
Jadi, mohon maaf ya readers seperti judul di atas ini tuh part nya kebalik, part ini seharus nya adalah part 16. jadi mohon setelah baca bagian ini, kalian baca part nya yang berjudul " *kepulangan sang pewaris " di part sebelum nya, biar nyambung ya gays yaa🥰*
Sinar matahari siang itu tak begitu terik terasa, angin yang berhembus menyebabkan beberapa daun dan bunga bunga kering berjatuhan, suasana taman masih cukup ramai,begitu juga dengan ke dua sosok yang berbeda generasi itu, masih terlihat asyik bercerita, bersanda gurau yang terkadang diselingi dengan gelak tawa entah apa yang sedang mereka bahas, kring .. kring.. kring... suara handphone Oma Merlyn sempat menghentikan acara tawa mereka, Oma menatap nama sang penelfon yang tertera di layar sana dengan tersenyum bahagia.
" Haloo... " sapa oma dengan senyum yang masih terus terukir diwajah nya,
Tami hanya melirik sekilas ke arah oma, menyibukan dirinya sendiri, membiarkan oma agar berbicara dengan leluasa dengan penelfon nya ,ia sedikit menjauh, mengambil beberapa potret dirinya di beberapa spot yang menurut nya cukup bagus, untuk di post di insta story milik nya
" itu cucu oma sayang .."
"........"
" Habis nya kamu tidak pernah menemani oma disini kamu sama saja dengan Aunty mu itu, kalian sama sama gila kerja, "
" ....... "
" tidak papa,oma sehat ko' malah sekarang badan oma terasa lebih sehat daripada sebelum nya, bagaimana?? "
" ..... "
__ADS_1
" Dia cantik kan sayang, sudahlah kapan kamu kembali? Oma sudah rindu dengan cucu oma "
" ..... "
" Oma tunggu sayang, hati hati dijalan, jaga selalu kesehatan mu nak!"
"...."
" Oma, sudah selesai?!" Tami bertanya saat melihat oma Merlyn terdiam sambil matanya terus fokus ke arah depan dengan senyum cerah di bibir nya
" sudah sayang, apa kamu sudah lapar, kita belum makan siang, ayo kita cari tempat makan disekitar sini "
" Apa kamu tidak papa, kalau kita pulang sekarang?!" Oma kembali bertanya
" Tidak oma, lagi pula, Oma pasti kelelahan, seharian ini kita mengelilingi taman, lain kali kan kita bisa jalan jalan lagi "
" Baiklah sayang, kita pulang, pak Ahmad pasti sudah menunggu kita dari tadi "
" Iya oma,!" Tami kemudian mendorong kursi roda oma dengan perlahan, mereka mulai mencari keberadaan pak Ahmad lalu kemudian memutuskan untuk pulang.
__ADS_1
SKIP
" Akhir nya, kalian kembali, bagaimana jalan jalan nya Neng? Seru ?!" Bi Asih yang melihat kedatangan Majikan dan Tami yang sudah di anggap nya anak sendiri itu Kemudian menyambut mereka di teras, dan mengambil alih kursi roda yang di duduki Oma Merlyn lalu kemudian mendorong nya secara perlahan masuk kedalam rumah
" seru ko bu, kita habis dari taman tadi !"
Bi Asih menanggapi nya dengan tersenyum ke arah Tami.
" Ibu mau langsung makan siang, apa mau istirahat dulu?!" Tanya bi Asih pada Oma
" Kita makan siang dulu bi, cucuku juga belum makan, nanti setelah perut ter isi, baru kita istirahat"
" baik bu, " bi Asih menjawab sambil mendorong kursi roda majikan nya ke arah dapur, sementara Tami hanya mengikuti nya
Mereka pun makan siang dengan lahap, usai membuang tenaga nya berjalan mengelilingi Taman sepanjang hari ini.
Ke esokan pagi nya, Oma Merlyn memanggil para asisten rumah tangga nya untuk berkumpul di ruang tengah, sementara Tami masih asyik dengan kegiatan nya di dalam kamar, bukan sedang bermalas malasan tentu nya, tapi beberapa waktu lalu ia sempat meminta sedikit pekerjaan tambahan pada mba megy untuk sekedar mengisi waktu luang nya, namun tentu saja mba megy tak membiarkan adik kesayangan nya itu bekerja di luar terlalu lama, Tami hanya di ijinkan untuk ikut membantu memeriksa beberapa laporan dari beberapa cabang usaha nya, itu pun di lakukan di rumah, jadi gadis itu tidak perlu pergi keluar dan meninggalkan Ibu nya,
Semua pekerja sudah terlihat berkumpul di ruang tengah, oma Merlyn memberitahu bahwa besok malam cucu laki laki kesayangan nya akan pulang dan menetap disini, oma juga sempat meminta mereka menyiapkan kamar cucu nya yang sudah lama tidak ditempati, juga menyiapkan beberapa makanan kesukaan untuk menyambut kepulangan nya.
__ADS_1
Tentu saja kabar ini membuat mereka semua ikut merasa senang, pasal nya mereka juga sudah lama tak berjumpa dengan cucu oma Merlyn, maklum saja para pekerja di rumah itu sudah bekerja sangat lama disana, mereka cukup tau tentang karakter dan juga sifat satu persatu majikan nya, Meski tekenal cuek dan dingin cucu laki laki Oma Merlyn satu satu nya ini tentu saja terkenal hangat dan ramah pada mereka yang sudah begitu dikenal nya, termasuk pada para pekerja rumah utama, itulah mengapa, mereka juga dengan antusias menyambut kepulangan cucu dari majikan nya.