
Sebelum
jam pelajaran dimulai, seperti biasa, aku menuju Lab Bahasa. Disana sudah
menunggu Cindy dan kawan-kawannya juga Rita. Mereka berbincang-bincang mengenai
berbagai peristiwa yang terjadi tempo hari, dimana aku dan Cindy melihat sosok
wanita yang menari dalam guyuran air hujan, tepat di halaman depan toilet
wanita. Aku segera menceritakan kedatangan Hantu Gantung Leher, Penghuni toilet
wanita dini hari tadi pada semua yang ada di ruangan itu.
“Apakah
kau tahu siapa wanita itu, Rit ?” tanyaku.
Rita
mengerutkan keningnya, “Yang jelas, dia bukanlah Lita, Salah satu siswi yang
meninggal beberapa waktu yang lalu, sekalipun ada tali yang mengikat lehernya.
Dia baru kali ini menampakkan dirinya,” ujar Rita.
“Mungkinkah
dia, Yunita ?” tanyaku.
Semua
yang ada di ruangan itu memandangiku dengan tatapan heran, “Yunita ? Siapa dia
__ADS_1
?” tanya Rita.
“Bukankah kau sudah mengenalnya ?” aku balas
tanya, “Dulu, kau menceritakan sebelum sekolah ini berdiri ada sosok hantu
wanita yang menghuni toilet wanita. Wanita itu meninggal dengan cara
menggantung lehernya sendiri. Entah apa penyebabnya. Apakah kau sudah lupa ?
Namanya Yunita,”
“Darimana
kau tahu dia bernama Yunita ?” tanya Rita lagi.
Aku
dengan penuh perhatian. Begitu aku selesai menceritakan itu, Cindy menimpali,
“Jika benar dia bernama Yunita dan sudah tinggal lama disana, mengapa tidak
segera kita temui ? Bukankah kakak mengatakan bahwa dia tahu, semua yang telah
terjadi di sekolah ini ?”
Rita
mengangguk, “?Aku setuju, tetapi, kita tak mungkin kesana semuanya. Jika kita
semua kesana beramai-ramai, aku ragu dia akan menampakkan diri. Kau pergilah
bersama Cindy. Kami menunggu disini,” katanya.
__ADS_1
“Dia juga
mengenalmu, Rit ... juga kalian semua. Mengapa tak sekalian saja ikut kami,”
tanyaku sedikit kecewa.
“Dengarlah
... jika dia sudah menampakkan dirinya pada kalian, itu artinya, dia hanya
ingin bicara pada kalian. Sebab, bisa jadi setiap golongan kami, memiliki
rahasia sendiri-sendiri yang tak ingin diungkapkan. Dan, rahasia itu hanyalah
bisa dingkapkan pada siapapun yang dia inginkan. Manusia lebih sempurna
daripada kami, pada manusialah kami terkadang meminta bantuan. Baik bantuan
yang bersifat positif ataupun negatif. Dari situlah manusia akan diuji iman
mereka. Kalian mengerti, bukan ? Pergilah, selagi masih ada waktu. Kami
menunggu disini dan apabila kalian memerlukan kami, panggillah nama kami dalam
hati, kami akan datang,” jelas Rita.
Tanpa
banyak bicara lagi, Cindy segera menarik tanganku dan meninggalkan Lab Bahasa,
sementara, Rita dan yang lain tersenyum sambil mengganggukkan kepala.
***
__ADS_1