TAKUT SENDIRI

TAKUT SENDIRI
SALAH PAHAM


__ADS_3

Syailendra mondar-mandir di lobi.Sesekali matanya melihat jam yang ada di tangannya.Fix...sudah 15 menit dia seperti orang gila.Menunggu Sekretarisnya yang tak juga datang.Haruskah selama ini dia ke toilet?Nesya saja tak pernah ke toilet selama ini,paling lama 5 menit.Ais...Nesya lagi kan yang dipikirin.


Dengan tak sabaran,Sailendra mengambil hp dan menghubungi Sekretarisnya.


Tut....tut....


"Sial!Ngapain aja sih dia,"geram Syailendra yang tak juga mendapat jawaban.


Syailendra memasukkan hpnya kembali dengan kasar.Kesabarannya benar-benar terkuras hari ini.Dari pagi sampai siang entah sudah berapa kesalahan yang dilakukan Sekretarisnya.Tak ada kerjaan yang beres.Semua berantakan sehingga Syailendra harus mengerjakan kerjaannya sendiri.


"Oh...my God.Beginikah hidupku tanpa Nesya?Berantakan?"batin Syailendra.


Hidup Syailendra memang seolah-olah bergantung pada Nesya.Dari urusan makan,baju,jadwal keseharian hingga hal-hal kecil lainnya Nesya yang urus.Tak mengherankan jika Syailendara kalang kabut jika tak ada Nesya.


"Ayuk Pak."Meylani sudah berdiri di depannya dengan senyum lebar.


Syailendra menatap tajam Meylani."Haruskah selama itu saya menunggu kamu?"tanya Syailendra ambigu.


Meylani mengeryitkan dahi.Senyumnya semakin lebar begitu pemahamannya muncul."Kenapa Bapak tidak bilang dari awal?Tahu begitu Bapak gak perlu nungguin saya,"jawab Meylani dengan nada lembut.


"Haruskah saya bilang?"tanya Syailendra sambil melotot tajam.


"Jelas dong Pak.Saya kan orangnya gak peka jadi gak tahu kalau Bapak kasih kode buat saya."

__ADS_1


"Kode?"Kini giliran Syailendra yang bingung.


"Jadi bapak kasih cuti Mb Nesya gara-gara saya ya?Biar bisa dekat dengan saya?Uh...so sweet banget sih Bapak."Mata Meylani berbinar-binar karena merasa senang.


"Kamu ngomong apa sih?"tanya Syailendra semakin bingung.


"Bapak ternyata orangnya romantis ya?Saya baru tahu sekarang lo."


"Mey...lani!Kamu benar-benar ya!"geram Syailendra.Mukanya merah padam menahan emosi.


"Bapak gak usah malu gitu dong.Bilang aja pasti saya terima kok,"kata Meylani yang salah membaca ekspresi muka Syailendra.


"Heh!"bentak Syailendra tak sabaran."Dari tadi kamu ngomong apa sih?kode?romantis?apaan coba!"


"Gak pernah,"jawab Syailendra ketus.


"Wow!Serius?"pekik Meylani girang sendiri.


"Cewek itu ribet,matre,mau menang sendiri.Saya malas berurusan dengan mereka."Entah kenapa Syailendra jadi curcol(curhat colongan) sama Meylani.


Meylani terkikik geli."Cewek memang seperti itu Pak.Saya pun juga seperti itu.Tapi untunglah jika itu tak Bapak permasalahkan."


"Kenapa saya harus mempersalahkan?Terserah kamu mau bagaimana,saya tak peduli."

__ADS_1


"Terima kasih loh Pak.Bapak mau mengerti saya.Entah setan darimana,Meylani berani mendekati Syailendra dan bergeyut di lengan Syailendra.


Syailendra terkesiap kaget."Apa yang kamu lakukan ha!"bentak Syailendra sambil menghempaskan tangan Meylani kasar.


Brukk...


"Aww!"pekik Meylani yang sudah jatuh terduduk di lantai.


"Jangan kurang ajar kamu!"


Kesabaran Syailendra sudah habis.Ingin rasanya dia menampar wajah sok cantik Meylani.Bagaimana bisa Sekretarisnya itu menggodanya.Meskipun dia tak pernah pacaran bukan berarti dia sembarangan memilih cewek.Matanya masih sehat,dia bisa melihat mana cewek baik dan tidak.


"Ma...maaf Pak."Meylani menunduk takut.


Syailendra jongkok di depan Meylani."Apa yang ada dalam kepalamu ini hmm?"desis Syailendra yang mulai memancarkan aura menyeramkan.


"Sa...saya ki...kira ba...."


"Ngomong yang jelas!"Syailendra tak sabaran.


"Sa...saya kira Bapak jatuh cinta sama saya,"cicit Meylani tanpa berani mendongakkan kepala.


"BODOH!"Syailendra mengusap wajahnya.Frustasi menghadapi Sekretaris ke 2 nya ini."Oh...Nesya tolonglah."Tuh kan lagi-lagi Nesya yang disebut.

__ADS_1


😢😢😢


__ADS_2