Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?

Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?
Disini, Semua Keluarga


__ADS_3

Setelah seharian kemarin Tami menghabiskan waktunya untuk ber istirahat, karna Oma Marlyn melarang keras dirinya melakukan pekerjaan apapun, ia hanya diminta istirahat dan makan.


Siang menjelang sore di hari itu, Yang Tami lakukan hanya berkeliling rumah besar ini, dengan ditemani satu orang ART yang diminta Oma mengantar Tami mengenal lingkungan disetiap sudut besar rumah itu, di setiap sudut rumah yang di lihat nya, tak henti henti nya Tami mengagumi ke indahan rumah mewah bak istana itu, bagai mana tidak, rumah besar dan mewah tiga lantai itu, hanya di huni oleh dua orang ART dan satu orang tukang kebun, yang kebetulan waktu itu sedang pulang kampung, juga pak Ahmad, sopir yang kemarin menjemput Tami.


Sambil langkah nya terus mengitari setiap sudut rumah itu, bi Atih ART yang menemani Tami juga sedikit banyak menceritakan soal setiap ruangan yang mereka lewati,juga bercerita soal mereka yang bekerja di rumah Itu, dan dari situ Tami tau Pak Ahmad sopir yang bekerja di rumah ini memang pekerja paling lama di rumah ini, sama dengan pengakuan pak Ahmad waktu itu, bahwa Oma Merlyn dan Mba Megy memang sudah tak menganggap para pegawai rumah ini sebagai orang lain lagi, melainkan keluarga mereka, tapi tentu saja, meski sudah mendapat pengakuan demikian dari para majikan nya, tak lantas menjadikan para pekerja ini menjadi besar kepala dan bersikap semaunya, justru mereka terlihat hangat dan ramah, menyambut Tami dengan hangat dan lembut, Tami yang mendapat perlakuan seperti itu pun merasa sangat senang, Bi Atih Bi Sum dan pak Ahmad, mereka memang sudah berusia paruh baya yang penuh cinta, meskipun mereka tau Tami hanyalah pekerja sama seperti mereka, namun tentu saja perlakuan yang Tami dapat sangat special, tak hanya Oma Merlyn dan Mba Megy saja yang menganggap gadis remaja itu sebagai keluarga, begitu juga dengan mereka.


Apalagi kepribadian gadis itu yang murah senyum, ramah dan sopan membuat mereka yang baru bertemu dengan gadis itu, langsung dibuat nya jatuh hati,


Mungkin juga karna usia Tami yang masih remaja, rasa rindu mereka terhadap anak cucu mereka di kampung sana bisa sedikit ter obati.

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu, tapi sampai sekarang rasa tidak enak muncul dibenak Tami, ia berfikir dirinya berniat bekerja, tapi sampai sekarang bahkan ia tak pernah melakukan pekerjaan apapun, bahkan masih belum terhitung sebulan dirinya tinggal di rumah Mba Megy yang notaben nya adalah Majikan Tami,


Dirinya sudah mendapat sejumlah kiriman uang di rekening pribadinya. Saat Tami mendapat telfon dari Mba Megy siang itu, ia sempat bertanya mungkin saja mba megi salah Transfer barangkali, tapi Mba Megy yang mendengar Tami menanyakan perihal uang yang dia kirim hanya tersenyum disebrang sana, ia berkata sengaja mengirim uang itu untuk uang jajan Tami. Tentu saja gadis itu menolak dengan jawaban untuk apa dirinya mendapat uang jajan, bahkan untuk kata gaji sekalipun rasanya gadis itu tak pantas untuk mendapat kan nya, tentu saja karna selama tinggal di rumah ini hidup nya bahkan sudah seperti anak majikan saja, apa apa dirinya dilayani oleh para Art. Mba Megy hanya berpesan agar Tami selalu berada disamping Ibu nya, Menjaga dan Menemani keseharian nya, tentu saja karna ia sebagai anak nya tak mampu melakukan itu, bahkan setelah satu hari kedatangan Tami ke rumah utama, Mba Megy langsung pamit melakukan perjalanan bisnis nya ke beberapa kota. Ia juga tau apa saja yang dilakukan Tami di rumah nya, karna setelah kedatangan gadis itu, Ibu Merlyn bahkan kini sering menceritakan keseharian nya pada Megy, ada gurat kebahagiaan disana, melihat sang Ibu yang kini terlihat begitu bahagia meski tanpa dirinya disana.


Tidak hanya sang majikan yang begitu terlihat sangat bahagia dan lembut terhadap nya, Bahkan para Art saja sangat overprotective pada Tami, jika Tami terlihat hendak mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel maka akan dengan cepat mengambil alih pekerjaan nya,


Siang itu, Bi sum tak sengaja melihat Tami, gadis itu hendak mengambil alat pembersih lantai, dengan sebuah kain lap dan juga ember yang sudah berisi cairan pembersih. dengan segera Bi Sum mengambil alih pekerjaan nya, dengan lembut mengusap lengan gadis manis itu, dengan tersenyum dan berkata


" sudah, Neng duduk saja, jangan melakukan pekerjaan ini, biar Ibu saja yang melakukan nya, neng Tami cukup temani Oma saja , ingat..! Jangan sekali kali kamu melakukan nya lagi ya, panggil Ibu jika neng butuh sesuatu " Tentu saja Tami tak hanya berdiam diri

__ADS_1


" Tapi bu, Tami nggak bisa berdiam diri terus seperti ini, dan tolong jangan perlakukan Tami seperti ini bu, disini Tami juga sama seperti kalian, sama sama pekerja dirumah ini, Tami malu sama mba Megy juga Oma, mereka bahkan menggaji Tami dan memberikan kehidupan yang lebih dari kata layak ini, Tapi apa yang Tami berikan?? Setiap hari kerjaan Tami bahkan hanya tidur dan makan " Tami menundukan pandangan nya, rasa malu, tidak enak hati, bingung tidak tau harus melakukan apa lagi.


" sayang, sudah ya, kamu ini anak yang baik, kami memperlakukan mu seperti ini hanya karna rasa sayang kami terhadap mu, sudah, jangan bersedih, syukuri saja semua yang telah tuhan berikan pada mu nak, sudah saat nya kamu untuk hidup bahagia, dan semoga selama nya bahagia, ibu akan selalu mendoakan kebaikan untuk mu" Bi sum membawa gadis manis itu kedalam dekapan hangat nya


Tami menghambur kedalam dekapan bi Sum, ia menangis dengan haru, seperti ini lah mungkin rasa nya jika sang ibu masih hidup, ia tak perlu merasa kesepian, akan ada dekapan hangat yang menyambut nya saat hati nya terluka juga bahagia,


" Trimakasih bu, Trimakasih karna kalian mau menerima Tami, menyayangi Tami, meski Tami bukan siapa siapa kalian "


" sudah sayang, kamu tidak boleh bersedih lagi, kamu tidak sendirian, disini, kami semua adalah Keluarga mu, ingat, kamu harus terus bahagia, doakan kedua almarhum orang tua mu selalu, mereka pasti bangga memiliki mu nak " Bi sum mengelus lembut punggung gadis yang masih terisak dalam dekapan nya ini. Semoga di kehidupan mu selanjutnya, allah selalu melimpahkan kebahagiaan untuk mu nak, gumam Bi Sum dengan tulus.

__ADS_1


__ADS_2