TAKUT SENDIRI

TAKUT SENDIRI
PENOLAKAN


__ADS_3

Nesya masih saja terdiam.Tak juga turun meski mobil sudah terparkir di depan rumahnya.Bukannya enggan atau pun berat untuk meninggalkan Syailendra yang tengah duduk di balik kemudi namun memang dia tak sadar telah sampai rumah.Pikirannya berkelana jauh,memikirkan bagaimana dia menjalani hidupnya selama ini.Semuanya terasa hampa,semua terasa tak berguna.Untuk apa dia menjalani hidupnya selama ini.Untuk siapa dia banting tulang mencari uang.Tak ada yang menikmati,tak ada yang membutuhkannya.


Syailendra menunjukkan secara nyata bahwa dia tak diinginkan.Bahwa dia tak berguna hidup di dunia ini.Penolakan itu terasa menyakitkan."Oh...Ayah,Bunda ajak saja aku bersama kalian.Aku sudah lelah hidup sendiri,aku sudah bosan menjalani kehidupan yang tak berarti ini.Aku hanyalah sebutir debu buat mereka.Tak terguna."


*FLASHBACK BEBERAPA JAM YANG LALU


"Nak,boleh nggak Mama minta sesuatu?"tanya Mama Syailendra saat makan malam bersama.


"Minta apalagi Ma?Bukannya semua sudah aku penuhi?"jawab Syailendra malas.


"Mama gak minta duit kok."


Syailendra mengerutkan kening tak mengerti."Terus?"


Mama Syailendra terlihat gugup.Dia menggigit bibir bawahnya sambil masih berpikir.


"Apa Ma?"tanya Syailendra penasaran.Dia menyingkirkan piring di hadapannya dan memusatkan perhatiaan sepenuhnya pada Mama.


"E....ka...kamu mau nggak pu..nya a...adik?"tanya Mama gugup.


"Maksud Mama?"Syailendra semakin tak mengerti kemana arah permintaan Mamanya.


"Ma...ma pengen e...boleh kan?"


"Mama ngomong apa sih?"Syailendra mengacak rambutnya frustasi.


"Mama mau adopsi anak,"cicit Mama takut-takut.


"O..."


Mama Syailendra melongo mendengar jawaban singkat anaknya."Cuma O?"

__ADS_1


"Lha terus maunya apa?"tanya Syailendra cuek.


"Ya komen kek apa kek?"Mama terlihat kesal.


Syailendra tersenyum tipis."Iya."


"Iya gimana?"


"Iya boleh kok Mama adopsi anak."


"Serius?"Mama masih tak percaya akan semudah itu membujuk Syailendra.


"Serius."


"Beneran?"


"Beneran Mamaku sayang."


"Ih Mama!"protes Syailendra sambil mengusap bekas ciuman Mama.


"Hehe..maaf sayang."Mama terkekeh geli.


Sailendra melirik ke arah Nesya.Wajahnya langsung merah menahan malu karena baru saja sadar kalau Nesya masih berada di sekitarnya.


"Hehe...Bos lucu deh."goda Nesya semakin membuat Syailendra kehilangan mukanya.


"Diam!"sentak Bos menutupi rasa malunya.


"Apa sih sayang.Jangan galak-galak ah jadi kakak."Mama menasihati.


"Kakak?"Syailendra dan Nesya dibuat bingung.

__ADS_1


"Iya kakak.Syailendra kakak dan Nesya adiknya."Mata Mama berbinar mengucapkan kata itu.Terlihat jelas dia begitu bahagia.


"Mama ngaco deh."


"Siapa yang ngaco?Mama menang mau adopsi Nesya kok."


"APA!?"teriak Syailendra dan Nesya bersamaan.


"Kalian pasti senang deh bakal jadi saudara.Kalian bisa jalan-jalan bareng,kerja bareng,liburan bareng,se...."


"NGAK!"potong Syailendra cepat."Aku nggak mau kalau Mama adopsi Nesya,"kata Syailendra tanpa melirik sedikitpun pada Nesya.


"Lho kenapa?"tanya Mama Syailendra kaget."Bukannya tadi kamu bilang Mama boleh adopsi anak?"


"Iya,tapi bukan Nesya juga Ma."


"Kenapa?Mama sayang kok sama dia,dia pun juga sayang sama Mama.Dia hidup sendiri juga terus dimananya yang kamu permasalahkan?"


"Dia sekretaris aku,"kata Sailendra.


"Terus apa masalahnya kalau Nesya sekretaris kamu?Toh dia juga profesional dalam bekerja."protes Mamanya.


"Bukan itu masalahnya Ma."Syailendra mengusap wajahnya frustasi.Bingung harus menjelaskan apa pada Mamanya.


"Terus apa masalahnya?"tanya Mama Syailendra kesal.


Syailendra bangkit dari kursi."Pokoknya aku nggak setuju kalau mama adopsi Nesya.TITIK."


Syailendra meninggalkan meja makan begitu saja.Tak menyadari Nesya yang sedari tadi menunduk menahan tangis.Penolakan itu terasa menyakitkan baginya.Lagi-lagi dia merasa tak berguna ada di dunia ini.


😭😭😭*

__ADS_1


__ADS_2