TAKUT SENDIRI

TAKUT SENDIRI
MAAFKAN AKU


__ADS_3

"Nes,"panggilan Syailendra masih saja tak ada respon.Syailendra menghela nafas panjang,tak tega melihat Nesya seperti ini.Nesya pasti sedih dengan penolakannya tadi.Tapi mau bagaimana lagi?Syailendra memang tak menginginkan Nesya untuk menjadi adik angkatnya.Entah kenapa hatinya tak rela.Hatinya menginginkan Nesya menempati posisi lain dalam hidupnya."Ah...kenapa jadi seperti ini?"batin Syailendra frustasi.


"Nes..."Dengan ragu Syailendra menyentuh pundak Nesya.


"Eh!"Nesya terlonjak kaget.Dia mengedarkan pandangannya dan benar saja ternyata mobil sudah terparkir di depan rumahnya.


"Sudah sampai."Syailendra memberitahu.


Nesya mengangguk kemudian buru-buru melepas seatbelt."Te...rima ka..sih,"kata Nesya gugup.Nesya membuka pintu mobil hendak keluar tapi tiba-tiba lengannya dicekal Syailendra.


"Tunggu.Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan."


Nesya menutup kembali pintu mobil."Ada apa Pak?"tanya Nesya sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


""Lihat saya Nes,"pinta Syailendra yang melihat Nesya menghindari tatap muka dengannya.


"Ma...af."Nesya malah semakin menundukkan kepala.Dia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat berusaha agar air matanya tak jatuh.


"Tolong Nes lihat saya.Bencikah kamu kepada saya?hingga untuk menatap saya pun tak mau?"tanya Syailendra yang hanya mendapatkan jawaban berupa gelengan kepala Nesya.


Syailendra kembali menghela nafas panjang.Dadanya terasa sesak.Entah kenapa dia juga merasakan sakit melihat Nesya seperti ini."Maaf..."mohon Syailendra.Entah kemana perginya sifat egoisnya hingga mampu mengucapkan kata maaf."Maaf jika kata-kata saya telah melukaimu.Maaf jika saya tak setuju dengan keinginan Mama.Maaf..."


"Su...sudah malam Pak,sebaiknya Bapak pulang,"potong Nesya cepat.Nesya melepaskan cekalan tangan Syailendra dan bergegas turun.


Nesya tak menghiraukan panggilan Syailendra.Dia bergegas masuk rumah dan mengunci pintu.Tubuhnya luruh begitu saja di lantai.


"Hiks...hiks...."Pertahanannya runtuh sudah.Nesya menangis sejadi-jadinya.Hatinya terasa sakit sekali dengan penolakan Syailendra.

__ADS_1


Sebenarnya Nesya tak begitu ingin masuk dalam keluarga Syailendra.Dia juga tak tertarik dengan harta yang dimiliki oleh mereka.Tapi entah mengapa mendengar penolakan itu membuat Nesya merasa sedih.Dia merasa tak diinginkan.Dia merasa tak dibutuhkan.Dia merasa sendiri.


"Oh...Ayah Bunda,kenapa kalian meninggalkanku?Jemput aku Ayah,Bunda.Disini aku sendiri.Tak ada yang menginginkanku.hiks....hiks...."


😢😢😢


Syailendra hanya bisa menatap kepergian Nesya.Dia juga merasakan sakit melihat Nesya seperti ini.Haruskah dia mengubah keputusannya?Haruskah dia setuju untuk menjadikan Nesya adik angkatnya?


"Brakk!"Syailendra memukul setirnya frustasi.


Dia bingung harus berbuat apa.Mamanya benar-benar membuatnya ada dalam masalah besar.Syailendra menyalakan mobilnya begitu dirasa tak ada yang bisa dilakukan untuk saat ini.Biarlah dulu Nesya menenangkan dirinya.Besuk dia akan kembali untuk meminta maaf pada Nesya.


Syailendra memutar setir mobil.Dia akan pulang ke apartemennya saja.Dia lagi malas berurusan kembali dengan Mamanya.Pasti nanti dia akan kena omel dan itu akan berujung lama.

__ADS_1


Sekarang dia ingin tenang dulu.Memikirkan apa yang harus dia lakukan besuk untuk mendapatkan maaf Nesya.Nesya harus memaafkannya jika Syailendra tak mau hidupnya susah karena pekerjaannya bakal berantakan.Sudah cukup dua hari ini tanpa Nesya.Dia tak mau hari selanjutnya tanpa Nesya lagi.Nesya...Nesya....Nesya hanya nama itu yang selalu berputar dalam kepala Syailendra.


😂😂😂


__ADS_2