
BRAKK!!
Pintu ruangan Syailendra terbanting keras.Seorang lelaki tinggi besar muncul dan berdiri di ambang pintu.Wajahnya merah padam siap meluapkan emosi yang dari tadi ditahannya.
"Ma...maaf Pak,orang ini memaksa untuk masuk."Suara Meylani terdengar namun tubuhnya tertutup oleh orang itu.
"Kembali kerja,biar saya urus orang tak tahu sopan santun ini."
"Ba...baik Pak."
Syailendra bangkit dari duduknya.Menghampiri orang itu hingga jarak mereka lumayan dekat.Mereka berdua saling menatap tajam.Aura permusuhan begitu terasa diantara mereka.Entah apa yang mereka ributkan,Syailendra pun tak mengerti.Dia merasa belum pernah mengenal orang ini.
"Siapa Anda?"tanya Syailendra mulai membuka suara.
"Rio,"jawab orang bernama Rio singkat.
"Ada urusan apa ke sini?Saya merasa tak pernah kenal dengan Anda."
"Dimana Nesya!?Dimana Anda sembunyikan Nesya!?"kata Rio mencoba bersabar.
"Nesya?"Syailendra mengerutkan kening,tak mengerti maksud Rio.
"Anda tuli?saya cari Nesya.Dimana Anda sembunyikan Nesya?"Rio mulai tak sabaran.
__ADS_1
"Mana saya tahu Nesya dimana.Dia hanya Sekretaris saya bukan ISTRI saya.Anda salah jika bertanya kepada saya.Silahkan tanya kelurganya."
"Dia tak punya keluarga!"bentak Rio dengan suara meninggi.
Deg...hati Syailendra mencelos mengingat Nesya sudah tak mempunyai keluarga.Ayah dan Bundanya sudah tiada meninggalkan dirinya sendiri di dunia ini.Pasti selama ini dia kesepian.
"Dimana Nesya!"bentak Rio lagi membuyarkan lamunan Syailendra.
"Maaf saya tidak tahu."
"Pembohong!"
"Saya tidak bohong!"teriak Syailendra mulai hilang kesabaran.
"Bagaimana saya bisa percaya.Jelas-jelas sebelumnya dia menginap di rumah Anda,"kata Rio masih kekeh.
"Saya tahu semua menyangkut Nesya,"jawab Rio bangga.
rrZlfr om
Hati Syailendra tera😑😀sa perih,seperti ada sesuatu f😦rravtyang menggores hatinya.Mungkinkah orang ini kekasih Nesya?Kenapa dia sampai melewati hal penting seperti ini.
"Saya salah satu orang terdekat Nesya,"Rio melanjutkan.
__ADS_1
"Kemarin saya sudah mengantarkan Nesya pulang.Setelah itu saya tak tahu dia kemana lagi."Syailendra mencoba menjelaskan.
Rio memicingkan matanya."Apa terjadi sesuatu?"Rio merasa curiga dengan alasan kenapa Nesya bisa hilang begitu saja.
Syailendra terdiam.Enggan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.Mungkinkah itu alasan dibalik hilangnya Nesya.Sebegitu besarkah rasa kecewa Nesya karena penolakannya?Syailendra benar-benar merasa bersalah.Bagaimana dia akan menebus kesalahannya ini.
"Jangan bengong aja!****!"Rio benar-benar dibuat frustasi.
"Saya tidak tahu."
"Apa yang lo tahu.BRENGSxxx!"
Dukk....
Rio sudah kehilangan kesabaran.Dia menonjok pipi Syailendra keras.Tubuh Syailendra seketika terhuyung ke belakang,kemudian jatuh begitu saja ke lantai.
Rio menghampiri tubuh Syailendra.Dia berjongkok kemudian mencengkram kerah baju Syailendra."Apa yang lo sembunyikan dari gue.Jawab!"
Syailendra menggeleng lemah.
"BRENGSXxx"umpat Rio dilanjutkan beberapa pukulan di wajah Syailendra.Syailendra tak membalas.Dia hanya pasrah menerima hukuman ini.Salahkan dia jika sampai Nesya kenapa-napa.Syailendra memang sumber masalah.
Satu pukulan,dua pukulan dan entah sudah berapa kali tangan kasar itu mendarat di wajah Syailendra.Syailendra iklas.Dia tak mengeluh sama sekali atas rasa sakit ini.Dia sadar kalau rasa sakit ini tak seberapa dibanding dengan rasa sakit yang Nesya alami.Biarlah...biar tangan itu mewakili rasa kecewa Nesya padanya.
__ADS_1
"Maafkan saya Nes,"lirih Syailendra sebelum gelap menghampiri.
😠😠ðŸ˜