Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?

Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?
Menyusul Tami ke Kampung


__ADS_3

Usai mengerjakan beberapa pekerjaan kantor, Hari ini Devan memutuskan untuk pulang lebih cepat, entahlah, perasaan nya hari ini benar benar gundah, entah apa yang terjadi, ia hanya ingin segera pulang ke rumah...


" assalamu'alaikum Oma, " ucap Devan sambil mencium punggung tangan oma merlyn yang sedang merajut di teras rumah.


" waalaikum salaam, kamu ko tumben siang siang gini udah pulang, kamu baik baik aja kan Dev?!"


" Devan baik ko oma, kebetulan kerjaan hari ini gak terlalu banyak, jadi Dev pulang cepet. Oma ko disini sendirian, Tami mana Oma?!"


" Lho, kamu nggak tau, Tami kan izin pulang kampung, sudah dari jauh jauh hari anak itu minta izin oma sama Onty mu, katanya pengen ngerayain akhir tahun di kampung halaman. "


" apa..?! Dia ko gak ada bilang sama Dev oma "


" ya mana oma tau, mungkin Tami lupa pamit sama kamu " ucap Oma sambil kembali fokus pada rajutan di tangan nya.


Dengan segera Dev masuk kedalam rumah, ia benar benar terkejut mendengar kabar kepulangan Tami. Bisa bisa nya gadis itu pulang tanpa memberitahu nya terlebih dulu.


Berulang kali Dev mencoba menghubungi Tami, namun gadis itu tak kunjung mengangkat telfon dari nya.


" kebiasaan banget ni anak kalo di telfon gak di jawab jawab. Angkat dong Tam.. aku khawatir banget sama kamu !" Gumam Devan sambil berjalan mondar mandir, dan terus mencoba menghubungi gadis itu.


----


Sementara keadaan Tami di kampung.


Hari ini ia hususkan untuk membawa keponakan nya jalan jalan, sekedar membelikan mereka mainan atau jajanan kesukaan mereka.


Saking lelah nya seharian ini ia habiskan untuk jalan jalan dan belanja, sampai sampai ia melupakan ponsel nya yang tak ia sentuh sama sekali. Dering ponsel bahkan tak terdengar seharian ini, karena ia lupa mengaktifkan ponsel nya dalam mode silence.


" hah... gak sabar banget besok ketemu Wira Cs, btw, Rani sama Mira lagi pada ngapain ya, aku telfon mereka ah, pasti seneng banget besok kita bisa kumpul kumpul lagi." Usai berkata demikian, baru lah Tami mengambil ponsel nya di dalam tas kecil milik nya.


" ya ampun, ini mas Devan melakukan panggilan sebanyak 50 kali seharian ini. Kenapa ya? Udah ah, nanti aja. Toh kalo ada hal hal yang penting mba Megy juga pasti ngasih tau ko'. Males.. mas Devan suka nya marah marah gak jelas, bikin aku bingung aja "


Dengan santai nya Tami menelfon ke dua sahabat perempuan nya, mereka berbicara di telfon hingga larut malam, sampai sampai gadis itu ketiduran saat panggilan telfon masih berlangsung.


Ke esokan hari nya.


" jadi hari ini mau reuni ketemu temen temen?" Tanya Tanya teh Mela kakak perempuan Tami.


" jadi teh, nanti sore kaya nya, gak papa kan kalo Tami pulang nya kemaleman, paling sebelum isya udah pulang ko "


" mani lama, pulang nya nyampe isya, memang nya mau pada ketemuan dimana?"


" tempat nya di rumah makan warung apung teh, ya kan nama nya reuni pasti nanti bakal ke asyikan cerita cerita dulu, makan nya mah sebentar, gibah nya yang lama, hehe ..."


" ya sudah, nanti mau teteh anter kesana?'

__ADS_1


" gak usah teh, nanti aku minta Mira atau Rani aja yang jemput kesini "


" oh, ya sudah kalau begitu, kamu nanti kalo mau makan dulu, udah teteh siapin di meja ya, teteh ada pertemuan ibu ibu pkk di balai desa kaya nya nyampe sore baru pulang "


" oke siap, makasih teh "


" iya sama sama "


---


Suasana sore di rumah makan saung apung.


" gak sabar banget aku mau ketemu Tami " ucap Mira tak sabar.


" ini kang ojeg nya lelet sih, udah gue bilang kan tadi harus nya gue aja yang pergi jemput yayang gue " ucap Diki ikut menimpali


" yehh.. masih aja ya lo ngarepin si Tami, lagian siapa yang tau mungkin Tami sekarang udah punya cowok baru, secara kan dia cantik, apalagi sekarang ya?ter akhir liat postingan dia beberapa bulan lalu, kaya nya sih makin cakep aja tu anak " jawab Raka


Ya, dikarenakan setengah jam lalu mereka semua sudah berkumpul di tempat yang mereka janjikan, hanya Rani yang saat ini sedang menjemput Tami yang masih mereka tunggu kedatangan nya, sisanya Wira, Wahyu Agam, Raka, Mira dan Diki sudah berkumpul disana. Hanya kurang Yoga. Anak itu sedang di sibuk kan dengan kegiatan nya di sekolah militer. Ijin tidak hadir katanya. Ya, tentu saja yang lain bisa memaklumi nya, di antara mereka mungkin yang saat ini sangat serius meniti karir hanya Yoga.


" nah, itu dia mereka !" Ucap Mira yang melihat kedatangan Rani dan Tami yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.


" ya ampun, beneran kan, yayang gue makin cantik aja !" Ucap Diki heboh.


" ya ampun Mir, lepas dulu dong, pengap ini kekencengan kamu meluk nya "


" hehehe,.. maaf, aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi. Kangen banget tau "


" heh..!! Sama aku nggak kangen?? " tanya Rani


" hehehe.. kangen sih, tapi lebih kangenan sama Tami, sama kamu kan udah ketemu tadi pagi juga "


" hehehe.. bercanda aku "


" yayang Tami, boleh nggak Yayang Diki peluk juga, kan kangen juga. Sama."


" yehh... sembarangan aja lo, mana boleh, bukan mukhrim tau " ucap Wahyu yang sedari tadi diam


" kalian semua apa kabar ?" Tanya Tami sambil menatap sahabat nya satu persatu


" kita baik ko Tam, kamu sendiri gimana?" Tanya Agam mewakili semuanya.


" aku baik ko. Lama nggak ketemu, pangling banget aku ketemu kalian lagi, ko sekarang pada cakep cakep gini ya"


" aahh yayang Tami bisa aja, yayang Diki kan cakep dari orok yang " ucap Diki genit

__ADS_1


" bukan elo weeyy, gak usah ke GR an ..!" Ucap Raka nyolot


" lo punya dendam apa sih sama gue kak, biasa aja kali ngomong nya "


" syuuuut..!! Udah deh, bercanda nya nanti aja lagi, sekarang kita masuk, pesen makan habis itu baru, foto foto... "


" yeeeh... yang ada foto foto dulu kali Mir, ntar kalo foto foto nya ter akhir kan make up gue udah ancur "


" oke oke, kita foto foto dulu, tapi di dalem ya..!"


Mereka semua pun masuk kedalam rumah makan yang memang sebelum nya sudah di pesan sebuah meja lesehan untuk mereka rame rame, tujuan nya jelas agar nyaman da leluasa.


Usai ber foto foto ria, mereka pun menyantap hidangan yang memang sebelum nya sudah di pesan. Hingga terpotong waktu maghrib, mereka melakukan shalat berjamaah terlebih dahulu di sebuah mushola yang memang di sediakan di rumah makan tersebut.


Kemudian acara di lanjutkan kembali dengan saling tukar cerita, tukar pengalaman, bahakan saling goda, karena di antara mereka tentu nya sudah punya pasangan masing masing.


" Tami..!" Sebuah suara khas seorang pria tiba tiba terdengar memanggil Tami yang saat itu sedang asyik bercerita dengan sahabat sahabat nya. Otomatis mereka semua berhenti dan menatap orang yang tadi memanggil Tami, tatapan mereka semua sekarang tertuju pada se orang pria tampan nan gagah yang sedang berdiri menatap mereka dengan tegak. Mira dan Rani jelas terlihat begitu terpana melihat sosok pria dewasa tersebut, sikut mereka saling bersenggolan, tatapan matanya saling lirik, dalam hati mereka semua mungkin bertanya tanya tentang sosok yang ada di hadapan mereka saat ini.


" Mas Devan??" Ucap Tami terkejut melihat sosok pria tampan yang saat ini ada di hadapan nya, dengan segera ia berdiri kemudian menghampiri Devan.


'Mas ko bisa ada di sini? Ini beneran Mas Devan kan?!" Tanya Tami sambil menelisik wajah pria itu dalam dalam


" iya ini aku " ucap Devan sambil memeluk Tami dengan segera. Reflek Tami mundur dan menjauhkan tubuh nya dari Devan.


" maaf mas,"


" nggak, aku yang minta maaf, aku-aku hanya senang bisa ketemu dan liat kamu lagi maaf ..!"


" mas, kesini sama siapa?!" Tanya Tami celingukan melihat ke belakang, kiri dan kanan pria itu


" gak ada siapa siapa, aku di anter pak Ahmad kesini "


" ya ampun, kamu sengaja kesini, buat....?" Ucapan Tami terpotong


" buat susulin kamu "


" loh, kenapa? Apa terjadi sesuatu sama Oma?!" Tanya Tami panik, rupanya wanita ini masih belum peka terhadap perhatian yang Devan berikan pada nya.


Devan menggelengkan kepala nya pelan


" tidak terjadi apapun, Oma di rumah baik baik saja, aku kesini sengaja mau ketemu kamu. Kamu kenapa pulang kampung gak pamit dulu sama aku?!"


" ya maaf, aku kira mas nggak akan khawatirin aku sampai segini nya "


" ehemmm... ehemmm..." ucap Diki yang sengaja berdehem, bukan maksud apa apa, ia hanya ingin ke dua orang yang saat ini menjadi pusat perhatian mereka menyadari, kalau masih banyak orang disini. Dan mereka malah sibuk berduaan? Oh sungguh ini pemandangan yang begitu tanda tanya untuk mereka, perihal siapa sebenar nya pria tampan yang sengaja menemui Tami ini.

__ADS_1


__ADS_2