Target Si Mafia

Target Si Mafia
Duabelas : Mengamuk


__ADS_3

Arion mengamuk hari ini.


Barang-barang dikamarnya sebagian sudah hancur, dia lepas kendali saat ada anak buahnya yang hilang entah kemana, laki-laki itu memiliki anger management yang sangat buruk, terlambat sedikit saja seseorang mungkin akan dihajar. Anak buahnya kali ini benar-benar membuatnya naik pitam, dia menghampiri ayahnya yang tengah menyesap kopi import dari arab saudi.


"Ayah! Dimana Reza?! Dia anak buah yang gak becus main hilang aja!" Rengek Arion pada sang ayah. Anak itu berdiri dengan amarah meluap-luap, wajahnya merah. Ayah Arion berdiri dan menghadap Arion, tangan kanannya menampar laki-laki berumur duapuluh lima tahun itu keras, "Tenangkan dirimu, Arion. Dia sudah mati dibunuh, ayah baru saja dapat informasi dari bawahan Ezra." Katanya.


Arion melotot tajam, kaget mendengar salah satu anak buahnya mati, "Siapa yang beraninya membunuh Reza?!"


"Pembunuh bayaran, Blackgod. Ayah dengar Ezra membayar Blackgod untuk menghabisi nyawa Celina. Dan juga ayah dapat kabar Blackgod membawa seorang perempuan bermata hijau, mungkin itu kekasihmu." Jelas sang ayah.


Mendengar hal itu, Arion bangkit dia pergi keluar lagi meninggalkan ayahnya yang lelah dengan sikap tempramental Arion. Anak itu seharusnya berada dirumah sakit jiwa karena mengalami banyak masalah mental, tapi ayah Arion terlalu menyayangi Arion sampai tidak mau anaknya masuk rumah sakit jiwa.


"EZRA! EZRA!" Panggil Arion.


Laki-laki yang menyukai pakaian putih ini berjalan cepat mencari keberadaan Ezra yang baru saja keluar dari rumah sakit. "Dimana Ezra?!" Tanya Arion ditengah sibuknya kantor milik ayahnya, para karyawan disini menggeleng kan kepala takut, "maaf kami tidak tahu keberadaan pak Ezra." Jawab salah satu karyawan.


Arion memukul pintu kaca sampai retak lalu pergi meninggalkan bekas darah dikaca itu, benar-benar pemandangan yang mengerikan. Salah satu masa yang paling ditakuti karyawan kantor adalah masa dimana Arion mengamuk, tidak akan ada yang berani melawan.


"EZRA!" Panggil Arion lagi.


Ezra muncul dari lift saat Arion memanggilnya, "Kenapa?"


Kerah Ezra ditarik kasar, "Dimana lu nyewa Blackgod?! Cepet kasih tau gua!" Tanya Arion sedikit membentak. "Wow wow Arion kenapa ini? Lu mau nyewa Blackgod buat apa?" Ezra bertanya balik, bingung dengan Arion kenapa tiba-tiba menanyakan Blackgod atau Louie ini padanya.


"Kasih tau aja."


"Pergi ke Web LaBlackgod.com di DeepWeb, disana gua nyewa jasanya." Kata Ezra.


Arion buru-buru pergi ke dalam ruangan pribadinya, membuka web yang disebutka Ezra tadi. Sementara Ezra balik bekerja ditempat karyawan lainnya juga, dia memang bekerja diperusahaan ayah Arion juga sekaligus membuka usaha gelap bersama Arion, tidak ada yang tahu soal ini, yang karyawan lain tau hanya Ezra dan Arion adalah teman dekat sejak lima tahun yang lalu.

__ADS_1


Suara keyboard diketik kasar terdengar dari ruangan Arion, dia mengetik sebuah pesan yang berpura-pura membeli jasa Blackgod untuk membunuh Alina, dia bahkan memberikan banyak pato Alina saat masih bersama Arion.


– Blackgod, saya ingin kamu membunuh perempuan ini dan bawa jasadnya kehadapan saya. Saya akan membayar berapapun uang untuk nyawa perempuan ini, asal tubuhnya diberikan kepada saya. –


Send a picture ›


Arion menunggu balasan dari Blackgod, menit demi menit dia tunggu. Dia tidak tahu kalau Louie saat ini berada diluar tengah mengerjakan tugas kuliahnya bersama Meda dan Ganeshaa ditempat Ursa berjualan dorayaki. Mereka tengah lahap memakan dorayaki yang dibumbui tugas tugas dari dosen masing-masing.


"Louie, kuliah di Jakarta enak?" Tanya Ursa.


"Lumayan, lu sendiri gimana? Enak kuliah di UIN?" Tanya Louie balik.


"Banyak tugas tapi enak, disana orang-orangnya terlalu kompetitif jadi gua ngerasa sedikit terbebani, apa lagi sekalian jualan begini hahaa..." Kata Ursa.


"Keren bisa jualan sambil kuliah, gimana pendapatan seharinya?" Tanya Arsen. Ursa menjawab dengan senyum kecilnya, "Sekitar satu sampai dua juta sih, Puji tuhan banyak yang beli."


Louie tidak masuk dalam obrolan, dia sibuk mengerjakan tugasnya yang sebentar lagi selesai. Pesan dari handphonenya membuyarkan fokusnya, dia menerima pesan dari Alina di Telegram.


Louie 2.


⟩ Louie... Makanan dirumah habis... Saya boleh keluar buat beli gak?


Dia memakai akun telegram milik Louie di PCnya, tanpa menyelesaikan tugasnya Louie pamit pergi untuk pulang, "Gua pulang duluan ya, ada urusan mendadak." Kata Louie.


"Dorayaki lu buat gua ya." Kata Ganeshaa.


"Ambil aja, gua duluan."


Arsen, Ganeshaa dan Ursa melambaikan tangannya. Louie pergi buru-buru untuk membeli makan siang dan sekaligus makan malam. Dia membeli beberapa makanan instan dan juga daging, buah dan sayur untuk persediaan. Ini pertama kalinya dia lupa membeli bahan makanan, karena biasanya dia tinggal sendiri dia tidak perlu membeli bahan makanan lebih.

__ADS_1


Sampai dirumah dia menaruh bahan makanan yang sudah dia beli dimeja makan, "Alina, bahan makanannya sudah aku beli." Kata Louie.


Tidak ada respon dari Alina, "Alina?" Panggil Louie.


Sekali lagi tidak ada respon atau suara langkah kaki, Louie memeriksa ruangannya dan menemukan Alina tengah berdiri menghadap pintu dengan memegang pisau ditangannya, "Louie, apa kamu mau membunuh saya?" Tanya Alina.


Louie menatap Alina bingung, dia menggeleng, "Kenapa tiba-tiba kamu nanya begitu?"


Tangan Alina bergetar, "Saya lihat di Web tempat kamu cari uang... Ada yang nyewa kamu buat bunuh saya..." Kata Alina.


Louie segera melihat web LaBlackgod miliknya, dia menemukan ada pesan yang memintanya membunuh Alina dan membawa jasad nya kehadapan si pengirim ini. Loui terdiam, dia langsung mengarahkan pikirannya ke Arion, orang yang terobsesi dengan Alina.


"Gak salah lagi ini Arion, aku gak bakal nyakitin kamu apa lagi bunuh kamu Alina." Kata Louie meyakinkan, Alina tetap memegang pisaunya dan kali ini menodongnya ke arah Louie, "Saya sudah beribu kali dengar kalimat itu dari Arion, tapi akhirnya dia nyakitin saya." Kata Alina.


"Jangan samain aku kayak Arion, kita berdua berbeda." Kata Louie.


"... Apa saya harus percaya kamu?"


Louie perlahan mendekat, dia menurunkan pisau Alina pelan-pelan lalu memeluknya erat, "Aku gak bakal sama kayak Arion, Alina. Kita berdua emang jahat tapi aku begini karena pekerjaan, aku pembunuh bayaran dan kamu tau itu." Louie berujar dengan nada lembut, membuat Alina luluh dengan ucapaannya.


Mereka kembali berpelukan erat, Louie membawa Alina berbaring ke kasur miliknya, membiarkan gadis itu tenang. Bau tubuhnya dihirup dalam, Louie tambah menyukainya setelah mengirupnya berkali-kali. "Kamu udah tenang? Mau masak dulu? Pasti belum makan kan." Tanya Louie.


Alina menggeleng, "Mau begini dulu, saya takut." Kata Alina.


Louie tersenyum miring mendengar itu, dia bisa memuaskan dirinya mencium bau tubuh Alina. Dalam hati dia susah payah menahan nafsu, dia tidak ingin menghilangkan rasa percaya Alina untuk saat ini.


"Terima kasih."


Mendengar itu Louie makin mengeratkan pelukannya, mereka berpelukan semakin erat seakan akan besok terjadi kiamat. Tidak mau melepaskan satu sama lain karena sudah terlalu nyaman

__ADS_1


__ADS_2