
Tak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat. Kurang dari dua bulan lagi, puncak akhir tahun akan datang, ya sungguh tidak terasa, Tari Utami yang kehidupan masa kecil nya begitu kesepian saat ini sudah menjelma menjadi gadis remaja yang penuh dengan limpahan kasih sayang,
namun meski begitu, tak lantas membuat sifat dan prilaku nya berubah, dia masih tetaplah gadis yang ramah tamah dan murah senyum, masih tetap berpegang teguh dengan sifat rendah hati, yang lebih mengutamakan Etika daripada gaya.
Oma Merlyn begitu menyayangi Tami bahkan tak jarang, Oma dengan sengaja membelikan berbagai kebutuhan pribadi anak gadis remaja ini, dari mulai pakaian sepatu, tas dan lain nya, meski beribu kali Tami menolak nya, Oma sama sekali tak kehabisan cara, bukan nya mengajak Tami langsung pergi ke pusat perbelanjaan, Oma justru sengaja mendatangkan beberapa pakaian dan kebutuhan lain nya agar secara langsung dibawa ke rumah nya untuk dipilih Tami.
Meski tau sang Ibu berbuat demikian,Mba Megy sebagai anak bukan nya merasa cemburu, tapi justru merasa sangat senang dan malah ikut heboh, tiap kali Tami menolak apapun yang dipilihkan untuk nya, Mba Megi lah yang selalu memaksa dan mengambil peran, memarahi bahkan tak segan memelototi Tami saat dirinya kekeh enggan menerima apapun yang Oma berikan,
" Tami, mba merasa kamu bukan orang lain, kamu adik mba, dan lihat lah Ibu, nenek tua itu bahkan sekarng sudah terlihat sehat dan bahagia, dia bahagia setelah kehadiran kamu di hidup nya, dan bagi mba, tak ada yang lebih berharga dari pada senyum bahagia Ibu, terimalah apapun yang kami berikan pada mu, jangan buat raut bahagia di wajah ibu menghilang, karna kecewa dengan kamu yang terus terusan menolak nya" Mba Megy kembali membujuk anak gadis itu agar ia tak lagi menolak apapun yang Ibu nya dan ia berikan untuk Tami,
Tentu saja Tami menolak bukan tanpa alasan, dirinya hanya merasa tidak pantas mendapat semua ini, dengan tinggal di rumah yang bak istana dengan kerja nya yang hanya Menemani keseharian Oma Merlyn yang bahkan sama sekali tak merepotkan nya, karna untuk beberapa hal, seperti bersih bersih, biasa nya Oma akan meminta bantuan Bi sum meski sudah seringkali Tami menawarkan dirinya untuk membantu, namun Oma selalu menolak nya, dengan alasan untuk hal itu dirinya lebih merasa nyaman dengan bi Sum, dan tentu saja Tami tak dapat memaksa nya.
Tami yang mendengar ucapan Mba Megy tentu merasa tak enak hati,
" Baiklah Mba, mulai sekarang Tami akan menerima apapun yang Mba dan Oma kasih ke Tami, maaf ya, kalu selama ini, sikap Tami mengecewakan kalian"
ucap Tami penuh rasa sesal
" nggak papa, kamu tidak salah, tidak perlu meminta maaf, hanya saja mulai sekarang berusahalah menerima semuanya, ingat bahwa kamu bukan orang lain, kamu bahkan tidak pernah meminta apapun pada kami, tapi kami sendiri yang mau memberikan ini sama kamu, ini hanyalah sebagian kecil dari bentuk rasa sayang kami sama kamu, jandi jangan pernah beranggapan bahwa kamu tidak pantas, jangan seperti itu, kamu pantas mendapatkan nya, kamu berhak menerima dan mendapatkan ini semua, kamu adik mba, kamu keluarga mba. Kamu faham kan? "
" iya mba, maafin Tami, dan Trimakasih untuk semua kasih sayang kalian yang begitu besar " ucap Tami tulus,
__ADS_1
" sudah ya, sekarang kamu siap siap, tadi ibu berpesan menyuruh mu bersiap. kali ini ia akan mengajak mu jalan jalan, tapi maaf, setelah ini mba akan pergi ke Bandung, untuk meninjau proyek cabang baru, jadi maaf ya, Mba tidak bisa ikut, lain kali kita akan liburan bersama !" Mba Megy beranjak lalu mengusap pucuk kepala Tami dengan lembut, menatap gadis yang sudah remaja ini dengan tersenyum ,
" dan jangan lupa pakai lah pakaian dan barang yang Ibu belikan untuk mu, buat dia terus tertawa " katanya sebelum berlalu, Tami tersenyum sambil mengangguk, menatap kepergian Mba Megy yang sudah seperti kakak kandung nya sendiri, mencintai tanpa syarat memberikan perhatian tanpa diminta, juga mencintai dengan setulus hati.
Setelah beberapa saat bersiap, kini Tami sudah sangat terlihat cantik, wajah nya yang putih bersih dengan senyuman manis yang selalu ia tebarkan, sikap ramah dan sopan semakin menambah kesan kesempurnaan pada gadis manis itu. Ia pun menghampiri Oma Merlyn yang terlihat sudah menunggunya di teras depan, disana juga sudah bersiap pak Ahmad yang akan menemani mereka jalan jalan hari ini,
" Oh, sayang, kamu memang sangat menawan, cucu Oma memang paling cantik !" Oma merlyn yang melihat Tami berjalan menghampiri nya, dengan tak sabar memuji kecantikan Tami yang sudah di anggap cucu oleh nya,
agak membingungkan memang, Oma merlyn menganggap Tami sebagai cucu perempuan nya, maklum saja karna ia hanya punya satu orang cucu laki laki yang bahkan ia sangat jauh dan tak tinggal bersama nya, sedangkan Mba Megy menganggap Tami sebagai adik nya, tapi ya sudahlah terserah mereka menganggapnya sebagai apa walaupun kesan nya memang kurang nyambung, toh Tami tak pernah mempermasalahkan nya, baginya,hidup berada di lingkungan orang orang baik dan begitu sayang pada nya saja, dia sudah sangat bersyukur.
" Maaf Oma, Oma nunggu nya kelamaan ya !"
mereka pun masuk kedalam mobil yang sudah pak Ahmad siapkan, Oma dibantu pak Ahmad memasuki mobil, kursi roda yang akan menemani perjalanan majikan nya ini pak ahmad simpan dibagasi mobil.
" Oma kita mau jalan jalan kemana?!"
" Kamu mau nya kita kemana sayang, ..? Apa kamu mau pergi ke suatu tempat?!"
" emmm... Tami belum banyak tau tempat tempat rekreasi yang bagus disini oma, bagai mana kalau kita ke Taman Langsat, tempat nya kaya' nya enak buat ngadem dan jalan jalan," Tami kemudian memperlihat kan layar handphone yang masih menyala menampilkan gambar sebuah taman, ke arah Oma merlyn yang duduk di samping nya
" baiklah, Oma juga sudah lama tidak jalan jalan kesana, kita ke Taman Langsat ya pak Ahmad "
__ADS_1
" baik bu !" Pak ahmad menjawab dibalik kemudi sambil tetap fokus ke arah jalanan
Taman Langsat merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang terletak di jakarta selatan, jarak nya lumayan tidak terlalu jauh dari kediaman Oma Merlyn, hanya dengan menempuh perjalanan kurang lebih satu jam saja untuk sampai kesana.
Sebelum dijadikan sebagai taman ruang terbuka hijau, taman langsat sebelum nya adalah tempat penampungan bibit tanaman. Setelah di revitalisasi, taman ini sekarang sudah di lengkapi dengan berbagai macam fasilitas umum, seperti jalur untuk jogging, danau mini, taman teratai arena bermain anak, lapangan tenis dan lain lain.
SKIP
Setibanya di Taman, Tami dengan setia nya mendorong kursi roda Oma Merlyn mereka berjalan jalan di sekitar danau mini buatan sambil sesekali bercerita bercanda ria, bahkan mba Megy sempat melakukan Vidio call beberapa waktu lalu, tak ingin melewatkan acara jalan jalan adik dan Ibu nya kali ini, meski secara virtual katanya.
" Sayang, kenapa kamu memilih jalan jalan ke tempat seperti ini, bukan nya anak anak muda lebih suka pergi ke tempat tempat yang lebih modern, ke mall, atau ke tempat tempat yang lagi booming di internet, Oma sering lihat tongkrongan anak anak muda jaman sekarang memang sangat marak di beritakan "
" Tami lebih suka ke tempat seperti ini oma, tempat nya masih asri dan enak buat ngadem, ternyata ya di kota besar seperti ini masih ada tempat tempat ruang terbuka hijau seperti ini, "
" masih banyak ko' tempat seperti ini sayang, lain kali kita coba ke tempat lain. oya, sini maju deket oma, kita belum ambil foto d tempat ini " Oma menyalakan layar handphone nya membuka aplikasi kamera disana.
Tami pun mendekat ke arah Oma Merlyn dan sedikit menejajarkan tinggi badan nya dengan Oma, disana beberapa foto oma dapat kan, bahkan Oma mengirim foto itu dengan sengaja ke Megy dan juga cucu nya, ia hanya ingin tau tanggapan dari ke dua orang kesayangan nya ini,
Tak hanya itu, Oma juga dengan tanpa sepengetahuan Tami, sengaja megambil beberapa potret gadis manis itu saat dirinya berlari kecil di pinggir danau, juga Tami yang sedang duduk di bangku Taman dibawah pohon yang rindang saat mereka berteduh, juga saat Tami berjalan menghampiri nya sesaat setelah ia diminta untuk membeli beberapa makanan dan minum untuk menemani mereka bersantai siang itu,
Entah apa maksud Oma melakukan semua itu, tapi satu yang pasti, ada satu niat terfikirkan di benak nya saat baru pertama kali mengenal gadis itu, dan dirinya merasa sangat yakin, pilihan nya kali ini tidak mungkin salah. Tami adalah gadis yang sangat tepat.
__ADS_1