TAKUT SENDIRI

TAKUT SENDIRI
BUNDA KEPO


__ADS_3

Sinarnya mulai terlihat.Menembus langit,menyinari dunia yang tadinya gelap.Tanda-tanda kehidupan mulai tampak.Bergerak seiring waktu yang terus berjalan.


Pagi ini indah,begitu yang ada dipikiran Syailendra.Bagaimana tidak,di kamarnya sekarang telah ada dewi kehidupannya.Cantik dan berkilau di matanya.Mampu menghipnotis dirinya hingga tak berpaling ke arah yang lain.


Entah apa yang dirasakan olehnya.Mungkinkah itu cinta?Tapi tidak dia tak mungkin jatuh cinta.Mungkin ini hanya perasaan simpati saja.Simpati karena cewek ini berhasil menghadapi sifat dingin dan keras kepalanya.Simpati karena cewek ini mampu bertahan lama berada di sisinya.Tak hanya dia yang merasakan itu.Bundanya pun juga sama.Bunda begitu menyayanginya bahkan di awal pertemuan mereka.


💚💚💚


*Flashback semalam


"Ya ampun nak,apa yang terjadi?"pekik Bunda melihat Syailendra membopong tubuh Nesya.


"Gak pa-pa Bun.Nesya cuma ketiduran di mobil saja,"balas Syailendra sambil bergegas naik tangga.


"Kok wajahnya pucat gitu?"Bunda mengekori langkah putranya.Merasa ada yang tidak beres dengan Nesya.


Syailendra membuka pintu kamar dan segera meletakkan Nesya secara perlahan di kasur.Dipandanginya wajah Nesya yang memang terlihat pucat.Sebersit rasa bersalah menyelimuti hatinya.Pasti Nesya lelah seharian ini.


"Nesya kenapa?"tanya Bunda mengagetkan.

__ADS_1


"Eh Bun."Syailendra terlonjak kaget."Gak pa-pa kok,mungkin kelelahan."


"Memang dia habis ngapain?"tanya Bunda kini mulai memasang wajah menyelidik.


Syailendra tersenyum kikuk."E...abis bolak-balik dari Bali."


"Ngapain ke Bali?Bosnya aja enak-enakkan di rumah."sindir Bunda yang memang melihat anaknya itu sehari ini hanya luntang-lantung di rumah.


"Dia liburan Bun."


"Tumben kamu kasih cuti."Bunda hapal betul dengan sifat Syailendra yang susah dimintai cuti karyawannya.Buang-buang waktu katanya.Mending kerja dan menghasilkan uang."Berapa hari kamu kasih dia cuti?"


Syailendra mulai menuruni tangga masih dengan Bunda yang masih membuntutinya.Alamat panjang ini urusannya.Karena baru pertama kali Syailendra membawa cewek ke rumahnya dengan keadaan seperti itu.


Syailendra menghempaskan tubuhnya di sofa ruang keluarga.Bundanya mengikuti duduk di sampingnya."Apaan sih Bun?"Syailendra mulai tak nyaman.


"Kamu apakan Nesya?"tanya Bunda balik ke pokok pembicaraan.


"Aku gak ngapa-ngapain dia Bunda.."Syailendara mencoba menyakinkan.

__ADS_1


"Kok dia sampai kelelahan seperti itu?Pasti ada yang kamu sembunyikan dari Bunda."


"Ya ampun Bunda.Serius aku nggak ngapa-ngapain dia."Syailendra greget sendiri karena Bundanya tak juga percaya.


"Kamu main ena-ena ya sama dia?"


Syailendra membelalakkan matanya.Kaget bagaimana bisa kata itu meluncur dari bibir manis Bundanya.Ya Allah virus mesum dari mana ini.Pasti ayahnya yang telah meracuni otak Bundanya.


"Ya gak mungkinlah.Bunda tahu sendiri seharian aku di rumah terus."


"Iya juga ya."Bunda menggaruk kepalanya yang mungkin berkutu.(hhe...ya gak mungkinlah.Masak orang kaya pelihara kutu.Gak elit banget )


"Trus kenapa dong?"tanya Bundanya yang masih aja penasaran.


Syailendra mendengus kesal.Dia harus mengakhiri kekepoan Bunda jika ingin segera mengistirahatkan tubuhnya."Nesya itu kecapekkan gara-gara seharian ini aku suruh bolak -balik dari Jakarta-Bali-Jakarta lagi."


"Kamu gila?"


❤❤❤*

__ADS_1


__ADS_2