
Saat bel jam pelajaran terakhir senua siswa kelasku berhamburan keluar, ponselku bergetar ku buka pesan yang tertera nama Yoga di atas nya, ku buka pesan dari nya, dia mengatakan akan menunggu ku sepulang sekolah di tempat percetakan sebrang gerbang sekolah, tak lama pesan kedua muncul, seperti nya dia sedang online dan melihat ku langsung membuka pesan chat dari nya dia kemudian mengirim pesan lagi, dia sudah sampai dan sedang menungguku, ada yang ingin di sampaikan nya dan ini penting, tulis Yoga dalam chat nya,ku jawab singkat pesan nya " iya " jujur aku sedikit penasaran dengan pesan yang dikatanya penting itu, sebenar nya bukan nya aku menjauhi nya atau apa, aku hanya merasa akhir akhir ini dia sedikit bersikap agak berlebihan, dan jujur aku bingung sendiri harus menanggapi nya seperti apa.
Aku melangkah keluar setelah memasukan beberapa buku pelajaran ku kedalam tas, ternyata di luar pintu Alya sedang menunggu ku
" Tam, kamu mau pulang bareng aku nggak? Aku di jemput abang ku lo, dia baru pulang dari Surabaya kemarin " Alya mengajak ku pulang bareng
" Kaya nya nggak deh Al, aku pasti udah di tunggu sama Raka Cs " kata ku mencari alasan, karna sebenar nya aku berniat untuk menemui Yoga dulu sebelum pulang
" oh,ya udah kalau gitu aku duluan ya Tam, babaaayyyy "
Alya berlari sambil berteriak dan menoleh pada ku, aku hanya membalas dengan melambaikan tangan dan tersenyum
Aku mulai melangkah menuju keluar sekolah, tapi sebelum menuju gerbang sekolah, aku melewati parkiran di samping taman sekolah dekat area mushola, disana Raka cs bersama Wira dan yang lain.
sudah kuduga, seperti biasa mereka akan menunggu teman teman nya yang lainuntuk pulang bersama.
" Nah, itu dia princess kita baru nonghol, woy Tam, lempeng aja lu mah, kita tungguin dari tadi juga !" agam mencegah ku, sebelum nya aku bahkan pura pura tak melihat mereka yang sedang berceloteh ria di pojok parkiran motor
"Tau nih, lempeng lempeng aja, emang nggak kelihatan apa, kita di sini dari tadi" Raka ikut menimpali
Tami menoleh, sambil senyum malu malu, "ehh kalian he.. he.. udah lama ya nunggu nya " mampus, aku kali ini harus nyari alasan apa, supaya mereka nggak curiga kalo aku mau nemuin Yoga batin tami dalam hati
"Ya elah ayang Tami malah nanya, mau lama juga nggak papa kalo yang di tungguin nya ayang tami mah, ayang diki tetep setia ko'yang "
"Apaan sih lu, lebay banget. Ya udah yuk kita pulang lah " Wahyu bangkit dari salah satu motor yang di duduki nya.
"Em.. kalian pulang duluan gak papa ya, maaf aku nggak sempet ngasih tau dulu, tadi sebelum sekolah teteh nitip aku beliin sesuatu, takut nya nanti lama kalau kalian nunggu " ucap Tami menatap sahabat sahabat nya, merasa sedikit tidak enak sudah berbohong seperti ini, padahal mereka udah dari tadi nungguin dia keluar kelas
"Oh, ya udah gak papa, hati hati Tam, takut nya nanti kenapa napa, ntar si Yoga marah lagi sama kita "
" Eh, Raka apa apaan sih, enggak lah, aku gak bakal kenapa napa juga " Tami sempat kaget mendenger Raka nyebut nama Yoga, gak heran sih seharus nya, soal nya Yoga kalu ada apa apa soal Tami pasti yang ditanyain duluan itu Raka.
" yo cabut gays!" Raka mengajak teman teman nya yang lain untuk pulang
"Eh ka tunggu tapi apa hubungan nya Yoga sama ayang Tami, kenapa Yoga yang marah, gue aja ayang nya gak kenapa napa" Tami sempat mendengar pertanyaan Diki yang bertanya pada Raka, namun tak terdengar jelas jawaban Raka, Karna mereka bercerita sambil berjalan meninggalkan halaman sekolah
Tami melanjutkan langkah nya menuju gerbang, setelah sampai di depan gerbang, dia sempat melihat ke arah se orang pria yang melambaikan tangan nya ke arah Tami sambil tersenyum manis, sangat manis "degg " Tami sempat terpana, sejenak dia terdiam menghentikan langkah nya menatap Yoga, " Dia.. keren" gumam tami, "ehh apaan sih aku nih, ngaco, sadar Tam, sadarr!" Dia tak henti menggerutu sambil terus berjalan menyebrang jalanan dan menghampiri Yoga yang masih duduk di atas motor nya.
"Hai Tam, gimana sekolah nya?" Yoga sedikit berbasa basi menatap wajah Tami, padahal ini bukan kali pertama mereka bertemu, tapi entah kenapa mereka sama sama gugup
" Eh.. itu, emm biasa aja "
" Aku mau ngobrol serius sama kamu Tam "
__ADS_1
" Mau ngobrol apa ga, ya udah ngobrol aja "
" tapi kita ngobrol nya nggak disini, kita ngobrol nya di taman, gimana? Bisa kan?" Yoga bertanya sambil menatap Tami
yang di tatap hanya mengangguk saja sebagai jawaban
" ya udah, ayo naik "
Tami kemudian, naik ke atas motor sambil berpegangan pada ujung tas punggung yoga, sebenar nya dia merasa sedikit agak canggung, ini pertama kali nya dia di bonceng pria itu. "
"Pegangan Tam, nanti kamu jatuh " yoga melirik Tami sekilas, dan mengambil tangan sebelah kiri Tami, membawa nya berpegangan pada perut nya, Tami sedikit tersentak merasa kaget dan hendak melepaskan tangan nya, tapi Yoga memegang tangan itu mengusap nya lembut, " pegangan tam, gak papa "
" Tapi ga., aku pegangan nya ke tas kamu aja " Tami tetap merasa tidak enak, apalagi dirinya di tatap beberapa siswa daan sisiwi yang kebetulan masih berada di area luar sekolah, yang sedang menunggu jemputan atau bis mungkin, entahlah Tami sendiri tidak tau
Yoga dengan sengaja begitu menghidupkan mesin motor nya dia gas rada kenceng dikit, otomatis Tami yang ada di boncengan pun merasa terkejut dan reflek melingkarkan tangan satu nya lagi di perut yoga, nencekal seragam Yoga dengan kuat, didepan sana Yoga tersenyum merasa senang
"Ga, bawa motor nya pelan pelan, aku takut " Tami sedikit berteriak di samping telinga Yoga yang tak memakai helm, karna dirasa jarak ke taman lumayan dekat, Yoga akhir nya memelankan laju motor nya, dan tidak lama kemudian mereka sampai di taman yang masih cukup sepi, biasa nya sore nanti keadaan taman baru akan ramai dengan anak anak muda yang nongkrong di area itu terlebih disana banyak berjejer para pedagang kaki lima yang lumayan murah meriah dengan beraneka jenis makanan.
Setelah turun, Yoga mengajak Tami duduk di salah satu bangku di bawah pohon, yang arah nya menuju ke danau buatan dengan air mancur di tengah nya.
" sebenar nya kamu mau ngomongin hal penting apa sih ga, sampai ngajak aku kesini?" Tanya Tami yang sudah sangat penasaran dengan apa yang akan Yoga sampaikan pada nya
" ini sangat penting Tam, tapi sebelum itu, aku mau tau, kenapa selama beberapa hari ini, kamu se olah menghindar dari ku Tam, kamu nggak bales chat aku, kamu juga nggak jawab telfon dari aku?" Yoga menatap Tami yang duduk di samping nya, mereka hanya berjarak dua jengkal saja mungkin
" Aku nggak menghindar dari kamu Ga, mungkin itu cuma perasaan kamu aja "
" Tapi kamu nggak biasa nya kaya gitu Tam, sebelum sebelum nya kita baik baik aja kan ?" Yoga masih menatap Tami, walau yang di tatap mengalihkan pandangan nya ke depan
" Jujur, aku sempet bingung sama sikap kamu Ga, gak kaya biasa nya juga kamu kaya gini, jangan kan sikap, dengan omongan kamu yang bicara panjang kali lebar aja aku udah heran, biasa nya kan kamu irit banget kalau ngomong, mana dingin banget lagi, tapi sekarang?" Tami melirik Yoga sekilas, dan kembali mengalihkan pandangan nya kembali ke depan
" Aku berubah juga cuma sama kamu doang Tam, "
"Kenapa?" Kali ini, Tami menatap Yoga dalam, mereka saling menatap satu sama lain
" jujur, aku suka sama kamu Tami, sudah dari dulu, aku mengagumi mu, kamu, kepribadian mu, tawa mu dan.. ( sejenak Yoga menghentikan ucapan nya, dia tertunduk semakin intens menatap wajak Tami yang masih menatap nya) senyum mu, semua yang ada pada mu, aku menyukai nya, dan aku sadar, ini bukan lagi cinta monyet Tam, aku suka sama kamu dari dulu, dari saat aku pertama kali bertemu sama kamu " Yoga berkata bersungguh sungguh, menatap ke dua mata Tami bergantian, berharap Tami dapat menerima nya dan melihat kejujuran di kedua bola mata nya, kali ini Yoga benar benar merasa deg deg an, di hadapan wanita itu, wanita yang sudah meluluhkan hati nya, dia menumpahkan segala unek unek dalam hati nya selama ini, dia perlu banyak keberanian untuk ini, dan saat ini dia sedang harap harap cemas menanti jawaban dari Tami
Tami menatap Yoga semakin dalam, mencoba mencari kebohongan dari omongan sahabat nya ini, ya siapa tau kan lelaki ini sedang bercanda mungkin, begitu fikir Tami, tapi dia tidak menemukan kebohongan dari pancaran kedua mata Yoga, seperti nya pria ini berkata jujur, tapi tunggu dulu, ini nggak salah? Ini mimpi bukan sih? Tami keheranan sendiri, dia mencubit sedikit lengan tangan kiri nya "aw sakiit"
"Kamu apa apaan sih Tam, kenapa kamu nyubitin tangan kamu sendiri ?"
Yoga yang melihat itu kesel sendiri, kenapa wanita dihadapan nya ini begitu ceroboh, dan kenapa harus menyakiti diri sendiri seperti tadi, ya jelas lah sakit, fikir Yoga
"Ga, ini kamu kan? Kamu nggak lagi demam kan? Tami masih melotot dan mengarhkan punggung tangan nya pada Kening Yoga.
__ADS_1
" Ya ampun Tami, gue nggak sakit ko, ya udah sekarang gimana? Kita resmi pacaran kan? "
"T-Tapi Ga "
"Nggak ada tapi tapian, poko nya mulai sekarang kita jadian oke sayang !"
"Tapi aku nggak bisa Ga !"
"Gak ... gak mau ada penolakan, pokok nya mulai detik ini, elo jadi pacar gue titik "
"Ga kenapa kamu jadi se nyebelin ini sih , aku tuh nggak bisa pacaran sama sahabat aku sendiri "
" ya udahkalau gitu mulai sekarang juga kita bukan hanya sebatas teman atau pun sahabat, tapi status kita udah PACARAN. "
" kamu nggak bisa se enak nya gini dong Ga, aku tuh nggak bisa ngerusak persahabatan kita dengan hubungan ini "
"Maksud kamu apa? Memang nya kenapa dengan status kita yang tadi nya sahabat terus sekarang jadi pacaran? Nggak ada yang di sakitin juga kan disini, yang temen temen kita yang lain juga mereka pasti ngerti ko "
" Bukan gitu ga, kamu tau kan, kalu status bersahabat itu nggak akan pernah ada kata akhir, tapi kalau status kita pacaran, aku takut kalau suatu saat nanti akan ada kata putus ga, dan itu akan membuat hubungan kita merenggang, jadi, aku fikir lebih baik kita tetep temenan ya "
"Maaf Tam, kamu boleh bilang aku egois, tapi gak papa, karna aku nggak mau nerima kata penolakan, pokok nya kita tetep pacaran oke "
"Ga kamu tuhh..."
"Syuuut nggak ada penolakan sayang, aku mohon, aku janji, nggak akan ada kata ahir dalam hubungan kita, " Yoga kembali berusaha meyakinkan Tami
" terserah lah ga, tapi aku mau kita rahasiain dulu hubungan ini dari yang lain, aku nggak tau mereka bisa nerima ini atau enggak "
" yess.. seperti mau mu honey, trimakasih sudah mau nerima aku, tapi satu hal yang harus kamu tau kamu adalah pacar aku, dan kamu nggak boleh deket deket dengan lelaki manapun, kamu faham?!"
"Ih kamu ni apa apaan sih baru juga jadian udah posesif aja sifat nya "
"Aku memang posesif kalau so'al kamu sayang, tapi janji ya"
" aku nggak bisa janji Ga, tapi akan aku usaha kan, ya udah pulang yu "
"oke sayang, tapi kamu mau jajan dulu gak? Biar aku beliin "
"Engga ah makasih, aku mau pulang aja "
"Ya udah ayok!"
Mereka pun kembali menaiki motor, sebelum pulang Yoga terlebih dulu mengantar Tami si kekasih baru nya itu pulang ke rumah nya.
__ADS_1