
Suara musik keras langsung menyergap indra pendengaran Nesya.Tanpa ragu kakinya melangkah masuk ke dalam.Ramai...Itu kesan pertama yang didapat Nesya.Nesya tersenyum lebar merasa senang karena telah menemukan tempat yang pas untuk mengisi malamnya.
Setelah ini,tak akan ada lagi kesendirian.Tak akan ada lagi kesepian seperti malam-malam sebelumnya.Dia akan menyatu bersama tempat ini.Mencari ketenangan baru di antara orang-orang asing.
Tak ada yang mengenalnya.Itu berarti tak akan ada yang memandangnya kasihan.Tak ada yang bakal memberikan perhatian semu.Di sini mereka semua mencari kesenangan hidup sama seperti dirinya.
Nesya mengedarkan pandangan,mencari sosok lelaki yang sudah merekomendasikan tempat ini.Nesya melambaikan tangan begitu menemukan lelaki plontos yang kini juga tengah menatapnya.
"Hai Reon,"sapa Nesya sambil tersenyum lebar.
"Hai Nes!Akhirnya datang juga lo."Reon tersenyum tak kalah lebarnya.Merasa senang dengan kunjungan teman masa SMA nya.
"Bosen gue di rumah,"jawab Nesya sambil duduk di kursi.
Reon mengangguk paham."Mau minum apa nih?"tanya Reon mengalihkan pembicaraan.Sebisa mungkin dia menjauhkan pembahasan mengenai hal-hal berbau rumah dan orang tua.
"Mana gue tahu."Nesya menggeleng tak mengerti.Ini kali pertama dia menginjakkan kaki di tempat ini jadi tak tahu minuman apa yang tersedia.
"Mau mabuk?"tanya Reon dengan senyum jahil.
__ADS_1
"GILA LO!!"Nesya melotot kaget.
Reon tertawa keras mendapat respon kaget Nesya."Terus mau ngapain lo ke sini?Kalau cuma mau minum coklat panas ,gue kira lo salah tempat."
"Bukan coklat panas juga kali."Nesya merengut kesal.
"Terus?"
"Ya apa kek,yang penting NO ALKOHOL."
"Air kobokan mau?"Reon mengulum senyum.
"REON!!!"teriak Nesya emosi.
"Reon ih..."rengek Nesya sebal karena Reon tak juga berhenti tertawa."Gue pulang aja lah."Nesya bangkit dari kursi.
"Eh..eh mau kemana?"Reon buru-buru mencekal tangan Nesya.
"Pulang."
__ADS_1
"Jangan dong,baru juga sampai."
"Lo sih ngeselin."
"He...he maaf."Reon menarik tangan Nesya untuk duduk kembali."Lo duduk di sini bentar.Gue bakal buatin coklat panas buat lo."
"Ha?"
💜💜💜
Pukul 01.00WIB tepat,Nesya sampai di rumah.Sunyi...hanya terdengar suara jam yang terus berdetak.Nesya meringis perih begitu ingatan itu kembali menyeruak masuk.
"Nesya kangen Ayah.Kangen Bunda juga."ucap Nesya dengan bibir bergetar.
Tak ada lagi omelan Ayah jika dia pulang larut malam seperti ini.Tak ada lagi petuah-petuah yang keluar dari bibir Bundanya.Semua telah berlalu dan tak mungkin terulang lagi.
"Maafkan anakmu ini Yah,Bun.Nesya hari ini jadi anak nakal lagi.Ayah dan Bunda pasti marah lihat Nesya pulang malam seperti ini.Ayah dan Bunda kesini dong buat marahin Nesya.Nesya kali ini mau kok dijewer Ayah.Nesya janji gak bakal kabur seperti biasanya."rancau Nesya yang sudah terduduk di depan pintu masuk rumah.
"Ayah dan Bunda capek ya selama ini ngurusi Nesya.Memang Nesya kebangetan ya nakalnya?Nesya gak nakal lagi deh kalau gitu,tapi janji Ayah dan Bunda cepat balik ya."
__ADS_1
"Nesya ngantuk.Nesya tidur dulu ya.Nanti begitu bangun Ayah dan Bunda boleh kok lanjutin ceramahnya.Nesya sayang Ayah dan Bunda."
💛💛💛