
"Ayo cepat,abis ini saya antar pulang.Kerjaan kamu banyak hari ini,"kata Syailendra begitu dia menyelesaikan sarapan.
"Iya Bos."Nesya buru-buru menghabiskan sarapannya.
"Sudah?"tanya Syailendra begitu melihat Nesya menandaskan susunya.
"Sudah Bos."
"Ya sudah ayo."Syailendra bangkit dari kursinya."Ma,aku berangkat ya." Syailendra mencium pipi Mamanya.
"Gak bisa ya kalau hari ini kamu berangkat sendiri?"tanya Mama menatap Syailendra.
Syailendra mengerutkan dahinya."Maksud Mama?"
"Mama ingin ditemani hari ini."
"Syailendra sibuk Ma,"kata Syailendra menjelaskan.
"Bukan sama kamu."
"Terus?"
"Sama Nesya."
"Nesya juga sibuk Ma,"kata Syailendra tanpa meminta pendapat Nesya.
"Sibuk ngapain?Sibuk kamu suruh-suruh?"Mama menatap Syailendra tajam.
"Kan memang kerjaannya bantuin aku Ma.Ya gak salah dong aku suruh-suruh."
"Suruh aja pegawai kamu yang lain.Hari ini Mama mau sama Nesya."Mama masih bersikeras."Sayang,kamu mau kan temani Mama hari ini?"tanya Mama yang sudah memasang wajah memelas pada Nesya.
__ADS_1
"E...terserah Bos saja Ma.Nesya nurut aja,"jawab Nesya sambil melirik Sailendra.
"Tapi ma..."
"Kamu mau Mama pecat jadi anak?"ancam Mama kesal.
"Eh....kok gitu sih Ma."Syailendra kaget mendengar ancaman Mamanya.
"Makanya ijinin."
Syailendra menghela nafas panjang.Untung ini Mama coba kalau orang lain sudah pasti dia terkam habis-habisan.
"Bagaimana?"tanya Mama masih menunggu jawaban.
"Sebahagia Mama aja."
😻😻😻
Syailendra menghempaskan tubuhnya di kursi singgasananya.Dia memandang tumpukan berkas dengan malas.Moodnya benar-benar hancur hari ini.Bagaimana bisa Mamanya mengambil alih penyemangat kerjanya.Bisa-bisa bangkrut perusahaan ini kalau setiap hari begini.
Tak menunggu waktu lama pintu ruangannya diketuk.
"Masuk!"Syailendra sudah memasang wajah datar.
Seorang wanita cantik dengan dandanan menor serta pakaian seksi masuk ke ruangan Syailendra.Ckk...Sailendra berdecak kesal disuguhi pemandangan seperti itu.Dia memutar kursinya hingga membelakangi Sekretarisnya.Dia tak mau matanya ternoda karena cara berpakaian tak senonoh Sekretarisnya.
"He...kamu."
"Saya Bos?"tanya Sekretarisnya lemah lembut.
"Siapa nama kamu?"tanya Sailendra bahkan tak mengingat nama Sekretaris ke 2 nya ini.
__ADS_1
"Saya Meyla Bos,masak lupa sih?"jawab Meyla sok manja.
Sailendra mendengus kesal."Jelas lupalah kalau hanya nama Nesya yang ada di otak saya,"batin Syailendra.
"Bos?"panggil Meyla membuyarkan lamunan Syailendra.
"Apa jadwal saya hari ini?"tanya Sailendra to the poin.
"Jam 10 ada metting dengan Pak Wijaya setelah itu jam 12 ada jadwal makan siang dengan mama Bos.Selebihnya gak ada Bos."
"Makan siang dengan Mama?"
"Iya Bos.Tadi pagi Mama Bos telepon kantor untuk jadwalin makan siang sama beliau."
"Ok.Kamu boleh keluar."kata Syailendra masih membelakangi Sekretarisnya.
"Baik Bos."Meyla membalikkan badannya dan mulai melangkah.Baru beberapa langkah sebuah suara mengintrupsinya untuk berhenti.
"Tunggu!"
"Ada yang bisa saya bantu Bos?"Meyla membalikkan badan menghadap Bos yang sialnya malah membelakangi dirinya.Tak tahu kah Bosnya ini kalau dia sudah dandan habis-habisan sebelum masuk ke ruangan ini.
"Tolong jaga keperawanan mata saya."
"Ha?Maksudnya Bos?"tanya Meyla tak mengerti.
"Mulai besuk berhenti memakai baju kurang bahan seperti itu.Mata saya iritasi melihat tubuh kamu yang gempal itu."
Meyla melongo mendengar hinaan Bosnya."Rabun kali mata Bos.Seksi gini dibilang gempal,"gerutu Meyla yang masih bisa didengar Syailendra.
"Silahkan beranggapan seksi tapi bagi saya kamu itu MURAH."kata Syailendra tajam.
__ADS_1
Meyla mengepalkan tangan menahan emosinya."Dasar Bos kurang ajar,bisa-bisanya dia menghina aku."
"Silahkan keluar."