
Syailendra mendengus kesal.Paginya benar-benar rusak hari ini.Bagaimana tidak,Mamanya tersayang terus saja mengomel tak jelas.Ada saja hal yang membuatnya mengomel.Entah itu gara-gara Syailendra tak bangun pagi lah,kamar Syailendra yang berantakanlah,Syailendra ini Syailendra itu.Ya Allah...ada-ada saja Mamanya ini.
Untung dia bisa secepatnya melarikan diri dari rumah.Lebih baik dia segera ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk di mejanya.
Syailendra menyambar satu berkas dan mulai larut dalam pekerjaannya.Meneliti satu persatu angka,memastikan tak ada yang salah dengan laporan karyawannya.Namun,baru setengah jalan Syailendra merasa ada kejanggalan.Syailendra meraih ganggang telpon untuk menghubungi Sekretarisnya.
"Hallo,dengan sekretaris Meylani di sini."
"Mana Nesya?"tanya Syailendra dingin.
"Ma...maaf Pak,Mbak Nesya belum datang,"jawab Meylani gugup.
"Jam segini belum datang?"tanya Syailendra dengan suara meninggi.
"I..iya Pak."
"Hubungi Nesya,suruh secepatnya sampai kantor."
"I...iya Pak."
Beberapa menit kemudian telpon berbunyi.
"Hem..."
"Ma...maaf Pak,mbak Nesya tidak bisa dihubungi,"kata Meylani lirih.
"Tidak bisa dihubungi bagaimana?"tanya Syailendra tak sabaran.
__ADS_1
"Hpnya tidak aktif Pak."
"Telepon rumah?"
"Tidak diangkat Pak.Sudah tiga kali saya telepon tapi tetap..."
Klik...sambungan ditutup begitu saja sebelum Meylani menyelesaikan ucapannya.
"Kemana sih kamu Nes?"Syailendra mengacak rambutnya frustasi.Bagaimana bisa dia menyelesaikan setumpuk pekerjaan ini kalau tak ada Nesya.
Syailendra meraih kunci mobil dan bergegas keluar.Dia harus mencari Nesya dan membawanya ke kantor.Sudah cukup dua hari ini kerjaannya berantakan,dia tak mau perusahaan ini bangkrut mendadak karena ulah Nesya.
😈😈😈
Mobil Syailendra berhenti tepat di depan rumah Nesya.Bergegas dia keluar mobil dan mengetuk pintu rumah.
Tok...tok....
"Nes!"teriak Syailendra sambil terus mengetuk pintu.
"Nes,ini saya!.Tolong buka pintunya!"
Namun lagi-lagi tak ada jawaban.Syailendra mengedarkan pandangan kesekeliling rumah.Dia tak melihat mobil Nesya yang biasanya terparkir di garasi."Mungkinkah dia pergi?"batin Syailendra.
😂😂😂
Syailendra kembali ke kantor dengan langkah gontai.Penampilannya pun berantakan,jauh dari kata Syailendra yang biasanya berpenampilan rapi.Para karyawan dibuat terheran-heran dengan Bosnya ini."Apa gerangan yang sudah terjadi pada Bosnya?Segitu beratkah masalah Bos hingga terlihat begitu kacau hari ini?"Pertanyaan-pertanyaan itu yang ada di kepala para karyawan yang hanya bisa mereka simpan dalam hati.
__ADS_1
"Kamu ke ruangan saya,"perintah Syailendra begitu sampai di depan meja Meylani.
"Ba...baik Pak."
Meylani mengambil nafas dalam kemudian mengeluarkan secara perlahan.Dilakukan beberapa kali hingga dia merasa tenang."Ok...semangat!"Meylani mencoba menyakinkan hatinya sendiri.Dia bergegas menyusul Syailendra ke ruangannya.
Tok...tok....
"Masuk!"
Meylani membuka pintu hati-hati kemudian berjalan di depan meja Bos Syailendra
"Ada yang bisa dibantu Pak?"tanya Meylani takut-takut.
"Silahkan duduk."Meylani pun menurut.
Syailendra masih saja diam.Dia menatap ke arah Meylani tajam, membuat yang ditatap takut.Meylani menundukkan kepala sambil membaca doa-doa.Berharap Allah membantunya lepas dari situasi seperti ini.
"A...ada ap..apa Pak?"tanya Meylani dengan nada takut-takut.
"Bolehkah saya bertanya sesuatu?"tanya Syailendra.
"Boleh Pak."
"Yang bersifat pribadi?"
"Boleh Pak."
__ADS_1
"Saya mau ke jujuran Anda kali ini.Apakah Anda.....: