TAKUT SENDIRI

TAKUT SENDIRI
SARAPAN BERHARGA


__ADS_3

"Sini nak,"panggil mama Bos begitu melihat Nesya turun dari lantai atas.


Nesya tersenyum kikuk.Menghampiri Mama Bos kemudian mencium tangannya."Duduk nak,kita sarapan bareng,"kata Mama Bos dengan tersenyum lebar.


Nesya mengangguk dan duduk di sebelah Mama Bos.


"Bagaimana keadaan kamu?Sudah enakkan?"tanya Mama Bos mulai memfokuskan diri pada Nesya.


"Udah tante...eh ma.Terima kasih sudah ijinin saya menginap di sini,"kata Nesya sungkan.Jangan salahkan Nesya jika merasa sungkan karena ini kali pertama dia menginap di rumah cowok,apalagi ini di rumah Bosnya.Dia pun sebenarnya tak tahu mengapa dia ada di sini.Seingatnya kemarin malam dia ada di mobil Bosnya.Dia ketiduran begitu saja karena terlalu lelah.


"Iya sama-sama.Maaf ya karena Syailendra kamu sampai kelelahan seperti ini."


"Gak pa-pa ma.Namanya juga kerja."


"Kerja sih kerja tapi jangan terlalu penurut.Dibantahlah kalau sudah melewati batas,"nasehat Mama Bos yang hanya dianggukin kepala oleh Nesya.


"Atau kamu takut?"tanya Mama Bos menyelidik.


"Hehe..."kekeh Nesya tak berani menjawab.


"Syailendra aja ditakuti.Ni mama kasih tahu ya,Sailendra tu paling takut sama kecoa.Kasih aja dia kecoa kalau macam-macam sama kamu,"kata Mama Bos sampai terkikik geli.

__ADS_1


"Beneran ma?"Mata Nesya berbinar mengetahui rahasia Bosnya.Bisa dipraktekkan ini jika Bosnya macam-macam.


"Heem...cobain deh kalau gak percaya."kata mama Bos antusias.


"Hehe...ntar deh ma kalau darurat."


"Anak mama pintar."Mama Bos mengelus kepala Nesya sayang.Nesya jadi teringat Bundanya kalau sudah begini.


"Bunda Nesya kangen,"batin Nesya lirih.


"Lho kamu kenapa?Ada yang sakit?"panik Mama Bos melihat mata Nesya berkaca-kaca.


"Sayang,sini."Mama Bos menarik tubuh Nesya dalam pelukannya."Kan sekarang sudah ada Mama.Nesya bisa anggap Mama sebagai Bunda ke 2.Mama sayang banget sama Nesya.Nesya tahu kan?"tanya Mama Bos yang dijawab anggukan kepala Nesya.


"Mulai sekarang jangan merasa kalau kamu sendiri di dunia ini.Ada mama,Syailendra dan sahabat-sahabat kamu.Mama yakin kamu kuat meski tak ada lagi Bunda dan Ayah kamu.Kamu mau kan buat mereka bahagia disana? maka berbahagialah kamu disini."


"Makasih Ma."Nesya semakin mengeratkan pelukannya.Merasa senang karena masih ada yang peduli dengannya.Meski tak ada lagi saudara,tak ada Ayah Bunda tapi cukuplah mengisi kekosongan hatinya.


"Ehem!"


Deheman Syailendra membuyarkan momen haru mereka.Dengan enggan Nesya melepaskan pelukannya dan kembali duduk tegak di kursi makan.

__ADS_1


"Eh anak mama udah rapi aja.Ayo sarapan dulu."Mama Bos segera mengambilkan roti dan mengoleskan selai coklat untuk Sailendra.


"Makasih ma."


"Nesya mau selai coklat juga?"tanya Mama Bos.


"Eh biar saya ambil sendiri ma."Nesya merasa tak enak jika harus dilayani.


Mama Bos tersenyum lebar."Tak apa kamu kan juga anak Mama."


Bos Syailendra tampak kaget.Dia menatap Mamanya yang hanya dibalas oleh anggukan kepala Mamanya.Bos terlihat hanya menghela nafas kemudian kembali menikmati sarapannya.


"Ayo Nesya dimakan."Mama Bos meletakkan roti selai coklat di piring Nesya.


"Makasih Ma,"ucap Nesya sungkan.


"Gak usah sungkan,anggap aja di rumah sendiri."


Nesya hanya mengangguk sambil melirik takut ke arah Bosnya.Tapi yang dilirik sama sekali tak bereaksi.Bos Sailendra masih saja fokus dengan sarapannya tanpa peduli sekitar.


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2