TAKUT SENDIRI

TAKUT SENDIRI
ANAK MAMA


__ADS_3

Hari masih sore.Tak seperti biasanya Syailendra pergi meninggalkan kantornya.Mukanya tampak kusut dengan rambut yang acak-acakan.Benar-benar bukan seperti Syailendra yang sebenarnya.


Syailendra memasuki mobil dan mulai menginjak gas.Tujuannya kali ini adalah pulang.Tak butuh waktu lama,Syailendra sudah memarkirkan mobilnya di garasi.Dengan langkah gontai Syailendra memasuki rumah.


"Ma..."sapa Syailendra begitu melihat Mamanya sudah duduk santai sambil menonton tv.


"Eh anak Mama udah pulang.Masih sore lo ini,"sindir Mama Syailendra.


Syailendra hanya menghela nafas kemudian berbaring dengan kepala berada di pangkuan Mamanya.


"Anak kesayangan Mama kenapa?"Mama bertanya sambil mengelus kepala anaknya dengan sayang.


"Capek Ma."Syailendra merengek.


"Namanya juga kerja."


"Tapi ini beda Ma."


"Apanya yang beda?Kerjaan sama,tempatnya sama,posisi kamu juga sama."


"Tapi hari ini rasanya berat banget Ma.Kerjaan aku semuanya berantakan,belum lagi karyawan aku yang bikin naik darah."Adu Syailendra seperti anak kecil.


"Kenapa bisa seperti itu?"Mama mengerutkan dahi tak mengerti.


"Mereka gak ada yang becus kerja.Seharian ini bukannya capek kerja malah capek buat ngomelin mereka."


"Jangan galak-galak dong sayang jadi Bos.Kalau mereka salah cukup diberi pengertian bukannya diomelin."


"Tapi mereka nyebelin Ma,masak buat laporan aja salah melulu."

__ADS_1


"Namanya juga manusia,wajarkan kalau salah."


"Mama ih.."Syailendra cemberut tak suka.


"Lho Mama kan gak salah.Coba deh kamu pikir kalau mereka gak betah kerja gara-gara sering kamu omelin gimana?Kamu sendiri kan yang bakal rugi?"Mama terus saja mengusap kepala Syailendra sambil memberi nasihat.


"Ngapain juga rugi.Mereka keluar ya tinggal cari lagi."


"Enak banget ya kalau ngomong?"Nesya tiba-tiba menyela.


Syailendra terperanjat kaget.Dia terduduk dengan mata membulat."Sejak kapan kamu di situ?"tanya Syailendra was-was.


"Dari tadi sayang."Nesya meledek.


"Kamu!"Syailendra melotot tak suka.


"Tuh kan Ma,anak ke SAYANGAN Mama galak."Nesya bergelayut manja di tangan Mama Syailendra."Nesya kan takut."


"Kok Mama jadi belain Nesya sih?"Syailendra tak habis pikir dengan dua wanita di depannya ini.Hei...sejak kapan mereka berdua akrab seperti ini.Layaknya seorang Ibu dan anak.


"Mama gak belain Nesya kok.Mama cuma gak mau kamu galakin Nesya aja."Mama Syailendra mengelus rambut Nesya sayang.


Syailendra mendengus kesal."Sama aja."


"Kalau kamu seperti ini terus,bisa-bisa Nesya kabur lo dari kamu."


"Mana mungkin,"jawab Syailendra acuh.


"Mungkinlah.Ada saatnya kesabaran orang itu habis.Iya kan sayang?"tanya Mama ditujukan pada Nesya.

__ADS_1


"Iya Ma,"jawab Nesya yang masih betah menempel pada Mama Syailendra.


"Mau jadi gelandangan apa?udah enak juga jadi Sekretaris aku."


"Enaknya di mananya Bos?Yang ada saya capek disuruh-suruh melulu.Belum lagi harus kena omel jika ada kerjaan yang salah."


"Itukan memang resiko kerja.Harus profesional dong.


"Ya...ya...ya."Nesya memutar bola matanya malas.Percuma debat dengan Syailendra karena ujung-ujungnya pasti dia yang kalah.


"Udah..udah.Kenapa jadi kalian ribut sendiri sih."Mama mencoba melerai.


"Nesya tu Ma nyebelin,"adu Syailendra.


"Bos tu lebih nyebelin,"balas Nesya tak terima.


"Kamu!"


"Kamu!"


"Eh...eh...kok tambah rame sih."


"Nesya nih Ma."


"Enak aja.Bos nih Ma."


"Diam!atau mau Mama nikahin kalian berdua."


Cep...hening...

__ADS_1


😂😂😂


__ADS_2