Tarian Dalam Rinai Hujan

Tarian Dalam Rinai Hujan
BAB 03


__ADS_3

Sebelum


jam pelajaran dimulai, seperti biasa, aku menuju Lab Bahasa. Disana sudah


menunggu Cindy dan kawan-kawannya juga Rita. Mereka berbincang-bincang mengenai


berbagai peristiwa yang terjadi tempo hari, dimana aku dan Cindy melihat sosok


wanita yang menari dalam guyuran air hujan, tepat di halaman depan toilet


wanita. Aku segera menceritakan kedatangan Hantu Gantung Leher, Penghuni toilet


wanita dini hari tadi pada semua yang ada di ruangan itu.


“Apakah


kau tahu siapa wanita itu, Rit ?” tanyaku.


Rita


mengerutkan keningnya, “Yang jelas, dia bukanlah Lita, Salah satu siswi yang


meninggal beberapa waktu yang lalu, sekalipun ada tali yang mengikat lehernya.


Dia baru kali ini menampakkan dirinya,” ujar Rita.


“Mungkinkah


dia, Yunita ?” tanyaku.


Semua


yang ada di ruangan itu memandangiku dengan tatapan heran, “Yunita ? Siapa dia

__ADS_1


?” tanya Rita.


“Bukankah  kau sudah mengenalnya ?” aku balas


tanya, “Dulu, kau menceritakan sebelum sekolah ini berdiri ada sosok hantu


wanita yang menghuni toilet wanita. Wanita itu meninggal dengan cara


menggantung lehernya sendiri. Entah apa penyebabnya. Apakah kau sudah lupa ?


Namanya Yunita,”


“Darimana


kau tahu dia bernama Yunita ?” tanya Rita lagi.


Aku


dengan penuh perhatian. Begitu aku selesai menceritakan itu, Cindy menimpali,


“Jika benar dia bernama Yunita dan sudah tinggal lama disana, mengapa tidak


segera kita temui ? Bukankah kakak mengatakan bahwa dia tahu, semua yang telah


terjadi di sekolah ini ?”


Rita


mengangguk, “?Aku setuju, tetapi, kita tak mungkin kesana semuanya. Jika kita


semua kesana beramai-ramai, aku ragu dia akan menampakkan diri. Kau pergilah


bersama Cindy. Kami menunggu disini,” katanya.

__ADS_1


“Dia juga


mengenalmu, Rit ... juga kalian semua. Mengapa tak sekalian saja ikut kami,”


tanyaku sedikit kecewa.


“Dengarlah


... jika dia sudah menampakkan dirinya pada kalian, itu artinya, dia hanya


ingin bicara pada kalian. Sebab, bisa jadi setiap golongan kami, memiliki


rahasia sendiri-sendiri yang tak ingin diungkapkan. Dan, rahasia itu hanyalah


bisa dingkapkan pada siapapun yang dia inginkan. Manusia lebih sempurna


daripada kami, pada manusialah kami terkadang meminta bantuan. Baik bantuan


yang bersifat positif ataupun negatif. Dari situlah manusia akan diuji iman


mereka. Kalian mengerti, bukan ? Pergilah, selagi masih ada waktu. Kami


menunggu disini dan apabila kalian memerlukan kami, panggillah nama kami dalam


hati, kami akan datang,” jelas Rita.


Tanpa


banyak bicara lagi, Cindy segera menarik tanganku dan meninggalkan Lab Bahasa,


sementara, Rita dan yang lain tersenyum sambil mengganggukkan kepala.


***

__ADS_1


__ADS_2