
"Ya ampun Nesya!"
Sela melotot,kaget melihat pemandangan di depannya.Apartemennya sudah seperti kapal pecah.Semua barang berserakan di lantai.Mulai dari botol-botol minuman keras,bungkus snack,hingga baju-baju bertebaran di sana.Belum lagi tubuh mungil itu ikut-ikutan tergelak di sana.Ya ampun...Sela benar-benar menyesal telah meninggalkan Nesya semalam.Tapi mau bagaimana lagi,dia harus pergi karena mertuanya tiba-tiba masuk rumah sakit.
"Nes,bangun lo."Sela mengguncang tubuh Nesya keras.
"Hemm,"gumam Nesya yang masih menutup mata.
"Ckk..bangun dong!Lihat apa yang lo perbuat di apartemen gue.Lo bener-bener ya.Sejak kapan pula lo kenal minum-minuman kayak begini?"omel Sela kesal.
"Hem."Lagi-lagi Nesya hanya berdeham.
"Ckk...BANGUN!!"teriak Sela tepat di depan telinga Nesya.
"Aw..."Nesya terlonjak kaget."Iss...lo apa-apaan sih."Nesya sudah terduduk sambil mengusap telinganya yang berdengung.
"Makanya bangun!"Sela memelototi Nesya.
"Iya...iya...ish..."Nesya meringis merasakan sakit di kepalanya.
"Enak sakit kepala?"tanya Sela sambil melipat tangannya di dada.
"Lo kok jahat sih?"Nesya kembali membaringkan tubuhnya.Tak kuat jika harus duduk karena dia merasa kepalanya berputar-putar.
"Biarin.Siapa suruh minum-minuman.Gue gak suka ya lo kayak begini.Nesya yang gue kenal tu alim bukannya tukang mabuk-mabukan."
__ADS_1
"Iya maaf."
"Maaf...maaf.Awas ya kalau sampai ketahuan gue lo minum-minuman lagi.Habis lo sama gue,"ancam Sela tak maen-maen.
"Iya,"jawab Nesya sambil memejamkan matanya rapat-rapat.Tangannya mencengkeram kepalanya berharap sakit kepalanya mereda."Sial kenapa sakit banget sih?"gumam Nesya yang hanya bisa diucapkan dalam hati.
Sela menghela nafas panjang.Tak tega melihat Nesya kesakitan seperti ini.Mau bagaimana pun ini terjadi karena kesalahannya juga.Nesya pasti semalam kesepian dan melampiaskan kesedihannya dengan meminum air setan ini.
Sela bergegas menuju dapur dan mencari kotak P3K.Diambilnya obat sakit kepala kemudian segelas air putih.
"Ayo minum obat dulu."kata Sela yang sudah ada di samping Nesya.
Nesya mengangguk patuh.Sambil dibantu Sela dia kembali duduk dan meminum obatnya.
"Makasih,"ucap Nesya pelan.
"Gue tidur lagi ya?"
"Pindah kasur,disini dingin."
Nesya mengangguk patuh.Lagi-lagi dia menyusahkan sahabatnya ini.Bersyukurnya dia masih ada sahabat yang selalu setia disampingnya.Selalu menemani disaat suka maupun duka.
💓💓💓
"Nes,makan dulu yuk."Kembali Sela membangunkan Nesya.
__ADS_1
"Gue gak laper Sel,"jawab Nesya masih memejamkan matanya.
"Ayolah.Gue gak mau lo sakit.Bisa tambah ribet urusannya."
Nesya membuka mata kemudian memandang Sela sambil tersenyum."Gue gak pa-pa kok."
"Gak pa-pa gimana?Lo bangun aja gak bisa."Sela mendengus kesal.Pusing menghadapi sifat keras kepala Nesya.
"Gue cuma pusing,bentar lagi juga baik."
"Baik dari hongkong!Tambah parah iya!"geram Sela.
"Amien.Makasih doanya."
Sela melotot kaget."Gue gak doain lo ****!"umpat Sela kesal.
"Hehe...lo bisa ngumpat juga ternyata."Nesya terkekeh geli.
"Gue juga manusia.Kesabaran gue juga ada habisnya."Sela mendengus kesal.
"Gue juga manusia.Gak sabar nunggu waktu gue habis di dunia ini,"kata Nesya dengan entengnya.
"Lo gila ya?"teriak Sela mulai emosi."Gue gak suka ya lo ngomong begitu."
Nesya tersenyum getir."Suka gak suka itu kenyataannya.Gue pengen nyusul ayah dan bunda ke surga."
__ADS_1
"NESYA!!!"
😈😈😈