
Nesya mengedarkan pandangannya begitu kakinya menginjak bandara.Akhirnya setelah beberapa jam perjalanan sampai juga dia di tanah Bali tercinta.
"Welcome to Bali."
Nesya tersenyum lebar merasa ketenangan hidupnya akan datang.Yah...meskipun hanya 2hari,itupun sudah lebih dari cukup.Tak ada lagi perintah Bos yang seenaknya suruh-suruh.Tak ada lagi kerjaan yang menumpuk.Yang ada hanya kata BEBASSS!!!!
Nesya menyeret kopernya keluar Bandara.Menyetop taxi dan segera menuju hotel.Dia sudah lelah dan ingin segera merasakan empuknya kasur.Tidur beberapa jam mungkin cukup sebelum dia mulai menikmati keindahan Bali.
💗💗💗
Kring...kring....
"Hmm.."gumam Nesya yang merasa terganggu dengan suara hp nya.Matanya masih saja terpejam tanpa ada pergerakan sama sekali.Beberapa menit kemudian panggilan mati.
Kring...kring...
Tak sampai semenit mati kembali hp itu berbunyi.Nesya dengan malas menggapai hp nya yang diletakkan di atas nakas.
"Halo."Nesya mengangkat telepon dengan mata terpejam.
"Kamu kemana saja?Lama banget angkat telepon saya?"omel seseorang di seberang sana.
"Ini siapa ya?"tanya Nesya yang masih belum sepenuhnya sadar.
"Ya ampun Nesya!Kamu mau saya PECAT!"balas orang itu dengan nada tinggi.
Seketika mata Nesya terbuka."Ya ampun Bos.Ma...maaf."
"Kamu benar-benar ya."
__ADS_1
"Maaf Bos,saya gak tahu."
"Makanya kalau angkat telepon tu dilihat dulu siapa,bukan seenak jidat maen angkat aja,"omel Bos memulai ceramah.
"Iya Bos maaf."Nesya hanya bisa pasrah mendengar omelan Bos.
"Kamu dimana?"tanya Bos mengubah topik.
"Di hotel Bos."
"Ya sudah cepat pulang."
Eh...Nesya melongo mendengar perintah Bos.Bagaimana bisa Bos nya menyuruhnya pulang,padahal dia baru menginjakkan kaki di sini.
"Maksudnya apa ya Bos?"tanya Nesya was-was.
"KA-MU-PU-LANG."Bos menekan setiap kata supaya jelas.
"Saya butuh kamu Nesya."
"Saya juga butuh liburan Pak."
"Liburan bisa kapan saja.Ini lebih penting dari sekedar liburan kamu."Bos bicara seolah tanpa beban.
Nesya mendengus kesal."Bapak yang konsisten dong.Kemarin kasih saya liburan sekarang suruh saya pulang.Emang saya jin sekali kedip udah sampai sana."
"Saya sudah pesankan tiket pesawat buat nanti sore.Kamu tinggal naik dan sampai kembali ke sini."
"Tapi..."
__ADS_1
"Turuti perintah saya atau silahkan angkat kaki dari perusahaan saya."
Bos kampret.Mau tak mau Nesya menuruti perintah Bosnya.Nasib memang memiliki Bos tak berperasaan.Tapi mau bagaimana lagi dia hanya kacung.Tak punya hak melawan Bos.Harus menuruti semua mau Bos jika tak mau di pecat dan hidupnya semakin menderita.
💝💝💝
"Ditekuk mulu tuh muka."Sela tiba-tiba sudah duduk di depan Nesya.
"Sebel gue."Nesya menyeruput sedikit kopinya.
"Kenapa?Lo datang ke sini bukannya buat seneng-seneng ya?"
"Niat awalnya sih begitu,"jawab Nesya lemas."Tapi gagal."
Sela mengeryitkan dahinya."Maksudnya?"
"Dua jam lagi gue harus terbang lagi.Bos minta gue balik."
"What!"Sela terperangah kaget."Bagaimana bisa?Lo aja baru sampai beberapa jam yang lalu sekarang sudah disuruh balik lagi.Bos lo itu udah gila kali ya?"Sela ikut kesal mendengar curhatan Nesya.
"Emang dia gila."Mata Nesya berkaca-kaca.Sedih,kesal,kecewa karena planingnya gagal.
"Ckk...udahlah jangan sedih gitu."Sela mengusap bahu Nesya.
"Padahal gue ke sini pengen seneng-seneng bareng lo.Lo tahu kan di sana gue hidup sendiri.Gue tu selalu merasa kesepian."
"Iya gue tahu.Maaf ya gak bisa jadi sahabat yang sempurna buat lo.Gak bisa menemani lo di sana."Sela menarik Nesya dalam pelukannya.Sela merasa gagal menjadi sahabat Nesya.Dia tak bisa menemani Nesya di saat-saat kehancurannya.
Sela sudah bukan lagi cewek single.Dia sudah menikah dengan cowok Bali dan menetap di sini.Dia juga sedang hamil muda.Kondisi tubuhnya bisa dibilang tidak baik.Dia sering muntah dan pusing.Bahkan sempat pingsan dan masuk Rumah Sakit.
__ADS_1
Nesya pun mengerti akan kondisi sahabatnya.Makanya dia menyempatkan datang ke Bali untuk menengok sahabatnya sekalian untuk menghibur dirinya sendiri.Tapi apa daya semuanya GAGAL!!!
😢😢😢