TAKUT SENDIRI

TAKUT SENDIRI
URING-URINGAN


__ADS_3

Tok...tok....


Terdengar suara pintu diketuk dari luar.


Penghuni kamar masih saja tak bergeming.Matanya masih saja tertutup,tak terganggu sama sekali dengan suara-suara di luar.


"Syailendra sayang!"lagi-lagi suara itu mencoba membangunkan Syailendra.


Tok...tok...ceklek...


Pintu terbuka dan menampilkan sosok Mama Syailendra."Ya ampun sayang!Jam berapa ini?"teriak Mama Syailendra sambil menyingkap selimut yang menutupi tubuh Syailendra.


"Hemm,"gumam Syailendra enggan untuk membuka mata.


"Ayo bangun!"


"Masih ngantuk."


"Bos macam apa kamu jam segini belum sampai di kantor?Bos itu harusnya memberi contoh untuk karyawannya,bukannya malah telat seperti ini,"omel Mama Syailendra sambil menggoyang-goyangkan badan Syailendra agar terbangun.


"Ih...iya-iya."


"Jangan iya-iya doang.Buka matanya!"bentak Mama Syailendra yang berubah jadi galak.


Syailendra mengerjapkan matanya.Perlahan dia membuka mata dan tampaklah sosok cinta pertamanya.Siapa lagi kalau bukan Mamanya tersayang."Lho kok Mama di sini?"tanya Syailendra yang baru berhasil mengumpulkan nyawanya.


"Ya iyalah di sini."

__ADS_1


"Kapan Mama datangnya?Kok gak kasih tahu aku kalau mau kesini?"


"Emang gak boleh Mama kesini?"tanya Mama sewot.


"Ya bolehlah Ma.Seenggaknya kalau Mama ngomong mau ke sini aku bakalan suruh sopir buat jemput Mama."


"Kenapa bukan kamu saja yang jemput Mama?"Mama Syailendra mendengus kesal.


"Aku kan sibuk Ma.hehe...."Syailendra cengengesan.


"Ya...ya...ya."Mama memutar matanya malas."Sudah sana mandi.Mama mau siapin sarapan buat kamu."


"Iya Ma."Syailendra bangkit dari ranjang dan siap-siap untuk berangkat kerja.


😁😁😁


"Ini mau ada pesta apa gimana Ma?"tanya Syailendra heran.


"Sesekali boleh dong Mama manjain anak Mama.Dah lama juga kan kita gak makan bareng kayak gini?"jawab Mama sambil menyunggingkan senyum lebar.


"Lama apaan?Baru kemarin kita makan bareng,setiap minggu juga kita makan bareng,"kata Syailendra merasa ada udang dibalik batu dengan sikap Mamanya.


"Hehe...iya ya,tapi ini kan beda.Ini di apartemen kamu lo bukan di rumah Mama."Mama menggaruk rambutnya salah tingkah.


"Sama aja kali Ma,sama-sama makan bareng ini."


"Bedalah sayang.Suasananya kalau di sini kan jauh lebih indah.Lihat noh."Mama menunjuk pada balkon apartemen Syailendra.

__ADS_1


"Serah Mama deh."Syailendra mulai menyendok makanannya.


"Enak gak?"tanya Mama penasaran


"Enak."


"Syukur deh kalau enak jadi kan gak malu-maluin kalau mau kasih ini ke Nesya."


"Uhuk...uhuk."Syailendra tersedak seketika begitu nama Nesya disebut.


"Eh..eh pelan-pelan sayang."Mama menyodorkan air putih pada Syailendra.


"Makasih Ma."Syailendra berucap begitu merasa baikan.


"Makanya makan itu dinikmati bukannya terburu-buru,"nasehat Mamanya.


"Mama sih ngagetin aja.Bawa-bawa nama Nesya lagi."


"Emang kenapa?Gak suka Mama sebut-sebut nama Nesya?"Mama Syailendra mulai darah tinggi lagi.


"Iya..iya Ma.Emosi terus deh bawaannya dari kemarin."


"Kamu sih bikin emosi terus."


"Salah lagi Ya Allah."Syailendra mengelus dadanya mencoba bersabar menghadapi sikap Mamanya yang dari kemarin uring-uringan terus.Kecewa mungkin karena keinginannya untuk menjadikan Nesya anak tak terpenuhi.Tapi mau bagaimana lagi,Syailendra memang tak bisa.


"Maaf Ma."

__ADS_1


😁😁😁


__ADS_2