue"
"Udah ah, jangan ikut ikutan si Wahyu jadi kang kepo lo, yaudah gue tutup telfon nya, awas lo jangan lupa nemuin tami nanti"
"iya iya gue nggak lupa, yau dah"
aku pun menutup telfon, rasanya sedikit rada lega sekarang denger dia baik baik aja, meski belum dapet kabar dari orang nya langsung, aku menutuskan nanti sepulang sekolah akan menemui dia langsung dan ngajak ngobrol dia sebentar, kali ini aku harus serius, nggak tau kenapa liat si diki yang suka caper sama Tami suka emosi sendiri gue liat nya, makanya kali ini gue bener bener nyiapin mental buat ngomong jujur sama tami, lagian umur kita sekarang kan udah termasuk normal nya anak anak muda lah buat pacar pacaran, ah jadi inget wejangan ibu yang panjang kali lebar terus bersambung ber episode dari hari ke hari, tapi dengan itu aku jadi tau dan sedikit faham dengan perasaan kaum perempuan, semoga aja kali ini Tami nggak menghindar lagi.
Setelah yakin dengan perasaan ku sendiri, dan berniat menemui Tami nanti, aku masuk kembali ke kelas dan benar sebentar lagi masuk pelajaran ke dua.
__ADS_1