Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?

Takdir Tuhan Siapa Yang Tau?
Kepergok


__ADS_3

Matahari di luar sudah menampak kan sinar nya, ke dua insan yang masih terlelap itu bahkan tak merasa terganggu dengan terang nya sinar matahari yang mulai masuk menerobos lewat celah gorden disana.


Bi Asih yang tanpa sengaja melewati ruang Tv nampak terkejut melihat mereka berdua tertidur dengan posisi Devan yang masih terlelap sambil duduk bersandar pada sandaran sofa,sementara Tami meringkuk sambil memeluk perut Devan tidur di atas kursi berbantalkan paha Devan, mereka berdua terlihat seperti pasangan yang romantis,


" Den.. den Devan, bangun den ..!" Kata bi Asih pelan


Devan yang merasa tidur nya terganggu pun perlahan membuka kedua mata nya,


"Eh... kenapa bi? Jawab Devan terdengar parau, dengan kedua mata nya yang terlihat masih memerah menahan kantuk


"Aden kenapa tidur disini? Pindah ke kamar aja den, nanti badan nya sakit sakit kalau tidur disini !"


" iya bi, nanti saya pindah "


" biar saya bangunkan dulu neng Tami nya den "


" ehh gak papa bi, nanti biar saya saja, bibi lanjut aja kerja nya !"


" ya sudah kalau begitu, bibi permisi ya den !" Kata bi Asih sambil berlalu


" iya " jawab Devan


Ia kemudian mengalihkan pandangan nya pada Tami yang masih betah memeluk pinggang nya,


" sshhtt.. Tami, kenapa kamu tidur nya kaya gini sih, Tam, hey, Tami bangun ..!" Kata Devan sambil mengelus lembut pipi Tami


Namun Tami nampak nya sama sekali tak terusik dengan sentuhan Devan di wajah nya, ia se olah enggan untuk membuka ke dua mata nya, Devan tak kehabisan cara, ia terlihat menggeser duduk nya kemudian mengangakat Tami ke dalam pangkuan nya, ia mulai melangkah pelan, perlahan ia mendorong pintu dan memasukan nya ke dalam kamar,


Dengan sangat hati hati, ia membaringkan gadis itu di atas pembaringan, karna rasa kantuk yang masih sangat berat ia rasa, ia pun menjatuhkan dirinya di samping Tami dan ikut terlelap..


Waktu sudah menunjukan pukul delapan siang,


Tok... tok... tokkk .... suara pintu yang di ketuk


" Tam, Tami, kamu sudah bangun kan, hari ini kamu ikut mba ke butik ya!" Teriak mba Megy dari luar kamar


Tok ... tok ... tok ..." Tam, Tamiii...."


Tiba tiba, muncul Oma Merlyn dari dalam kamar nya yang terletak bersebelahan dengan kamar Tami, ia terlihat menggerakan tangan nya berusaha mendorong roda pada kursi nya perlahan


" Megy, pagi pagi kenapa sudah berisik? " tanya Oma


" ini bu, aku bangunin Tami ko' dia nggak keluar keluar ya !"


" bangunin??? Emang nya Tami belum bangun? Tanya Oma


" kaya nya sih belum bu !"


" masa sih belum bangun, ini kan udah jam delapan, biasa nya pagi pagi dia sudah bangun, apa jangan jangan dia sakit ya ?!" Tanya Oma yang mulai khawatir

__ADS_1


" masa sih Bu, semalem kaya nya terlihat biasa biasa aja "


" ya ibu juga nggak tau, udah kamu buka aja pintu nya, takut nya Tami kenapa napa !"


" iya bu!" Jawab Megy, perlahan ia mendorong pintu kamar Tami, oma juga sudah mendekat perlahan ia menggerakan tangan nya ke arah roda, namun ternyata sesuatu disana sangat mengejutkan mereka berdua.


" Astagfirullahhaladziim, Devaaaaaaaaaann ...!!" teriak Mba Megy dengan keras


sontak saja suara teriakan keras itu membuat Devan dan Tami terkejut dan kemudian terperanjat bangun,


" kenapa Oma, ada apa?! Kenapa Onty teriak teriak? Tanya Devan dengan panik


" Dev, kenapa kamu bisa tidur dikamar nya Tami sayang? Jelasin sama Oma dan Onty sekarang juga !" Jawab Oma


" Mas, mas Devan ko bisa tidur disini? Ki-ki-kita nggak ngapa ngapain kan Mas? Tanya Tami sambil menunduk, jujur ia sangat terkejut juga panik saat ini, dirinya kepergok sedang berduaan di dalam kamar dengan se orang pria, ia bahkan tak ingat bagaimana bisa ia dan Devan tertidur dalam satu kamar juga di atas ranjang yang sama.


" oke oke, Onty Oma dan juga kamu Tam, kalian jangan salah faham dulu, Devan akan jelasin ini ko "


Devan mun menceritakan tentang bagai mana dirinya merasa kehausan hingga pergi ke dapur dan juga menonton tv di temani Tami, serta dirinya yang memindahkan Tami ke dalam kamar hingga dirinya ikut tertidur.


" ya sudah sekarang kamu keluar, bagai mana pun alasan nya, sikap mu tentu tidak bisa di benarkan Dev, tertidur didalam satu ruangan dan berbagi ranjang bersama se orang gadis yang bukan mahram mu itu salah Dev " jelas Oma


" Devan minta maaf oma, ( kata Devan sambil menundukan pandangan nya) aku juga minta maaf sama kamu Tam, tapi aku pastikan aku nggak ngapa ngapain kamu ko' dan sekalipun terjadi apa apa, aku pastikan aku akan siap menerima resiko nya "


" engga mas, aku yang minta maaf, ini salah aku, emang dari dulu, aku kalau tidur suka ngebo banget, nempel sama bantal dikit pasti langsung gak sadar sama sekitar, maaf ya Mas, Oma, maafin Tami ya Mba !"


" iya mba, tidak apa apa ko' Tami bersiap dulu !"


" Ayo Dev, kamu ikut keluar, jangan bilang kamu betah berduaan sama Tami !" Ajak Oma


" heem oma, kawinin aja mereka berdua, biar Oma segera dapat cicit juga !" Jelas mba Megy


" Onty kalau ngomong sembarangan ya, ya udah ayo oma kita ke luar, hari ini biar Devan yang ngajakin oma jalan jalan " kata Devan sambil beranjak bangun dan mendorong kursi roda oma keluar


" ya sudah, mba tunggu di kamar ya, sambil cek beberapa kerjaan disana, nanti kalau kamu udah siap, kamu kasih tau mba aja ya !"


" iya mba!"


Mba Megy kemudian melangkah keluar dan menutup pintu kamar pelan, sementara Tami mulai beranjak dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi,


Usai Tami bersiap, ia pun memberi tau Mba Megy dan mereka berangkat bersama, waktu sudah menunjukan pukul sebelas,


Terlihat Oma Merlyn dan juga Devan sedang menghabiskan siang mereka di teras rumah,


" bu, Megy sama Tami pamit ya, maaf hari ini Tami ngak bisa nemenin ibu, kita mau ke butik, ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan dan harus beres dalam seminggu ini, disana Megy takut kewalahan kalau nggak ada yang bantu !"


" iya, tidak apa apa, ibu disini kan di temenin sama cucu ibu juga, ya sudah sana kalian berangkat !"


Usai bergantian mencium punggung tangan Oma Merlyn bergantian,

__ADS_1


Baru beberapa langkah kaki mba Megy juga Tami melangkah dari sana, seseorang nampak berdehem


" ehemmmmm ... ehemmm ... "


" Dev, kamu kenapa? Tanya mba Megy saat berbalik ke belakang, menatap kembali oma dan juga Devan keponakan nya


" emmh... emmmhhh... jawab Devan ragu, Oma dan Mba Megy juga Tami begitu penasaran dengan jawaban Devan, mereka sama sama menatap Devan dengan raut penasaran


" gak jadi Onty " jawab Devan


" kamu ini apa apaan sih Dev, gak jelas banget !" Jawab Mba Megy sambil melangkah masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan pak Ahmad sebelum nya


" Tami tunggu !" Cegah Devan sesaat sebelum melihat gadis itu hendak masuk kedalam mobil menyusul mba Megy yang sudah masuk lebih dulu


" i-iya mas kenapa? " tanya Tami


" kamu, em, nanti aku jemput ya pulang nyah "


" hahh?? (Jawab Tami sedikit terkejut) ehhh emmm.. maksud ku, emmm.. gakbperlu mas, ngerepotin juga, nanti kan Tami bisa bareng mba Megy lagi pulang nya !"


" Nggak ada penolakan ya, nanti kalau sudah beres kerjaan nya, kamu hubungin aku oke!"


" ehhh emm.. i-iya mas !"


" Tami, ayo, sudah siang ini Tam " teriak mba Megy dari dalam mobil


" Iya mba, !!


Emmhh.. mas, Tami berangkat dulu ya !"


" iya, kamu hati hati, dan jangan lupa kabari aku nanti ya!" Kata Devan sambil mengusap pelan pucuk kepala Tami


" ih mas jail ya, ini rambut aku berantakan lagi tau !"


" nggak ko' kamu tetep cantik, ya sudah gih jalan, itu Onty udah nungguin lama,kasihan !"


" ya udah, tami berangkat dulu ya, !" Kata Tami sambil melangkahkan kaki nya menuju pintu mobil yang masih terbuka, mobil pun melesat meninggalkan halaman rumah


sementara Devan masih anteng memperhatikan mobil berlalu dengan senyum manis menghiasi wajah nya,


" udah, jangan di liatin terus, orang nya kan udah nggak ada !" Kata Oma


" apa sih oma, !"


" cucu oma ini mulai suka ya sama Tami, (goda oma sambil tersenyum) tidak apa apa, Tami cantik, dia juga gadis yang baik, oma setuju kalau kamu ada niat baik dengan nya !"


" Oma do'akan saja yang terbaik ya !" Jawab Devan


" tentu sayang! " jawab Oma dengan tersenyum bahagia

__ADS_1


__ADS_2