Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?

Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?
Devan Narendra


__ADS_3

Kondisi cuaca di Jakarta pagi ini sedang turun hujan, semalam, aku benar benar istirahat dengan nyaman, Oma dan Onty megy menyiapkan makanan kesukaan ku, mereka dengan sengaja menyiapkan semuanya hanya untuk menyambut kepulangan ku, tentu saja aku makan dengan lahap, sehingga semalam aku tertidur dengan sangat lelap.


Dengan malas aku turun dari tempat tidur, beranjak ke kamar mandi, ku lirik sekilas jam dinding yang menggantung, waktu sudah menunjukan pukul sembilan, aku hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum, jadi ini rasa nya hidup bermalas malasan, makan tanpa perhitungan, jam tidur tak ada aturan, bangun tidur pun semaunya.


Sungguh ini bukan diriku, kebiasaan ku sangat bertolak belakang dengan saat ini,


Jika hari hari sebelum nya aku selalu perhitungan terhadap waktu, dari mulai bangun tidur, sampai tiba waktu nya untuk tidur lagi, aku selalu membiasakan diri mengikuti dan melakukan nya sesuai dengan jadwal yang sudah ku buat, tapi lihatlah hari ini? Oh.. tapi ini tidaklah buruk, aku pun menikmatinya.


Setelah selesai dengan urusan pagi ku aku memutuskan untuk pergi ke dapur, menikmati sarapan ku yang tertinggal, tiba tiba


" Dev, sayang, bagai mana istirahat mu semalam? Oma datang dengan se orang gadis yang beberapa hari lalu sempat ku lihat dari foto yang oma kirim lewat pesan, ia nampak tersenyum sangat manis, lesung pipi di kedua pipi nya begitu memikat ku, wajah cantik dan kulit putih bersih, ohh sungguh, dia begitu sempurna, namun meski begitu, aku masih mampu mengembalikan fokus ku, aku berdehem, lalu kemudian menjawab pertanyaan Oma pada ku


"Ehhhhemmm..."


" semalam Dev istirahat dengan nyenayak oma, maaf Dev bangun terlambat,"


jawab ku sambil menutupi kegugupan ku,


" tidak papa sayang, Dev, kenalkan, ini Tami, Dia adalah cucu oma, cucu yang menemani oma selama ini "


" ehhhmm.. maaf oma, maaf karna selama ini Dev tidak bisa menemani oma, Dev sadar Dev salah "


kataku dengan sesal, aku faham oma sedang menyindirku secara halus, karna selama ini, aku sebagai cucu satu satu nya malah tak ada disaat ia merasa kesepian.


" hehehe.... maaf sayang, Oma hanya bercanda, oma faham dengan kesibukan mu, tapi berkat dia ( Oma mendongakan kepala nya sambil menatap Tami yang nasih setia berdiri di belakang kursi roda Oma merlyn) Oma tidak kesepian lagi, kamu lihat oma sehat kan sekarang?! "


" iya emm... trimakasih emm... Tami. sudah merawat dan menjaga Oma dengan baik!" Jujur saja, aku merasa canggung jika harus berhadapan langsung dengan se orang wanita, karna selama ini tanggung jawab yang besar yang harus ku pikul dengan terpaksa melewatkan masa masa remaja yang seharus nya aku nikmati, hingga begini lah aku sekarang jika harus di hadapkan dengan para wanita, mendadak aku menjadi kaku dan salah tingkah sendiri, mendadak rasa percaya dalam diriku hilang entah kemana, jika di suruh memilih, aku akan lebih memilih untuk mengahadapi beberapa klien saja atau meeting seharian penuh dari pada harus di hadapkan dengan satu orang wanita.


" baiklah sayang, selesaikan sarapan mu, oma mau ke teras depan !"


kata oma, dan dengan cekatan wanita itu langsung faham bahwa oma sudah mengajak nya pergi, tanpa bertanya lagi, ia mendorong kursi roda oma dengan pelan


Ku lanjutkan kembali sarapan siang ku, dan setelah selesai aku berniat untuk melakukan olah raga, hanya melakukan beberapa peregangan kecil di pinggir kolam renang,


disini udara cukup segar, karna di sisi kiri kolam banyak di tumbuhi beberapa pohon pagar alam dan juga tanaman hias koleksi Oma.


Usai berolah raga ringan, aku segera masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri, saat sedang bersiap, terdengar suara Oma memanggilku dari luar,


" Dev, ...Devaaaaann..... " teriak oma


" iya oma, ada apa? Jawabku sambil membuka kan pintu kamar


" boleh oma minta tolong?"


" minta tolong apa oma?


" tolong belikan oma benang rajut ya..!"

__ADS_1


"Hah?? Benang rajut??


" iya sayang, oma sedang merajut dan benang nya habis, kamu bisa bantu oma belikan?"


" Ta ...tapii pak Ahmad oma.. kataku terpotong


" pak Ahmad sudah pergi bersama Onty mu sejak tadi pagi, Dev "


" oh.... tapi oma, Devan nggak faham soal begituan, Oma suruh yang lain aja ya, Devan nggak ngerti, nanti salah beli lagi "


" ah kamu mah alesan, ya sudah, oma beli sendiri saja !" Kata oma yang hendak memutar kursi roda nya


" Ehhh oma jangan marah, Devan minta maaf, gimana biar minta tolong Tami aja yang belikan oma !"


" tidak bisa, dia sedang ketja kalau siang siang begini "


" hahh?? Kerja ? Tadikan Devan liat dia masih sama Oma, emang dia kerja apa lagi Oma ?!"


Karena setau ku, gadis itu disini hanya bekerja menemani keseharian oma,


" aahh kamu banyak nanya, tapi nanti janji ya harus beliin benang nya !" Tawar Oma


" yehh Oma ini pelit infoo...!! "


" ohh tentu, kamu keppo nggak?


" Dev, kamu marah sama Oma??


" Ya enggak lah, mana bisa Dev marah sama Oma, ya sudah, nanti Dev belikan benang nya, sekalian Dev main ke butik nya Onty!"


" ya sudah, sekalian aja nanti Tami suruh pulang bareng kamu ya !"


" Tami ?? Memang dia dimana? "


" Dia tadi di suruh Onty kamu ke butik juga, nah.. nanti kamu pulang ajak dia yaa..!"


" kan dia bisa pesen taxi oma, kalau enggak, ojol lan banyak, Dev males ah Oma, nggak kenal juga sama dia, kan oma tau... kata ku terpotong


" Iya, Oma tau, makanya Oma suruh kamu biar deket sama Tami, hitung hitung kamu belajar deket sama lawan jenis biar gak kaku, emang mau sampai kapan kamu begitu terus, Oma kan pengen dapet cicit dari kamu "


" huuhhh Oma oma, ya nggak segitu nya juga kalii, iya deh nanti aku ajak Tami sekalian, "


" nah, gitu dong !" Ya sudah Oma masuk kamar dulu, mau istirahat"


"Ayo Devan bantu Oma !"


Devan kemudian mendorong kursi roda oma Merlyn sampai kamar, dan mengangkat oma nya untuk lekas beristirahat di atas ranjang, setelah nya, ia keluar dan masuk kembali kedalam kamar nya untuk mengambil jas, terkesan formal memang tapi lain hal jika ia memadukan celana jins hitam dengan dalaman kaos lengan pendek berwarna putih polos, dipadukan jas ber warna Navy, juga jam tangan Rolex mewah ia pasang di pergelangan tangan kiri nya, dan jangan lupa, kaca mata hitam yang kini bertengger manis di atas hidung mancung nya, sungguh, ketampanan se orang Devan narendra tiada tandingan nya.

__ADS_1


Usai bersiap ia segera memacu mobil nya memecah jalanan ibu kota yang cukup padat.


Sesampai nya di butik.


Semua karyawan di hebohkan dengan kedatangan pria tampan yang masuk kedalam butik,


" gila ya, dia siapa? Tampan banget parah.!!"


" Ini sih tipe gue banget !"


" Iya, yang begini maksud do'a hamba yang kemarin itu, ohh tuhaaann pangeran ku!" Kata salah se orang karyawan,


ya, begitulah kasak kusuk yang sering di dengar Devan saat dirinya keluar, ia selalu menjadi pusat perhatian orang orang dimana pun ia berada,


" Maaf, saya mau bertemu Onty "


"Onty??" Tanya karyawan butik dengan heran


" oh emm.. maksud saya, Tante Megy"


" oh, Mba Megy? Mba Megy ada di ruangan nya Mas, silahkan anda keluar dari butik, ada jalan di samping kanan, disana ada bangunan seperti paviliun, itu ruangan Mba Megy mas, "


" oke trimakasih "


Devan kemudian keluar.


Saat melihat Devan keluar, kembali para karyawan disana menghampiri si karyawan yang bernama Wati yang tadi sempat bicara dengan Devan


" eh Wati, cowok yang tadi itu siapa? Dia nanya apa aja sama kamu? " Tanya salah satu dia antara mereka yang bernama Rani


" gak tau, dia tadi nanyain Mba Megy "


" wahhh jangan jangan dia cowok nya mba Megy ya?!" Tanya sifa teman nya Rani dan Wati


" ehh jangan ngaco kamu, dia itu kelihatan masih muda, sementara mba Megy kan udah kelihatan mateng gitu, walau pun janda dan sendiri sih sekarang, tapi kaya nya nggak mungkin ah !" Jawab Wati


" iya juga sih, pantes juga jadi anak nya !" Kata Rani


" masa iya sih tampan tampan cewek nya udah ber umur kaya mba Megy?"


" heyy sembarangan kamu, siapa tau dia itu pertner kerja mba Megy kita kan belum tau juga, udah lah, kita kerja lagi yuk"


" yahhh Ran, kan aku masih penasaran !" Kata Sifa


" udah, nanti kita lanjut gibah nya di mess, ayook kerja dulu !" Ajak Rani


Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka,

__ADS_1


__ADS_2