TAKUT SENDIRI

TAKUT SENDIRI
BOS ANEH


__ADS_3

"Ughh.."Nesya menggeliat.Otot punggungnya terasa kaku karena semalam tertidur dalam posisi duduk.


Nesya membuka mata perlahan kemudian senyum getir kembali terbit."Tak ada yang peduli lagi.Aku benar-benar sendiri saat ini."gumam Nesya lirih.


"Ayah,Bunda,Nesya kangen."Nesya menggigit bibir bawahnya menahan tangis.


Sesak itu datang lagi.Semakin hari semakin terasa menyakitkan.Nesya memukul-mukul dadanya diikuti butiran air mata yang jatuh."Kenapa takdirku seperti ini Ya Tuhan.Kenapa Engkau pisahkan keluarga kami."


Kring....kring....


Tiba-tiba hp Nesya berbunyi nyaring.Nesya buru-buru mencari hp di tasnya.Begitu ketemu dia segera menggeser tanda hijau.


"Ha..."


"Kamu dimana?"potong Bos dengan nada datar.


"Sa...saya..."


"Temui saya di kantor.SEKARANG!!"perintah Bos telak.


"I...iya."Nesya mematikan telepon dan menghela napas panjang.Kerjaan telah menanti di depan mata.Tak ada lagi waktu untuk meruntuki nasib.


Segera Nesya bangkit dan bersiap-siap.Tak butuh waktu lama,Nesya sudah siap dengan setelan kantor dan tas di tangan.


Begitu membuka pintu rumah alangkah terkejutnya Nesya. Mobil Bosnya sudah terparkir di depan rumah.Setengah berlari,Nesya menghampiri mobil itu.


Tok...tok..Nesya mengetok kaca mobil.Perlahan kaca turun ke bawah dan menampakkan Bos yang tengah memegang setir.


"Cepat masuk!"perintah Bos tanpa mengalihkan pandangan ke depan.

__ADS_1


Nesya hanya bisa menurut tanpa mengucapkan apapun.


"Pakai seatbelt nya!"kata Bos lagi.


Mobil mulai bergerak begitu Nesya selesai memasang seatbelt.Di perjalanan mereka berdua hanya diam.Bos yang fokus dengan menyetir.Nesya yang sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Turun!"perintah Bos membuyarkan lamunan Nesya.


"Lho kok ke sini?"tanya Nesya bingung karena Bos membawanya ke rumah mama Bos.


"Mama ingin ketemu."Bos membuka pintu mobil dan melenggang masuk.


"Dasar Bos aneh."Nesya pun ikut turun dan mengekori Bosnya.


Bos terus berjalan hingga sampai taman belakang."Ma,"panggil Bos sambil menghampiri mamanya.


"Lagi ngapain ma?"tanya Bos sambil mencium tangan mamanya.


"Lagi lihat-lihat bunga sayang.Mama bosan gak ada kerjaan di rumah."


"Hallo nak apa kabar?"sapa mama bos begitu Nesya duduk di samping kirinya.


Nesya menarik senyum lebar."Baik tante.Tante baik juga kan?"


"Alhamdulillah baik nak,cuma agak kesepian akhir-akhir ini.Suami tante lagi ke luar kota soalnya,"jelas mama Bos.


"Biasanya juga senang ditinggal papa.Bisa shoping sepuasnya,"cibir Bos ikut duduk di samping kanan mamanya.


"He...he...kasian anak mama ntar tagihannya menggunung lagi."Mama Bos terkekeh geli mengingat bulan lalu anaknya ngomel-ngomel karena harus membayar tagihan yang menggunung.

__ADS_1


"Mama sih keterlaluan.Dikira cari uang gampang apa.Lihat tas branded beli,lihat sepatu ok hayu,lihat berlian keren ambil.Mama enak tinggal gesek lah aku?Hemm...kerja keras banting tulang,"omel Bos yang terlihat lucu di mata Nesya.


"Nyenengin mama gak ada salahnya sayang.Buat apa juga kamu kerja kalau bukan buat nyenengin mama."


"Buat masa depan aku kali ma,"protes Bos tak terima.


"Masa depan yang gimana?"


"Ya buat nikah lah.


"Wow...."Mama Bos terbelalak kaget."Mana calonnya?"tanya mama bos meremehkan.


Bos menggaruk tengkuknya salah tingkah."He...he...ini lagi proses ma."


"Proses buat ngelamar dia?"tanya mama Bos penasaran.


Bos menggeleng samar sambil menampakkan wajah konyol."proses PDKT ma."


"Ya Allah!"Mama Bos memukul kepala Bos gemas."Kamu ya,sudah tua juga masih aja cupu.Apa susahnya sih cari pacar.Kamu tu ganteng,kaya,baik masak gak ada satu pun cewek yang mau sama kamu."


Bos menggeleng sambil mencebikkan bibirnya.


"Mama gak mau tahu.Bulan depan kamu bawa cewek yang katanya lagi kamu PDKT in itu.Selanjutnya biar mama yang urus."


"Tapi ma..."


"Gak ada tapi-tapian."final mama Bos."Nesya tolong kamu bantu Bos cupumu itu."


"I..iya.")

__ADS_1


__ADS_2